Home
/
Digilife

Modifikasi Cuaca Dikerahkan untuk Karhutla Kalimantan, Ini Cara Kerjanya

1.487 titik panas Karhutla di Kalimantan mendorong Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), yaitu menyemai awan dengan garam agar hujan lekas turun untuk memadamkan api.

Modifikasi Cuaca Dikerahkan untuk Karhutla Kalimantan, Ini Cara Kerjanya

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Karhutla di Kalimantan meluas hingga 1.487 titik panas, tersebar di Kalimantan Tengah, Barat, Selatan, Timur, dan Utara.
  • Pemerintah mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya penanggulangan dari udara.
  • Metode utama OMC adalah cloud seeding atau penyemaian awan, dengan menaburkan bahan seperti garam NaCl atau perak iodida untuk mempercepat turunnya hujan.
  • Pelaksanaan OMC melibatkan kolaborasi antara BMKG, TNI AU, BNPB, dan KLHK, dengan BMKG menyediakan data cuaca dan TNI AU menjalankan penyemaian awan.

Uzone.id — Kebakaran hutan dan
lahan (Karhutla) di Kalimantan terus meluas ke hampir seluruh wilayah
Kalimantan. Hingga Jumat, (21/08), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
mencatat ada sebanyak 1.487 titik panas (hotspot).

Titik panas ini tersebar di Kalimantan Tengah 767 titik,
Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan 74 titik, Kalimantan Timur 74
titik, hingga Kalimantan Utara 3 hingga 18 titik.

Solusi Karhutla: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Untuk menghentikan penyebaran kebakaran di Kalimantan,
pemerintah pun mulai mengerahkan bantuan dari darat maupun udara. Salah satunya
melalui udara dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Modifikasi cuaca ini disebar ke beberapa wilayah termasuk di
Kalimantan Barat pada 13 hingga 17 Agustus 2026 dengan volume curah hujan
hingga 10,92 juta meter kubik di wilayah penyemaian.




Pelaksanaan OMC ini terbuka pada 23 hingga 27 Agustus 2026
mendatang berdasarkan perkiraan cuaca terkini. Tapi, Kepala Biro Hubungan
Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi
berpendapat kalau hingga akhir Agustus 2026, OMC sangat minim.

Tapi, pemantauan atmosfer tetap dilakukan untuk
mengidentifikasi apabila muncul peluang penyemaian awan dan akan
dilakukan. 

Mekanisme Operasi Modifikasi Cuaca

Cara kerja dari Operasi Modifikasi Cuaca mempertimbangkan
analisis meteorologi yang berlaku di wilayah tersebut. Ini dilakukan untuk
memastikan kalau upaya modifikasi cuaca tersebut berhasil dan bisa menunjukkan
dampak yang nyata.

Metode yang umum digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca
(OMC) adalah cloud seeding atau penyemaian awan. Sederhananya, metode
ini dilakukan dengan menaburkan bahan seperti garam ke awan pada koordinat yang
sudah ditentukan.

Adapun bahan yang umum digunakan dalam modifikasi cuaca
terdiri dari tiga jenis. Garam NaCl bersifat higroskopis sehingga sering
digunakan untuk membantu proses penyemaian awan. 

Kemudian ada perak iodida (AgI) yang memiliki struktur
menyerupai es dan dapat membantu pembentukan kristal es di dalam awan. Lalu ada
bahan lain yang mengandung klorida, yang struktur garamnya dapat membantu
mengendalikan kemampuan awan dalam menyerap air. 

Secara alami, hujan terjadi ketika uap air di atmosfer
berkumpul membentuk awan dan tetesan air di dalamnya menjadi cukup berat untuk
jatuh sebagai hujan.




Nah, garam yang tadi ditaburkan ini berguna untuk
mempercepat proses kondensasi sehingga hujan bisa turun lebih cepat. Di
masa-masa kemarau ini, cloud seeding bisa mempercepat curah hujan untuk
membantu pengelolaan sumber daya air.

Saat terjadi karhutla seperti yang terjadi di Kalimantan,
penyemaian dilakukan pada awan penghujan di sekitar wilayah kebakaran untuk
membantu menurunkan hujan dan memadamkan api. 

Saat musim hujan, metode serupa juga bisa digunakan untuk
membuat hujan turun lebih awal di lokasi yang lebih aman, misalnya di atas
laut, sebelum awan mencapai daerah yang rawan banjir.

Selain cloud seeding, ada metode cloud breaking
atau pengkerdilan awan. Jika cloud seeding bertujuan mempercepat turunnya
hujan, cloud breaking justru digunakan untuk menghambat atau mengurangi curah
hujan dengan mengurangi jumlah uap air yang mengalami kondensasi. 

Dalam penanggulangan bencana, pelaksanaan OMC ini melibatkan
BMKG, TNI AU, BNPB, dan KLHK. BMKG bertugas menyediakan data dan informasi
mengenai cuaca, awan, serta arah dan kekuatan angin. 

Kemudian informasi dari radar cuaca BMKG digunakan untuk
menentukan awan yang menjadi target penyemaian. Setelah itu, pesawat Casa milik
TNI AU membawa bahan semai berupa garam NaCl untuk disebarkan ke awan target.

 

FAQ Artikel

Apa itu Karhutla dan berapa banyak titik panas di Kalimantan?

Karhutla adalah Kebakaran hutan dan lahan. Artikel menyebutkan bahwa hingga Jumat, (21/08), BNPB mencatat ada sebanyak 1.487 titik panas (hotspot) yang tersebar di Kalimantan Tengah, Barat, Selatan, Timur, dan Utara.

Apa itu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)?

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) adalah upaya pemerintah untuk menghentikan penyebaran kebakaran di Kalimantan, salah satunya melalui udara, dengan tujuan memengaruhi cuaca untuk mendapatkan dampak yang nyata, seperti mempercepat hujan.

Bagaimana cara kerja metode cloud seeding dalam OMC?

Metode cloud seeding atau penyemaian awan dilakukan dengan menaburkan bahan seperti garam ke awan pada koordinat yang sudah ditentukan. Garam ini berguna untuk mempercepat proses kondensasi sehingga hujan bisa turun lebih cepat.

Bahan apa saja yang umum digunakan dalam penyemaian awan?

Ada tiga jenis bahan umum yang digunakan: Garam NaCl yang bersifat higroskopis, Perak iodida (AgI) yang membantu pembentukan kristal es, dan bahan lain yang mengandung klorida untuk mengendalikan kemampuan awan menyerap air.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam pelaksanaan OMC?

Pelaksanaan OMC melibatkan BMKG, TNI AU, BNPB, dan KLHK. BMKG bertugas menyediakan data cuaca, awan, serta arah dan kekuatan angin, sementara pesawat Casa milik TNI AU membawa bahan semai untuk disebarkan ke awan target.

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article