Transaksi Makin Turun, 68 Persen Pemain ‘Pensiun’ dari Judi Online

Uzone.id— Industri judionline diklaim mengalami penurunan sepanjang 2025 ini seiring dengan upayapemberantasan judi online (judol) yang dilakukan oleh lintas kementerian diIndonesia.
Dalam data yang dibagikan Pusat Pelaporan dan AnalisisTransaksi Keuangan (PPATK), jumlah transaksi judi online pada 2025 turun hingga57 persen dibandingkan pada tahun 2024.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan bahwaperputaran dana judi online di Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesarberada di angka Rp155,4 triliun. Angka yang jauh lebih sedikit dibandingkantahun lalu yang mencapai kisaran angka Rp359,8 triliun.
Pemain judi online juga disebut mengalami penurunan dimanajumlah pemain judi online yang sudah ‘pensiun’ mencapai 68,32 persen. Daritahun 2024 mencapai 9,7 juta orang pemain kini hanya sekitar 3,1 juta orangyang masih terjebak dalam aktivitas ilegal ini.
PPATK juga mencatat semenjak awal 2025 hingga kuartal ke-3,jumlah perputaran dana judol mencapai Rp155 triliun atau turun 57 persendibandingkan pada tahun 2024.
Terkait penurunan ini, Menteri Komdigi, Meutya Hafidmenjelaskan ini adalah hasil dari komitmen pemerintah dan juga kerjasama darimasyarakat juga.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakanpenurunan tersebut merupakan hasil nyata dari komitmen pemerintah dalammelindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi judi online.
“Ini menunjukkan juga negara hadir secara serius untukmelindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari jeratan judi online,”kata Meutya.
Meski sudah semakin menurun, tapi Meutya Hafid menekankanupaya pemerintah tidak akan berhenti pada capaian saat ini dan akan terusmemperkuat pengawasan serta penindakan terhadap segala bentuk praktik judionline, termasuk memutus akses konten dan situs-situs judi online yang terusmuncul.
“Kami akan terus mempersempit ruang gerak pelaku, baik darisisi konten, infrastruktur digital, maupun aliran dananya,” ujarnya.