Usai PHK Massal, Meta Pindahkan 7 Ribu Karyawan ke Divisi AI

Uzone.id—Restrukturisasibesar-besaran sedang melanda Meta. Setelah resmi melepas 8 ribu karyawan merekadi akhir Mei ini, perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut juga sedangmemindahkan karyawan-karyawan mereka ke divisi yang berkaitan dengan AI.
Melansir dari Reuters, Meta dilaporkan memindahkan sekitar7.000 karyawan ke divisi baru yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan(AI).
Kabar ini disampaikan oleh Kepala HR Meta, Janelle Galedalam memo yang dikirimkan ke karyawan, restrukturisasi tersebut akan membentukempat organisasi baru yang fokus membangun aplikasi dan alat berbasis AI.
Gale juga menyebut kalau perubahan struktur ini bertujuanmembuat perusahaan lebih produktif sekaligus meningkatkan pengalaman kerjakaryawan.
Divisi baru tersebut disebut akan menggunakan pendekatan“AInative design structures”,dimana lapisan manajemen akan dibentuk menjadilebih sedikit dibanding struktur sebelumnya.
Di waktu yang hampir bersamaan, Meta juga mulai mengirimkannotifikasi PHK kepada sebagian pegawainya di berbagai negara sebagai bagiandari rencana pemangkasan 8 ribu karyawan mereka.
Langkah efisiensi ini disebut menjadi bagian dari strategiMeta untuk meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mendukung investasibesar mereka di sektor AI.
Beberapa waktu lalu, Zuckerberg menjelaskan kalau AI bukanjadi satu-satunya alasan perusahaan memangkas karyawan mereka.
Kondisi global yang saat ini semakin memanas juga ikutmempengaruhi keputusan perusahaan. Zuckerberg menyebut perang antara AmerikaSerikat dan Iran turut berdampak pada daya beli masyarakat, yang pada akhirnyaberimbas pada bisnis iklan Meta.
“Kalau harga minyak naik, maka konsumen akan menghabiskanlebih banyak uang untuk minyak dan bahan bakar, dan lebih sedikit untuk hal-hallain yang sifatnya tidak mendesak yang biasanya jadi target iklan,” jelasnya,dikutip dariFast Company.
Tekanan ini pun turut berdampak pada kinerja saham Meta yangsempat turun hingga 10 persen beberapa waktu lalu karena kekhawatiran investorsetelah perusahaan meningkatkan proyeksi belanja modal tahun ini.