Terseret Kasus Chromebook, Ibrahim Arief Ternyata Sempat Diincar Meta

Uzone.id— Nama Ibrahim Ariefatau yang sering disapa Ibam terus menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Selain dugaan keterlibatannya dalam kasus pengadaan Chromebook, Ibam juga menjadi sorotansetelah dijatuhi hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp16,9 miliar.
Berbagai reaksi hingga dukungan muncul untuk mantan CTOplatform Bukalapak tersebut. Kebanyakan dari reaksi di media sosialmenyayangkan beratnya hukuman dan bahkan mempertanyakan keputusan yangdilayangkan Jaksa Penuntut Umum.
Mereka menyebut bahwa bukti-bukti yang dilayangkan Ibrahimmenunjukkan bahwa pada kenyataannya dirinya tidak memperkaya diri melaluiproyek tersebut.
Ia juga disebut hanya memberikan saran yang netral dan tidakcondong pada satu pihak–berbanding terbalik dengan tuduhan dari pengadilan yangmenyebut bahwa Ibam secara sengaja mengunggulkan laptop Chromebook dibandinglaptop lainnya dan juga mendorong agar produk Google tersebut menjadisatu-satunya sistem operasi yang dipilih dalam proyek digitalisasi pendidikannasional.
Selain bukti-bukti tersebut, pengorbanan Ibam dalam misimembantu negara dalam membangun teknologi nasional juga disorot. Dalam akun XIbrahim Arief @ibamarief, istri Ibam yang sering disapa Ririe mengatakan bahwasuaminya tersebut pernah menolak tawaran puluhan miliar demi membantu negara.
“Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksidiperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflikkepentingan untuk memperkaya orang lain,” tambahnya.
Diketahui, tawaran puluhan miliar tersebut ternyata diajukanoleh salah satu raksasa teknologi dunia, Meta. Ibam ternyata hendakdirekrut dan ditawari posisi di Facebook cabang Inggris.
Kebenaran ini pun disampaikan juga oleh rekannya yang jugaterlibat dalam kasus ini, Nadiem Makarim. Di sela persidangannya, Nadiemmenyampaikan bahwa Ibam rela mengorbankan dirinya untuk negara ini.
“Saya sangat bingung bagaimana bisa seseorang yangmengorbankan gaji 2-3 kali lipat lebih, menolak pekerjaan Facebook di Inggris,mengorbankan dirinya untuk mengabdi kepada negara, itu bisa mengalami tuntutandan potensi hukuman yang hampir maksimum,” ujar Nadiem di sela persidangannya.
Pengakuan rekannya yang lain juga menunjukkan bahwa Facebookbahkan sudah menyiapkan paket gaji yang sangat menggiurkan.
“Facebook sudah comes up with the package, meski katanyamasih perlu circle around dulu ke hiring teamnya apakah perlu ada follow upinterview buat gw atau engga,” kata Ibam dalam tangkapan layar berisipercakapan dirinya dan rekannya.
Dalam percakapan tersebut, dilampirkan juga perkiraanpendapatan yang didapat Ibam apabila pada akhirnya gabung ke perusahaan milikMark Zuckerberg tersebut.
Tawaran tersebut mencakup gaji pokok tahunan sebesar GBP100ribu atau sekitar Rp2 miliar per tahun dengan tambahan bonus 15 persen darigaji pokok, yaitu GBP15 ribu.
Tak hanya itu, ia juga akan mendapat bonus "selamatdatang" sebesar GBP20 ribu (sekitar Rp400 juta) yang dibayarkan saat mulaibekerja serta Relocation Package sebesar GBP25 ribu atau Rp500 juta untuk biayapindahan.
Dalam paket tersebut, dirinya juga akan diberikan sahamperusahaan senilai GBP250 ribu sekitar Rp4 miliar yang biasanya dicairkanbertahap selama 4 tahun (misalnya 25 persen setiap tahun). Jika digabungkan,total nilai kompensasi di tahun pertama (termasuk bonus pindahan dan sahamtahun pertama) bisa mencapai kisaran Rp3,5 miliar hingga Rp4 miliar.
Sayangnya, Ibam menolak tawaran tersebut dan menyebut bahwadirinya berupaya melakukan negosiasi agar tetap mengabdi pada negara ini.
“Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turungaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dannetral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi,”tutur istrinya, Ririe.