Tolak AI untuk Perang, Anthropic Terancam Rugi Rp84 Triliun

Uzone.id—- Anthropic,platform AI yang merupakan induk Claude terancam mengalami kerugian fatalgara-gara konflik mereka dengan Donald Trump. Pasalnya, Donald Trump memberikanultimatum keras dengan meminta perusahaan-perusahaan lain agar tidak bekerjasama lagi dengan perusahaan teknologi satu ini.
Menurut laporan terbaru, Anthropic yang digadang-gadang jadisaingan berat OpenAI malah terancam kehilangan pendapatan hingga USD5 miliaratau sekitar Rp84,2 triliun. Tak hanya itu, mereka juga lebih dulukehilangan ratusan juta dollar karena enggan bekerja sama lagi bersamaPentagon–Dewan Pertahanan Amerika Serikat.
Dalam rinciannya, Kepala Keuangan Anthropic, Khrisna Raomenjelaskan bahwa kerugian tersebut bisa terjadi apabila pemerintah ASbenar-benar memaksakan kehendaknya dan menekan berbagai perusahaan untuk tidakberbisnis dengan startup kecerdasan buatan (AI) tersebut.
“Anthropic berisiko kehilangan miliaran dolar daripenjualan,” katanya dikutip dariWired,Selasa, (10/03).
Sebagai informasi, penjualan Anthropic sejak mengomersialkanteknologinya pada 2023, melebihi USD5 miliar, dan angka ini bisa benar-benarhilang jika blacklist yang diperintahkan Trump benar-benar dilakukan.
Agar kerugian ini tak semakin meluas, pihak Anthropic punmenuntut pemerintahan Donald Trump ke pengadilan atas 2 tuduhan, yaitumelanggar hak kebebasan bersuara perusahaan dan menuntut Pentagon yang dianggapmelakukan diskriminasi pada Anthropic.
Tuntutan ini menjadi cara Anthropic untuk lepas dari label‘supply-chain risk’ yang diterapkan oleh Donald Trump pasca presiden AStersebut memerintahkan pemblacklist-an pada Anthropic.
Label ini menyebabkan perusahaan mereka di-blacklist dariindustri sehingga tidak ada perusahaan yang ingin bekerja sama denganperusahaan AI tersebut.
Sebelumnya, Anthropic mengambil sikap tegas terkaitpenggunaan AI oleh Dewan Pertahanan AS, Pentagon. Induk dari model AI Claudeini memutuskan untuk menolak tawaran Pentagon yang ingin menggunakan teknologitersebut sepenuhnya alias tanpa batas.
Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi CEO AnthropicDario Amodei pada Kamis, (26/02) lalu–tepat sebelum AS dan Israel menyerangIran. Dario menyebut bahwa pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan DewanPertahanan AS.
Batasan yang enggan dilanggar oleh Anthropic tersebut antaralain mengenai penggunaan AI untuk pengawasan massal dalam negeri dan jugasenjata otonom yang sepenuhnya dikendalikan oleh AI.
“Kami mendukung penggunaan AI untuk misi intelijen luarnegeri yang sah. Tetapi penggunaan AI untuk pengawasan massal terhadap warganegara sendiri tidak sejalan dengan nilai demokrasi,” ujar Dario.
Menurutnya, pengawasan warga negara sendiri yangdikendalikan oleh AI bisa menimbulkan risiko serius bagi kebebasanmasyarakat.
Begitupun dengan poin kedua terkait senjata otonom.Menurutnya, senjata otonom dengan kendali AI secara penuh bisa menimbulkanrisiko tak hanya untuk prajurit militer namun juga untuk sipil.