Awas! Ekstensi Adobe Acrobat Bisa Bajak WhatsApp Web
Celah keamanan HermeticReader pada ekstensi Adobe Acrobat PDF mengancam pengguna WhatsApp Web dengan risiko pencurian data chat hingga pengambilalihan akun.

Ilustrasi celah HermeticReader di Adobe Acrobat PDF yang bisa mengambil alih WhatsApp Web (Foto: AI generated-content)
Highlight Artikel
- Celah keamanan HermeticReader (CVE-2026-48294) ditemukan pada ekstensi Adobe Acrobat PDF di browser.
- Kerentanan tersebut dapat dimanfaatkan situs berbahaya untuk membaca pesan hingga membajak akun WhatsApp Web.
- Serangan ini tidak membutuhkan malware, kata sandi, ataupun pencurian cookie sesi milik korban.
- Pengguna disarankan memeriksa versi ekstensi secara manual dan memperbaruinya ke versi aman 26.5.2.3 ke atas.
Uzone.id - Kalian yang pakai WhatsApp Web, sekaligus memasang ekstensi Adobe Acrobat PDF di browser, perlu ekstra hati-hati. Sebab, ada celah keamanan pada ekstensi tersebut yang dapat membuka jalan bagi situs berbahaya untuk membaca percakapan hingga mengambil alih akun WhatsApp.
Celah bernama ‘HermeticReader’ dan tercatat sebagai ‘CVE-2026-48294 ini ditemukan pada ekstensi Adobe Acrobat PDF untuk Google Chrome yang sudah terpasang di sekitar 329 juta browser.“Yang bermasalah bukan aplikasi Adobe Acrobat Reader di komputer Anda, melainkan ekstensi Adobe Acrobat PDF di browser (ID ekstensi: efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj). Ini perlu ditegaskan supaya tidak salah sasaran,” tulis Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber, Vaksincom, dalam keterangan yang kami terima.
HermeticReader muncul setelah Adobe membawa integrasi Acrobat ke WhatsApp Web. Fitur yang diumumkan pada 30 April 2026 itu memungkinkan pengguna mengolah dokumen PDF langsung dari WhatsApp Web.
Mesin integrasinya kemudian dibawa melalui ekstensi Adobe Acrobat versi 26.5.2.1 pada 3 Juni 2026. Kurang dari empat jam setelah versi tersebut dirilis, tim peneliti Guardio Labs menemukan rantai celah yang dapat mengeksploitasi integrasi tersebut.
Guardio Labs kemudian melaporkannya kepada Adobe Product Security Incident Response Team atau PSIRT. Adobe menindaklanjuti laporan itu dan merilis versi perbaikan 26.5.2.3 pada akhir pekan yang sama.
CVE-2026-48294 selanjutnya dipublikasikan ke National Vulnerability Database pada 17 Juni 2026 dengan skor CVSS 7,4. Rincian teknis mengenai HermeticReader baru dibuka Guardio Labs kepada publik pada 22 Juli lalu.
Cukup buka situs berbahaya
Celah HermeticReader ini punya rantai serangan yang sederhana tapi berlapis. Penyerang yang memanfaatkannya tidak perlu mencuri cookie sesi maupun memiliki akun Adobe, mereka hanya perlu ‘menunggu’ atau memancing korbannya untuk membuka situs berbahaya saat ekstensi Adobe Acrobat versi rentan masih terpasang di browser.
Masalahnya berasal dari sejumlah halaman internal ekstensi yang dapat dimuat oleh situs lain melalui iframe. Halaman tersebut membaca data berformat JSON dari alamat URL, lalu meneruskannya ke service worker milik ekstensi Adobe.
Service worker itu tidak memeriksa dengan baik identitas pengirim pesan. Tidak ada pula pembatasan terhadap jenis data yang dapat ditulis ke penyimpanan lokal ekstensi.
Celah tersebut memungkinkan situs berbahaya menulis sebuah flag untuk mengaktifkan Hermes, mesin yang menghubungkan Acrobat dengan WhatsApp Web. Mesin ini, jelas Alfons, sebenarnya tidak aktif secara default.
Setelah Hermes diaktifkan, penyerang tinggal menebak nomor tab tempat WhatsApp Web dibuka. Nomor tab relatif memungkinkan ditebak karena Chrome memberikannya secara berurutan.
Dari sana, penyerang dapat mengirimkan perintah ke halaman WhatsApp Web. Perintah yang tersedia memungkinkan penyisipan kode HTML dan pemanggilan metode pada elemen halaman tanpa daftar izin yang ketat.
“Celah ini tidak lahir dari teknik eksploitasi yang canggih. Ia lahir dari sekumpulan jalan pintas biasa di bagian yang jarang diperiksa orang: cara komponen ekstensi saling berkirim pesan, cara data disimpan, dan cara flag fitur dievaluasi,” jelas Alfons.
Isi chat WhatsApp bisa dicuri
Dalam demonstrasinya, peneliti Guardio Labs menunjukkan dua jenis serangan yang dapat dilakukan melalui celah HermeticReader.
Pertama adalah eksfiltrasi data atau pencurian informasi dari halaman WhatsApp Web. Peneliti menyisipkan sebuah formulir tersembunyi, lalu memindahkan isi halaman yang sedang ditampilkan ke dalam formulir tersebut.
Data itu selanjutnya dikirimkan ke server milik penyerang. Informasi yang dapat keluar mencakup daftar percakapan, nama kontak, nama profil, serta isi chat yang sedang terbuka.
Informasi tersebut kemudian dikirimkan dalam bentuk teks yang dapat dibaca, bukan data terenkripsi. Hal ini dimungkinkan karena isi pesan telah didekripsi ketika ditampilkan pada layar WhatsApp Web milik pengguna.
Serangan kedua dilakukan dengan menukar kode QR untuk menautkan perangkat di WhatsApp Web.
Penyerang dapat mengganti kode QR yang seharusnya digunakan korban dengan kode miliknya sendiri. Apabila korban memindai kode QR palsu tersebut, sesi milik penyerang yang justru akan terhubung ke akun WhatsApp korban.
Dengan akses tersebut, pelaku berpotensi membaca dan mengirim pesan seolah-olah sebagai pemilik akun. Inilah yang membuat HermeticReader dapat mengarah pada pengambilalihan akun secara penuh.
“Serangan ini tidak memerlukan malware, tidak memerlukan password anda, tidak mencuri cookie sesi, dan bukan celah di WhatsApp,” tegas Alfons.
Chrome dan Microsoft Edge ikut terdampak
HermeticReader berdampak pada Google Chrome serta browser lain berbasis Chromium yang mendukung pemasangan ekstensi Chrome. Artinya, pengguna Microsoft Edge juga berpotensi terdampak apabila memasang ekstensi Adobe Acrobat PDF versi rentan.
Menurut Alfons, versi yang rentan adalah Adobe Acrobat PDF 26.5.2.2 dan versi sebelumnya. Sementara versi yang sudah mendapatkan perbaikan adalah 26.5.2.3 atau yang lebih baru.
Pengguna dapat memeriksa versi ekstensi dengan membuka chrome://extensions di Google Chrome atau edge://extensions di Microsoft Edge.
Chrome umumnya memperbarui ekstensi secara otomatis di latar belakang. Namun, pembaruan belum tentu sudah diterima oleh semua pengguna.
Perangkat yang jarang dinyalakan atau browser yang versinya dibatasi oleh kebijakan teknologi informasi perusahaan berpotensi tertinggal dan masih menjalankan versi lama.
Karena itu, pengguna tetap disarankan memeriksa versi ekstensi secara manual. Apabila tidak membutuhkan Adobe Acrobat PDF di browser, ekstensi tersebut sebaiknya dihapus untuk mengurangi potensi jalan masuk serangan.
Buat pengguna yang selama ini masih menggunakan WhatsApp Web, disarankan juga untuk menggunakan aplikasi WhatsApp untuk Windows maupun macOS. Dengan menggunakan aplikasi tersendiri, WhatsApp tidak ikut terpapar celah dari ekstensi lain yang terpasang pada browser yang sama.
Sementara bagi perusahaan, pengelola teknologi informasi disarankan melakukan inventarisasi ekstensi yang terpasang pada browser karyawan. Ekstensi dengan izin mengakses seluruh situs perlu diperiksa lebih ketat, sedangkan pemasangan ekstensi yang tidak dikelola dapat dibatasi lewat kebijakan organisasi.
Guardio Labs menyatakan belum menemukan indikasi HermeticReader telah dieksploitasi secara aktif sebelum perbaikannya dirilis. Meski begitu, risiko tetap ada apabila ekstensi pada perangkat pengguna belum diperbarui ke versi yang aman.
FAQ Artikel
Apa sebenarnya celah keamanan HermeticReader itu?
HermeticReader (CVE-2026-48294) adalah celah keamanan pada ekstensi Adobe Acrobat PDF di browser yang memungkinkan situs berbahaya menyusup untuk membaca riwayat obrolan hingga membajak akun WhatsApp Web pengguna.
Apakah kerentanan ini disebabkan oleh sistem keamanan WhatsApp?
Tidak. Celah keamanan ini murni berasal dari sistem berkirim pesan internal pada ekstensi Adobe Acrobat PDF di browser, bukan dari aplikasi WhatsApp.
Browser mana saja yang terancam oleh celah keamanan ini?
Celah ini berdampak pada Google Chrome dan seluruh browser berbasis Chromium yang memasang ekstensi tersebut, termasuk Microsoft Edge.
Bagaimana langkah pencegahan terbaik untuk mengamankan akun?
Pengguna disarankan untuk segera memperbarui ekstensi Adobe Acrobat ke versi 26.5.2.3 atau versi yang lebih baru, menghapus ekstensi jika tidak diperlukan, atau beralih menggunakan aplikasi WhatsApp resmi di Windows maupun macOS.


