Home
/
Automotive

Asap Karhutla Tebal, Pemotor Disarankan Pilih Transportasi Lain

Asap Karhutla berisiko tinggi bagi pengendara motor (kecelakaan dan kesehatan); diimbau kurangi perjalanan, pilih transportasi aman, atau kenakan masker.

Asap Karhutla Tebal, Pemotor Disarankan Pilih Transportasi Lain

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Kabut asap tebal akibat Karhutla sangat berbahaya bagi pengendara motor karena mengurangi jarak pandang secara drastis.
  • Instruktur Safety Riding Jusri Pulubuhu menekankan peningkatan risiko kecelakaan akibat visibilitas rendah dan potensi masalah kesehatan.
  • Disarankan untuk mengurangi perjalanan yang tidak penting atau beralih ke moda transportasi lain yang lebih aman seperti kereta api atau mobil.
  • Pengendara motor diimbau menggunakan masker (misalnya masker pandemi) untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan asap.

Uzone.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah Indonesia membuat kabut asap tebal yang mengurangi jarak pandang. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, terutama bagi pengendara motor.

Jusri Pulubuhu selaku Instruktur Safety Riding dari Jakarta Defensive Driving Consultant mengatakan asap dari karhutla bisa berdampak pada dua hal bagi pengendara motor.

Pertama adalah potensi risiko yang meningkat, kemudian ada juga potensi risiko kesehatan karena asap.




"Kita sudah tahu potensi risikonya adalah kecelakaan yang diakibatkan terjadinya defisiensi visibilitas atau terjadinya penurunan kemampuan mata kita mendeteksi area di sekeliling motor," ujar Jusri saat dihubungi Uzone.id, Senin (24/8).

Jusri pun menyarankan bagi masyarakat yang terdampak asap dari karhutla untuk mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting.

Namun bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas keluar rumah menggunakan kendaraan, bisa memilih metode transportasi lain.





"Misalnya, kalau harus bergerak untuk di kota-kota bisa menggunakan kendaraan yang lain, seperti kereta api. Di mana kalau kereta api sudah ada jalur yang aman," jelas Jusri.

Di sisi lain bisa juga berganti menggunakan mobil untuk berpergian, meskipun masih memiliki risiko namun tingkat ke fatalan ketika terjadi insiden menjadi lebih minim.

"Karena kita tahu naik motor itu kan full body contact, artinya ketika terjadi kecelakan tubuh pengendara langsung bersentuhan dengan objek keras. Kalau ada mobil atau naik bus, ya mobilnya yang menabrak," sebutnya.




Selain potensi risiko kecelakaan yang meningkat, Jusri juga menyarankan untuk pengendara motor menggunakan masker untuk mengurangi risiko kesehatan.

"Kalau pakai masker anti-smoke itu kan agak ribet ya buat naik motor. Setidaknya pakai masker yang pernah kita pakai saat pandemi. Ini bisa mengurangi risiko kesehatan," pungkas Jusri.

Perlu diketahui, karhutla terjadi bukan hanya di Kalimantan saja, tetapi beberapa daerah lain di Indonesia juga mengalami hal yang sama.

Selain Kalimantan, karhutla juga terjadi di Sumatra, Papua, hingga Jawa yang kerap terjadi di lahan persawahan sekitar Jalan Tol Trans-Jawa.

FAQ Artikel

Apa bahaya kabut asap Karhutla bagi pengendara motor?

Kabut asap tebal akibat Karhutla sangat berbahaya bagi pengendara motor karena dapat mengurangi jarak pandang (defisiensi visibilitas) secara drastis, sehingga meningkatkan potensi risiko kecelakaan dan juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Apa saran Jusri Pulubuhu untuk pengendara motor saat Karhutla?

Jusri Pulubuhu menyarankan untuk mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting. Jika harus beraktivitas, sebaiknya memilih metode transportasi lain seperti kereta api atau mobil, karena memiliki risiko fatalitas yang lebih minim dibandingkan sepeda motor.

Masker jenis apa yang disarankan untuk mengurangi risiko kesehatan dari asap?

Meskipun masker anti-smoke agak ribet, Jusri Pulubuhu menyarankan untuk setidaknya menggunakan masker yang biasa dipakai saat pandemi untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap Karhutla.

Brian Priambudi

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article