Gadget

Belum Sempat Membaik, Krisis Chip Malah Makin Parah

  • 25 June 2021
  • Bagikan :

    Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

    Uzone.id - Salah satu masalah terbesar yang melanda sektor teknologi saat ini disebabkan oleh komponen terkecil, yaitu chip.

    Semenjak beberapa bulan lalu, krisis chip semakin menunjukkan dampak nyata, bahkan menyebabkan kelangkaan perangkat, seperti yang terjadi pada Xbox Series X atau PS5.

    Perusahaan di sektor transportasi seperti mobil kena dampak paling buruk, peralatan rumah pun mulai memiliki masalah pada pasokan mereka.

    Para perusahaan awalnya memperkirakan rantai pasokan dan produk akan kembali konsisten pada musim panas. Tapi menjelang berakhirnya bulan Juni, krisis ini belum terlihat tanda-tanda akan berakhir.

    Apalagi dengan dirilisnya perangkat-perangkat baru menjelang musim belanja, krisis chip ini diramalkan semakin memburuk bahkan sebelum sempat membaik.

    “Enam atau tujuh bulan lalu, kami pikir masalah ini akan terjadi dalam jangka waktu pendek,” kata Jahmy Hindman, Chief Technology Officer di John Deere dikutip dari The Verge, Kamis (24/06).

    “Tapi, saya pikir ini akan terus berlangsung selama 12 hingga 18 bulan ke depan,” tambahnya.

    Baca juga: Samsung Tunda Rilis Galaxy S21 FE karena Krisis Chip

    CEO Intel Pat Gelsinger berpendapat bahwa butuh dua tahun agar produksi kembali meningkat. “Ini akan memakan waktu cukup lama sampai bisa menempatkan lebih banyak lagi kapasitas di dasarnya,” ungkapnya.

    Skala prioritas pun diberlakukan untuk mengakali agar pasokan terus berlanjut. Akibat krisis ini, perusahaan-perusahaan chip dipaksa untuk memprioritaskan chip kelas atas daripada suku cadang bertenaga rendah.

    Beberapa produk mengalami permintaan tinggi yang berdampak pada chip kelas atas seperti GPU di PlayStation 5 atau kartu grafis RTX 3080, dan tentu kekurangan chip ini berperan sangat penting pada ketersediaan perangkat.

    Contohnya saja PS5 yang saat ini sulit didapat karena permintaan tinggi, sedangkan pasokan tak dapat memenuhi permintaan tersebut.

    Bloomberg mencatat bahwa produsen mobil mulai melewatkan penawaran fitur premium demi memperluas pasokan chip mereka.

    Nvidia juga mengubah GPU lama menjadi mining board mata uang kripto demi lebih banyak pasokan bagi para gamer. Apple bahkan kesulitan mendapatkan chip lama karena persaingan yang ketat.

    Baca juga: Riset Bain & Company: Kelangkaan Chip Bisa Sampai 2022

    Yang makin memperburuk krisis ini adalah kurangnya jumlah perusahaan yang membuat chip, terlebih chip komputer yang ada di setiap produk di berbagai industri.

    Menurut laporan Wall Street Journal, TSMC menyumbang 92 persen pasokan chip mutakhir, dan sisanya disediakan oleh perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung.

    Perusahaan ini juga dilaporkan membuat sekitar 60 persen chip bagi produsen di seluruh dunia.

    Tapi krisis chip sepertinya takkan terlalu berdampak bagi perangkat andalan dari Apple maupun Samsung, setidaknya tidak terlalu kentara pengaruhnya. Hal ini disebabkan karena TSMC telah memprioritaskan pesanan chip dari Apple bersamaan dengan para produsen mobil.

    TSMC, Intel, dan Samsung berinvestasi besar-besaran untuk memperluas pabrik baru. Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga ikut memberikan bantuan untuk menggenjot produksi semikonduktor AS. CEO Intel mengatakan bahwa perlu berbulan-bulan agar investasi tersebut matang.

    Krisis ini mungkin akan lebih buruk lagi terlebih musim liburan yang semakin dekat, begitupun gelombang produk baru akan semakin memperketat perebutan chip. Dengan demikian, akan banyak perilisan produk-produk yang ditunda, harga yang naik, dan krisis suku cadang pun akan datang.