icon-category Digilife

Besok, Driver Grab Mau Mogok Terima GrabFood?

  • 22 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id – Persaingan di pasar ride-hailing yang mengandalkan para driver online di Indonesia memang semakin ketat dengan berbagai promo dan tawaran bombastis. Saking ketatnya, sampai-sampai ada gerakan mogok kerja dari driver online Grab.

    Hal ini diumumkan oleh pengguna Twitter bernama Arif Novianto melalui akunnya, @arifnovianto pada 21 Februari 2022. Ia mengatakan bahwa Serikat Ojol Indonesia (Seroja) akan melakukan aksi mogok kerja khusus di layanan GrabFood.

    Mogok kerja ini ia klaim akan digelar pada besok, Rabu, 23 Februari 2022.

    Serikat yg memiliki anggota sekitar 8.000 pengemudi ini, turut mengajak pengemudi lain melawan kebijakan Grab yang menurunkan tarif scra sepihak dan dinilai TIDAK MANUSIAWI ini,” cuitnya.

    Cuitan ini turut dilengkapi dengan beberapa screenshot serta poster pengumuman mogok kerja tersebut. Terlihat ada ilustrasi tangan yang dibalut kain di bagian pergelangan tangan berwarna merah.

    Poster tersebut bertuliskan, “saatnya memanusiakan manusia paman!!! 8 jam tanpa layanan GrabFood. Rabu, 23 Februari 2022 07.00 WIB - 14.00 WIB (mengikuti waktu setempat).”

    Baca juga: Pengguna Lebih Sering Pesan Makanan di GrabFood Ketimbang GoFood

    Pengumuman soal alasan aksi mogok kerja tersebut dijadikan twit thread oleh @arifnovianto. Ia menjelaskan, Seroja telah mengirim surat protes ke pihak Grab Indonesia yang memberlakukan penurunan tarif GrabFood pada 16 Februari 2022.

    Penurunan tarif ini adlh bentuk persaingan bisnis yg tidak sehat, yg merugikan pengemudi. Sebelumnya Gojek sudah menurunkan tarif di layanan antarmakanan pd akhir 2021 lalu,” tulisnya.

    Ia melanjutkan, “Seperti yg sering saya singgung, perang tarif antar-perusahaan platform tentu akan semakin memperburuk kondisi kerja ojol. Dlam bbrpa screenshot dri pengemudi, tarif GrabFood sudah hmpir sama dng MaximFood, 3.000/km (dipotong 20%) tanpa tarif batas bawah. Baik Grab, Gojek, Shopee Food, dan perusahaan platform yg lain, selalu menyebut penurunan tarif agar lebih banyak konsumen yg pakai layanan mereka. Kenyataannya, biaya yg harus dibayar konsumen pun smkin beragam. Ada “order fee” misalnya, yg biayanya tidak masuk ke pengemudi.”

    Unggahan thread dari cuitan @arifnovianto tersebut mendapatkan perhatian dari netizen Twitter di Indonesia. Dari pantauan Uzone, hingga artikel ini ditulis, ada 789 retweet, 159 quote tweet, dan 1.890 like dari cuitan pertamanya itu.

    Pihak Uzone sudah menghubungi perwakilan Grab Indonesia untuk tanggapan mengenai mogok kerja dan klarifikasi soal tarif ‘mencekik’ tersebut, namun belum ada jawaban.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini