Bensin MotoGP 2027 Wajib Non-Fosil, Harganya Rp1,7 Juta per Liter
Harga bahan bakar non-fosil untuk MotoGP 2027 diperkirakan melonjak drastis hingga Rp1,7 juta per liter, menyebabkan biaya tahunan tim mencapai Rp70 miliar.

Highlight Artikel
- MotoGP 2027 akan menerapkan penggunaan mesin 850 cc dan bahan bakar 100 persen non-fosil.
- Harga bahan bakar 100 persen non-fosil diprediksi mencapai Rp1.750.000 (86 euro) per liter, jauh di atas harga saat ini.
- Lonjakan harga bahan bakar ini diperkirakan 6 hingga 8,6 kali lipat dibandingkan tarif bahan bakar MotoGP sekarang.
- Total pengeluaran bahan bakar tahunan untuk satu tim MotoGP bisa membengkak drastis hingga Rp70 miliar.
Uzone.id - Harga bahan bakar untuk MotoGP 2027 yang menggunakan mesin 850 cc akan melonjak drastis. Bahkan kabar yang beredar, harga bahan bakarnya mencapai Rp1,7 juta per liter!
Kabar MotoGP yang menyunat mesin menjadi 850 cc di tahun 2027 memang sudah lama terdengar. Tapi bukan cuma mesin yang disunat, semua motor wajib menggunakan bahan bakar 100 persen non-fosil.Berdasarkan laporan GPOne, bahan bakar yang 100 persen non-fosil ini tergolong langka. ETS Racing Fuels, sebuah perusahaan pemasok bahan bakar ternama yang sempat digandeng oleh KTM, menawarkan e-fuel ke Aprilia di musim 2027.
Kabar ini langsung mencuat ke permukaan, karena banderol yang ditawarkan enggak main-main yakni 86 euro per liter atau setara dengan Rp1.750.000 per liternya.
Coba kita bandingkan dengan kondisi sekarang, di mana harga bahan bakar MotoGP ada di rentang 10 sampai 15 euro per liter atau setara Rp 203.000 hingga Rp 305.000 per liter.
Dengan menggunakan e-fuel dari ETS Racing Fuels, maka lonjakan harga yang teramat tajam, kira-kira 6 sampai 8,6 kali lipat untuk bensin musim depan.
Laporan GPOne juga mencatat bahwa satu pembalap MotoGP rata-rata menghabiskan 2.555 liter bahan bakar saban tahunnya, sudah mencakup agenda balapan beserta sesi tes.
Jika dikalkulasi, pengeluaran bensin per pembalap berada di kisaran 25.550 euro atau setara Rp520 juta sampai 38.325 euro yang sama dengan Rp780 juta per tahun.
Apabila patokan harga bensin 100% non-fosil tersebut benar-benar dipatok di angka 86 euro per liter musim depan, maka ongkos yang mesti dikucurkan untuk satu pebalap saja bisa membengkak sampai 219.730 euro, alias tembus Rp 4,4 miliar!
Kalau dihitung secara keseluruhan, sebuah tim MotoGP dapat mengonsumsi hingga 40.000 liter bahan bakar dalam setahun. Termasuk buat kebutuhan empat pebalap reguler, dua test rider, plus pengujian di dyno.
Mengacu pada tarif 86 euro per liter, sebuah tim MotoGP wajib menyiapkan dana hingga 3,44 juta euro atau setara Rp 70 miliar.
FAQ Artikel
Mulai tahun 2027, MotoGP akan menggunakan mesin berkapasitas 850 cc dan diwajibkan memakai bahan bakar 100 persen non-fosil.
Harga bahan bakar 100 persen non-fosil diprediksi mencapai 86 euro per liter, atau sekitar Rp1.750.000 per liter.
Harga bahan bakar non-fosil di tahun 2027 diperkirakan 6 hingga 8,6 kali lipat lebih mahal dibandingkan harga bahan bakar MotoGP saat ini yang berkisar Rp203.000 - Rp305.000 per liter.
Jika harga bahan bakar 86 euro per liter diterapkan, satu tim MotoGP bisa menghabiskan hingga 3,44 juta euro atau setara dengan Rp70 miliar per tahun untuk kebutuhan bahan bakar.
Brian Priambudi
Jurnalis

