Apa itu "Desil" dan Siapa yang Nantinya Dilarang Pakai BBM Subsidi
Pemerintah mematangkan kebijakan pembatasan pembelian Pertalite tanpa kenaikan harga, untuk menyalurkan subsidi lebih tepat sasaran.

Highlight Artikel
- Pemerintah mematangkan kebijakan pembatasan pembelian Pertalite tanpa mengubah harga jual untuk menyalurkan subsidi lebih tepat sasaran.
- Langkah ini menindaklanjuti masukan DPR dan akan diimplementasikan secara bertahap untuk memonitor dampak makroekonomi.
- Pembatasan akan menyasar kelompok masyarakat desil 9 dan 10, yang akan diarahkan untuk beralih menggunakan BBM nonsubsidi.
- Istilah 'Desil' merujuk pada kelompok kesejahteraan keluarga yang diklasifikasikan oleh Kementerian Sosial berdasarkan variabel sosial ekonomi.
Uzone.id - Pemerintah saat ini tengah mematangkan strategi kebijakan untuk melakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dengan fokus utama pada Pertalite.
Langkah ini diambil bukan untuk mengubah harga jual di tingkat konsumen, melainkan merupakan upaya nyata pemerintah dalam menjamin agar alokasi subsidi energi dapat tersalurkan secara lebih tepat sasaran kepada pihak yang memang berhak menerimanya.Tujuan dan Mekanisme Pembatasan Pertalite
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut atas masukan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menyoroti adanya kebocoran dalam distribusi BBM bersubsidi selama ini.
"Yang pertama diluruskan, harga nggak naik, ya. Cuma, waktu di DPR saya diperintahkan untuk memastikan subsidinya lebih tepat sasaran," ungkap Purbaya, dikutip Uzone.id dari Antara.
Dalam eksekusinya, pemerintah berkomitmen untuk menjalankan kebijakan ini secara bertahap guna memonitor dampak makroekonomi secara cermat sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan penuh.
Evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk mengukur respons ekonomi jika pembatasan mulai diterapkan secara ketat.
"Kami akan lakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya seperti apa. Kalau, misalnya, desil 10 saya setop nggak boleh beli Pertalite, bagaimana dampaknya ke ekonomi. Jadi, kita akan bertahap." jelas Purbaya.
Kebijakan pengendalian ini nantinya akan menyasar kelompok masyarakat pada desil 9 dan 10, yang akan diarahkan untuk beralih menggunakan BBM nonsubsidi.
Pengendalian subsidi ini dinilai sangat krusial di tengah gejolak harga minyak dunia yang masih tidak menentu.
Pemerintah harus mengambil langkah strategis agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga stabilitasnya hingga akhir tahun fiskal.
Penjelasan Istilah Desil dalam Pembatasan BBM
Dalam pemaparannya terkait penyaluran subsidi BBM ini, pemerintah kerap menggunakan istilah Desil untuk mengkelompokkan masyarakat.
Lantas, siapa masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 9 dan 10 dan berpotensi tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite?
Berdasarkan website resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos), desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi, mencakup keterangan individu (pekerjaan, pendidikan), keterangan perumahan (kondisi rumah, daya listrik), dan kepemilikan aset.
Dalam klasifikasi tersebut terdapat 10 desil yang masing-masing mencakup sekitar 10% keluarga di Indonesia berdasarkan tingkat kesejahteraannya.
Berikut kriteria desil 1-10:
Desil 1 (Sangat Miskin): Kelompok ini memiliki kondisi ekonomi paling bawah. Tidak mempunyai pekerjaan stabil, pendapatan tidak menentu, kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, dan termasuk prioritas utama seluruh program bansos.
Desil 2 (Miskin): Masyarakat kategori ini memiliki pendapatan rendah dan sangat rentan terhadap perubahan ekonomi. Misalnya, mudah terdampak kenaikan harga, tidak punya tabungan atau cadangan ekonomi.
Desil 3 (Hampir Miskin): Kelompok ini termasuk miskin ekstrem tetapi rawan jatuh miskin. Risikonya meningkat ketika terjadi PHK, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan gangguan ekonomi lainnya.
Desil 4 (Rentan Miskin): Kondisi ekonomi ini relatif stabil, tetapi rentan jika terjadi bencana, sakit berat, atau penurunan pendapatan mendadak. Mereka masih masuk kategori layak menerima bansos dalam kondisi tertentu.
Desil 5 (Pas-pasan): Kelompok ini sudah berada pada batas aman ekonomi, tetapi belum sepenuhnya sejahtera. Ciri-cirinya yakni memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan mencukupi, tetapi mepet kebutuhan. Tetap berpeluang mendapatkan beberapa jenis bantuan.
Desil 6-10 (Menengah Atas): Kelompok ini sudah dianggap cukup sejahtera. Cirinya yakni memiliki pendapatan stabil dan tergolong aman dari risiko kemiskinan. Tidak diprioritaskan untuk menerima bansos reguler.
FAQ Artikel
Mengapa pemerintah melakukan pembatasan pembelian Pertalite?
Pembatasan ini dilakukan untuk memastikan subsidi energi tersalurkan secara lebih tepat sasaran kepada pihak yang berhak, menindaklanjuti adanya kebocoran distribusi dan menjaga stabilitas APBN.
Apakah harga Pertalite akan naik dengan adanya kebijakan ini?
Tidak, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk menaikkan harga jual Pertalite, melainkan untuk mengatur distribusinya.
Siapa saja kelompok masyarakat yang akan terkena pembatasan pembelian Pertalite?
Pembatasan ini akan menyasar kelompok masyarakat pada desil 9 dan 10, yaitu kelompok menengah atas yang dinilai cukup sejahtera dan akan diarahkan untuk menggunakan BBM nonsubsidi.
Apa itu istilah "Desil" yang digunakan pemerintah?
Desil adalah kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi (pekerjaan, pendidikan, perumahan, aset) oleh Kementerian Sosial. Terdapat 10 desil, masing-masing mewakili sekitar 10% keluarga di Indonesia.

