icon-category Auto

Beli Pertalite Pakai MyPertamina Wajib Atau Gak?

  • 28 Jun 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Uzone.id - Pertamina akan memulai uji coba penerapan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite dan Solar memakai aplikasi MyPertamina mulai 1 Juli 2022.

    Pertamina memang belum mewajibkan konsumen yang membeli Pertalite dan Solar memakai aplikasi tersebut.

    Hal itu dikatakan oleh Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman saat dihubungi Uzone.id, Selasa (28/6/2022).

    "Belum ada (diwajibkan pakai MyPertamina) Mas, Pertamina masih uji coba," kata Saleh.

    BACA JUGA: Dibuka 1 Juli, Ini Situs Buat Daftar Beli Pertalite Pakai MyPertamina

    Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, menjelaskan sebagai BBM bersubdisi, menyalurkan penugasan Pertalite dan Solar ini diatur oleh regulasi, antara lain Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020.

    Saat ini, kata Alfian, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas.

    "Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” jelas Alfian dilansir Uzone.id dari situs resmi MyPertamina.

    Menurutnya, saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen tidak berhak mengkonsumsi Pertalite dan Solar. Jika tidak diatur, besar potensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan cukup.

    Untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, maka Pertamina Patra Niaga berinisiatif dan berinovasi akan melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina.

    BACA JUGA: Rider Dilarang Pakai Sandal Jepit Harusnya Masuk Undang-undang

    Pertamina menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022.

    "Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” lanjut Alfian.

    Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

    Pengguna diwajibkan terdaftar di website MyPertamina. Jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital.

    "Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mencocokan data serta mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar sehingga kedepannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi,” ujar dia.

    Saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta kesisteman untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran ini.

    Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 provinsi yakni:

    1. Sumatera Barat
    2. Kalimantan Selatan
    3. Sulawesi Utara
    4. Jawa Barat
    5. DI Yogyakarta

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini