Home
/
Gadget

Belajar dari HP Terbakar di KRL, Begini Cara Mencegahnya

Dua smartphone terbakar di KRL Commuter Line memicu kepanikan dan penundaan, sehingga artikel ini mengulas penyebab, tanda, serta pencegahan ponsel panas.

Belajar dari HP Terbakar di KRL, Begini Cara Mencegahnya

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Dua smartphone terbakar di KRL Commuter Line relasi Rangkasbitung–Tanah Abang, memicu kepanikan dan menunda perjalanan 7 menit.
  • Diduga, salah satu ponsel berfungsi sebagai hotspot untuk perangkat lain, dan keduanya disimpan di dalam tas, menghambat sirkulasi udara.
  • Pengguna diimbau menghentikan penggunaan ponsel panas, mematikan hotspot, dan meletakkannya di tempat terbuka untuk pendinginan, serta tidak memasukkannya ke kulkas.
  • Jika ponsel mengeluarkan asap di transportasi umum, jangan panik, jauhkan diri, beritahu penumpang, dan segera laporkan kepada petugas.

Uzone.id - Dua unit smartphone terbakar di dalam KRL Commuter Line pada Kamis (17/9) pagi. Asap yang keluar dari tas salah seorang penumpang sempat memicu kepanikan hingga orang-orang berhamburan keluar dari kereta.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.49 WIB di Commuter Line No. 1641 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang. Saat kereta berhenti di Stasiun Rawa Buntu, petugas keamanan melihat sebuah tas mengeluarkan asap di Kereta Khusus Wanita yang berada di bagian depan rangkaian.

Tas kemudian dilempar ke peron dan langsung diamankan petugas. Setelah diperiksa, ternyata ada dua ponsel yang sudah dalam kondisi terbakar di dalamnya.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan, salah satu ponsel sedang digunakan sebagai hotspot untuk perangkat lainnya. Kedua ponsel tersebut sama-sama disimpan di dalam tas.

“Petugas segera membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line dan mengamankan tas berisikan gadget yang mengeluarkan asap. Petugas juga memberikan imbauan kepada penumpang agar tetap tenang dan tidak panik saat keluar dari rangkaian kereta,” katanya dalam keterangan resmi.

Insiden ini membuat perjalanan KRL terlambat sekitar tujuh menit. Kereta baru melanjutkan perjalanan setelah petugas memastikan kondisi rangkaian sudah aman.

HP meledak di KRL Rangkasbitung - Tanah Abang (Foto: Screenshot video @@cicifristy_)

Sampai sekarang, belum diketahui penyebab pasti kedua ponsel tersebut terbakar. Bisa saja karena baterai, korsleting, kerusakan komponen, atau faktor lain yang masih perlu diperiksa lebih lanjut.

Penggunaan hotspot juga belum tentu menjadi penyebab utamanya. Hanya saja, ketika fitur ini aktif, koneksi seluler dan WiFi bekerja terus untuk menerima sekaligus membagikan internet. Jadi wajar kalau suhu perangkat kemudian naik.

Masalahnya, kedua ponsel saat itu disimpan di dalam tas. Panas yang dihasilkan perangkat menjadi lebih sulit dilepaskan karena minim sirkulasi udara. Beban panasnya juga bisa bertambah kalau ponsel digunakan sambil mengisi daya, meski KAI Commuter tidak menyebut apakah kedua perangkat tersebut tersambung ke powerbank.

Kalau HP mulai panas, harus bagaimana?

HP meledak di KRL Rangkasbitung - Tanah Abang (Foto: Screenshot video @@cicifristy_)

Ponsel terasa hangat sebenarnya bukan hal aneh. Suhunya bisa naik saat dipakai main game, merekam video beresolusi tinggi, menjalankan navigasi, sampai dijadikan hotspot dalam waktu lama.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika bodinya terus memanas sampai tidak nyaman digenggam. Kalau sudah terasa seperti ‘HP setrikaan’, jangan dipaksa untuk terus digunakan.

Ponsel keluaran sekarang memang punya sistem pengaman untuk mengantisipasi suhu berlebih. Biasanya, sistem akan menurunkan performa atau throttling, meredupkan layar, menutup aplikasi, memperlambat pengisian daya, sampai mematikan perangkat secara otomatis.

Namun, jaga-jaga suhunya naik, pengguna tetap harus menghentikan aplikasi yang sedang berjalan, mematikan hotspot, lalu cabut kabel charger bila ponsel sedang dicas. 

Matikan perangkat untuk sementara dan letakkan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Casing juga dapat dilepas supaya panas lebih cepat keluar, selama ponsel belum mengeluarkan asap atau menunjukkan kerusakan fisik.

Yang harus diingat, jangan memasukkannya ke kulkas atau menempelkan es ke bodi ponsel. Perubahan suhu yang terlalu mendadak dapat menimbulkan kondensasi dan malah berisiko merusak komponen di dalamnya.

Kondisi baterai juga perlu diperhatikan. Selain panas yang tak wajar, tanda-tanda baterai bermasalah bisa berupa dayanya yang mendadak boros, ponsel sering mati sendiri, bodi atau layar mulai terangkat, muncul bau asing, suara mendesis, hingga asap.

Kalau sudah muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya hentikan penggunaan dan bawa perangkat ke pusat servis resmi. Jangan menekan, menusuk, atau mencoba membongkar sendiri baterai yang membengkak.

Gunakan juga kabel serta adaptor yang sesuai dengan standar perangkat. Adapter charger yang rusak atau kualitasnya meragukan sebaiknya jangan dipakai.

Terpenting, kalau smartphone mulai mengeluarkan asap di dalam transportasi umum, jangan panik dan jangan terus memegang perangkat tersebut. Jauhkan diri dari sumber asap, beri tahu penumpang di sekitar, lalu segera laporkan kejadian kepada petugas agar ditangani sesuai prosedur.

KAI Commuter turut mengingatkan para penumpang untuk memperhatikan kondisi ponsel maupun perangkat elektronik lain yang dibawa selama perjalanan.

“Jika menemukan kondisi yang tidak normal selama perjalanan, jangan panik dan segera sampaikan kepada petugas. Respons cepat dari pengguna akan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama,” pungkas Leza.

FAQ Artikel

Apa yang terjadi di KRL Commuter Line?

Dua unit smartphone terbakar di dalam KRL Commuter Line relasi Rangkasbitung–Tanah Abang pada Kamis (17/9) pagi, menyebabkan asap dan kepanikan penumpang.

Kapan dan di mana insiden ponsel terbakar terjadi?

Insiden ini berlangsung sekitar pukul 06.49 WIB di Commuter Line No. 1641 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang, saat kereta berhenti di Stasiun Rawa Buntu.

Apa penyebab terbakarnya dua ponsel tersebut?

Penyebab pasti belum diketahui, namun salah satu ponsel sedang digunakan sebagai hotspot untuk perangkat lain dan keduanya disimpan di dalam tas. Hal ini bisa memicu panas berlebih akibat minimnya sirkulasi udara, ditambah kemungkinan faktor baterai, korsleting, atau kerusakan komponen.

Apa yang harus dilakukan jika ponsel mulai terasa sangat panas?

Hentikan aplikasi yang sedang berjalan, matikan hotspot, cabut kabel charger, matikan perangkat sementara, dan letakkan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Lepas casing, tapi jangan masukkan ke kulkas atau tempelkan es.

Bagaimana jika ponsel mengeluarkan asap di transportasi umum?

Jangan panik dan jangan terus memegang perangkat tersebut. Jauhkan diri dari sumber asap, beri tahu penumpang di sekitar, lalu segera laporkan kejadian kepada petugas agar ditangani sesuai prosedur.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article