Digilife

April Mop Jadi Trending Topik, Harusnya Tak Ada karena Virus Corona

  • 01 April 2020
  • Bagikan :

     

    Uzone.id - Dunia Twitter ramai dengan trending topik April Mop. Padahal tahun ini April Mop ditiadakan karena wabah corona yang membuat semua prihatin dan tidak mungkin mengerjai orang yang sedang bersedih.

    Sampai berita ini diturunkan, Rabu, 1 April 2020, ada dua topik yang trending terkait dengan April Mop. Selain dua kata tersebut, ada juga hashtag #AprilFoolsDay. Jika April Mop telah mencapai 128 ribu cuitan, hashtag April Fools Day mencapai 1,86 juta cuitan.

    Sepertinya, April Fools Day merupakan hashtag yang diramaikan seluruh netizen di dunia sedangkan April Mop ramai di netizen Indonesia saja. Tidak heran jika April Mop menduduki posisi 1 trending topik di Twitter.

    Baca juga: Tradisi Ngibul April Mop Ditiadakan karena Corona

    Sebelumnya diberitakan jika tahun ini, tradisi ngibul di dunia itu ditiadakan karena wabah virus corona. Salah satu yang berkomitmen untuk sementara waktu tidak melanjutkan tradisi ini adalah Google.

     

     

     

    Mengutip Business Insider, Google mengaku akan melewatkan momentum April Mop di tahun ini untuk menghormati orang-orang yang tengah berjuang melawan pandemi COVID-19. Maka dari itu, Google juga mengatakan alih-alih mengeluarkan upaya untuk mengerjakan tradisi April Mop, raksasa teknologi ini memilih untuk fokus membantu orang-orang yang terdampak corona.

    “Kami telah memberhentikan apapun yang berkaitan dengan April Fools’ Day, dan menyadari mungkin ada proyek kecil di dalam tim yang sebenarnya lebih berfaedah,” ungkap Head of Marketing Google, Lorraine Twohill.

    Baca juga: LDR-an di Tengah Pandemi Corona? Ini Cara Manfaatkan Layanan Nobar Netflix

    Dia melanjutkan, “tujuan utama kami sekarang adalah menolong orang-orang, maka mari simpan dulu lelucon untuk April tahun depan yang kami yakini pasti lebih cerah dibanding masa-masa sekarang.”

    Keputusan Google ini dianggap sudah cukup bijak, mengingat saat ini dunia tengah mengalami krisis kesehatan, khususnya di Amerika Serikat yang sekarang sudah menduduki peringkat pertama sebagai negara yang memiliki kasus virus corona terbanyak.