Home
/
Telco

BATIC 2026 Hadirkan 2.700 Peserta, Bahas Masa Depan Konektivitas

Konferensi Telin BATIC 2026 di Bali sukses mengumpulkan 2.700+ peserta dari 67 negara, mendiskusikan masa depan konektivitas dan infrastruktur AI.

BATIC 2026 Hadirkan 2.700 Peserta, Bahas Masa Depan Konektivitas

Bagikan :

Highlight Artikel

  • BATIC 2026 kembali digelar dengan skala lebih besar, menarik lebih dari 2.700 peserta dari 67 negara, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.
  • Mengusung tema ‘Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress’ yang menekankan pentingnya kolaborasi dan pendekatan ekosistem dalam industri telekomunikasi.
  • Kebutuhan konektivitas global melonjak pesat, didorong oleh pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), bahkan membuat kapasitas infrastruktur cepat habis.
  • BATIC berperan sebagai forum penting bagi Telin untuk mempertemukan pelaku industri global, membangun kemitraan jangka panjang, dan memperkuat ekosistem digital.
Nusa Dua, Bali, Uzone.id – Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 kembali digelar dengan skala yang lebih besar. Memasuki penyelenggaraan ke-11, forum industri yang digelar Telin ini mempertemukan lebih dari 2.700 peserta dari 67 negara untuk membahas masa depan konektivitas dan ekosistem digital.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Pada BATIC 2025, peserta yang hadir tercatat sekitar 1.800 orang dari 55 negara.

BATIC 2026 digelar di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, dengan membawa tema ‘Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress’. Tema tersebut mencerminkan perubahan industri telekomunikasi yang semakin membutuhkan kolaborasi lintas perusahaan dan sektor.

CEO Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan, BATIC sejak awal dirancang untuk terus mengikuti perkembangan industri. Karena itu, tema yang diangkat setiap tahun disesuaikan dengan kebutuhan industri, baik untuk menjawab tantangan saat ini maupun mengantisipasi kebutuhan ke depan.





"Pada BATIC 2026 ini kami menggunakan tema yang berfokus pada ekosistem dan connected progress. Kami menyadari sejak awal BATIC didirikan bahwa ke depan tidak ada lagi sesuatu yang bisa kita lakukan sendiri. Semuanya harus didorong dengan pendekatan ekosistem dan kolaborasi,” ucap Abdul Rahman saat konferensi pers yang digelar di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Selasa (25/8).

Menurut Abdul, ekosistem BATIC juga terus berkembang dari tahun ke tahun. Salah satu hal baru yang hadir pada BATIC 2026 adalah BATIC Series yang secara khusus membahas bisnis enterprise.

Program tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan memperluas cakupan pembahasan BATIC, yang selama ini banyak berkaitan dengan industri konektivitas.

Bagi Telin, perkembangan BATIC bukan hanya diukur dari semakin besarnya jumlah peserta. Kualitas interaksi dan engagement yang tercipta antarpelaku industri juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan forum tersebut.

"Harapannya semakin banyak value yang bisa dihasilkan dari setiap penyelenggaraan BATIC. Value tersebut mungkin tidak bersifat short term, karena yang kami bangun melalui BATIC adalah partnership jangka panjang yang akan memberikan value bagi seluruh member of the ecosystem,” lanjutnya.



Foto: Uzone.id

Kebutuhan Konektivitas Ikut Terdorong AI

Peran BATIC juga semakin relevan ketika kebutuhan konektivitas global terus meningkat seiring pertumbuhan kecerdasan buatan atau AI.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba turut mengatakan, BATIC memiliki peran penting dalam memperkuat citra TelkomGroup sebagai pemain infrastruktur digital, baik di tingkat regional maupun global.

Salah satu fokus utama BATIC adalah konektivitas, termasuk infrastruktur kabel laut internasional.

Menurut Budi, bisnis konektivitas yang ditopang kabel laut internasional mencatat pertumbuhan revenue lebih dari 20 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut membuat Telin tetap fokus mengembangkan infrastruktur kabel laut internasional. Apalagi, kebutuhan konektivitas ikut meningkat pesat seiring perkembangan AI.

"Kalau dilihat dari tahun ke tahun, bisnis connectivity yang ditopang khususnya oleh kabel laut internasional tumbuh di atas 20 persen secara revenue year-on-year. Jadi pertumbuhannya cukup signifikan,” tutur Budi Satria dalam kesempatan yang sama.




Budi mengatakan kebutuhan konektivitas untuk AI dan compute bahkan bisa mencapai sekitar 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur harus berpacu dengan pertumbuhan permintaan. Salah satu contohnya adalah kabel laut Bifrost yang menghubungkan Singapura hingga Amerika Serikat.

Telin menyelesaikan pembangunan Bifrost tahun lalu setelah melalui proses sekitar lima tahun. Namun, kapasitas kabel tersebut disebut sudah habis dalam waktu kurang dari satu tahun.

"Artinya, pertumbuhan demand sekarang jauh lebih cepat dibandingkan waktu yang kita butuhkan untuk membangun infrastrukturnya. Kebutuhannya sangat tinggi."

BATIC pun menjadi salah satu ruang bagi Telin untuk mempertemukan operator global, pelanggan, dan mitra untuk membicarakan pembangunan maupun pemanfaatan infrastruktur konektivitas internasional.

Peserta BATIC 2026 Tembus 67 Negara

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini yang juga hadir dalam kesempatan konferensi pers tersebut menilai perkembangan BATIC menunjukkan semakin luasnya kebutuhan terhadap kolaborasi dalam ekosistem digital.
Selain jumlah peserta yang naik menjadi lebih dari 2.700 orang, jumlah negara yang terlibat juga meningkat menjadi 67 negara. Bahkan, BATIC 2026 turut dihadiri peserta dari Amerika Latin.

Jumlah pertemuan bisnis yang terdaftar melalui sistem BATIC juga mencapai ribuan. Menurut Dian, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa BATIC tidak hanya menjadi forum TelkomGroup, tetapi telah berkembang menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri digital dari berbagai negara.

"Jadi kita bisa membayangkan bahwa kolaborasi yang terjadi sangat luar biasa. Value yang kita create bersama-sama di dalam BATIC mudah-mudahan juga luar biasa,” imbuh Dian.



Foto: Uzone.id

Ia menyambung, "antusiasme para peserta yang terus meningkat tentu karena tim penyelenggara melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, sehingga orang terus datang dan jumlahnya semakin banyak."

Ke depan, Telin berharap BATIC terus berevolusi mengikuti perubahan industri, bukan hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari kualitas kolaborasi dan business engagement yang dihasilkan.

Dengan semakin banyaknya pelaku industri yang terlibat, BATIC diharapkan dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun kemitraan jangka panjang sekaligus memperkuat konektivitas Indonesia dengan ekosistem digital global.


FAQ Artikel

Apa itu BATIC 2026?

BATIC 2026 adalah Bali Annual Telkom International Conference ke-11 yang diselenggarakan oleh Telin, sebuah forum industri untuk membahas masa depan konektivitas dan ekosistem digital.

Berapa jumlah peserta dan negara yang terlibat dalam BATIC 2026?

BATIC 2026 mempertemukan lebih dari 2.700 peserta dari 67 negara, meningkat dari 1.800 orang dari 55 negara pada tahun sebelumnya.

Apa tema utama yang diusung BATIC 2026 dan mengapa?

BATIC 2026 mengusung tema ‘Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress’ untuk mencerminkan kebutuhan industri telekomunikasi akan kolaborasi lintas perusahaan dan sektor, serta pendekatan ekosistem.

Bagaimana perkembangan kecerdasan buatan (AI) memengaruhi kebutuhan konektivitas yang dibahas di BATIC?

Pertumbuhan AI mendorong peningkatan kebutuhan konektivitas global yang sangat pesat, bahkan mencapai sekitar 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya, membuat pembangunan infrastruktur harus berpacu dengan permintaan yang tinggi.

Hani Nur Fajrina

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article