Home
/
Automotive

BBM di Indonesia Naik Harga, di Malaysia Malah Turun

Pertamina baru-baru ini menaikkan harga BBM non-subsidi, tak lama kemudian negara tetangga Malaysia justru melakukan penurunan harga. Kok bisa?

BBM di Indonesia Naik Harga, di Malaysia Malah Turun

Foto: Ilustrasi SPBU Petronas di Malaysia (Dok: Istimewa)

Bagikan :

Uzone.id - Di saat Pertamina baru saja menaikkan harga BBM non-subsidi, tetangga kita, Malaysia, justru mengumumkan penurunan harga bahan bakar di negerinya. Kalau dibandingkan, mana negara yang punya harga BBM lebih terjangkau ya?

Di Indonesia, penyesuaian harga membuat sejumlah varian BBM non-subsidi milik Pertamina mengalami lonjakan yang cukup terasa.

Pertamax Green 95 naik menjadi Rp19.150 dari sebelumnya Rp16.600 per liter, alias naik Rp2.550 per liter. Lalu, Pertamax Turbo (RON 98) ikut terkerek menjadi Rp19.600 per liter dari Rp18.300.

BBM jenis diesel pun tak ketinggalan; Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex melonjak dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.



Pemandangan sebaliknya justru terjadi di Malaysia. Pemerintah Malaysia mengumumkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang kini resmi turun.

Penurunan ini menjadi yang pertama setelah harga BBM non-subsidi di sana sempat merangkak naik selama dua minggu berturut-turut.

Dikutip dari media lokal Malaysia, Kementerian Keuangan setempat mengumumkan bahwa untuk periode 3 hingga 9 September, harga eceran bensin RON95, RON97, dan diesel non-subsidi turun sebesar 5 sen per liter.





Padahal, pada minggu sebelumnya, harga ketiga bahan bakar tersebut sempat dinaikkan 5 sen per liter.

Kementerian Keuangan Malaysia menjelaskan bahwa penurunan harga ini dipicu oleh tren harga minyak mentah dunia yang diperdagangkan lebih rendah selama sebagian besar periode penetapan harga Automatic Pricing Mechanism (APM).

Sebagai informasi, Malaysia memakai sistem rumus APM yang sudah diperkenalkan sejak 1983 untuk menstabilkan harga mingguan berdasarkan pergerakan pasar.



Dengan penyesuaian ini, bensin RON 95 di Malaysia kini dibanderol 3,77 ringgit per liter, setara sekitar Rp 16.497 dengan kurs 1 ringgit = Rp 4.375.

Sementara itu, bensin RON 97 dijual seharga 4,25 ringgit per liter, setara Rp 18.597 dan BBM diesel non-subsidi turun menjadi 4,67 ringgit per liter atau setara Rp 20.435.

Meski ada penurunan harga, Kementerian Keuangan Malaysia mengingatkan bahwa pasar produk olahan minyak global masih menghadapi ketatnya pasokan akibat gangguan lalu lintas minyak di Selat Hormuz, berkurangnya kapasitas kilang di beberapa negara, serta adanya pembatasan ekspor bahan bakar.

"Faktor-faktor ini diperkirakan akan terus menyebabkan volatilitas harga dalam waktu dekat," demikian pernyataan Kementerian Keuangan Malaysia.

Kementerian Keuangan Malaysia juga kembali mengimbau para pengendara untuk tetap bijak dalam penggunaan bahan bakar dan menghindari perjalanan yang tidak perlu.

Brian Priambudi

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article