Besok Era Tim Cook Berakhir, John Ternus Akan Pimpin Apple
Tim Cook akan mengakhiri jabatannya sebagai CEO Apple pada 1 September setelah lebih dari 15 tahun memimpin, digantikan oleh John Ternus.

Tim Cook (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)
Highlight Artikel
- Tim Cook akan mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Apple pada 1 September dan digantikan oleh John Ternus.
- Cook akan menjabat sebagai Executive Chairman Apple, tetap terlibat dalam aspek strategis dan komunikasi dengan pembuat kebijakan.
- Selama lebih dari 15 tahun kepemimpinannya, Tim Cook berhasil meningkatkan kapitalisasi pasar Apple lebih dari 1.000%, pendapatan empat kali lipat, dan meluncurkan produk penting seperti Apple Watch, AirPods, Apple Vision Pro, serta memimpin transisi ke Apple Silicon.
- John Ternus, yang telah berkarier di Apple selama lebih dari 25 tahun, dikenal sebagai 'orang teknik' di balik berbagai inovasi perangkat keras Apple seperti iPhone, Mac, dan Apple Vision Pro.
Uzone.id - Jadi ingat waktu Uzone hadir langsung di Apple Park saat gelaran Worldwide Developer Conference (WWDC) 2026 Juni lalu. Riuh tamu undangan dan standing ovation menyambut sang CEO Apple, Tim Cook, yang naik ke atas panggung WWDC terakhirnya sebagai pemimpin Apple.
“Terima kasih banyak. Saya tak pernah melihat iPhone sebanyak ini,” ucap Cook yang kaget melihat begitu banyak orang yang mengangkat iPhone mereka untuk merekam momen tersebut.Tak terasa, mungkin dalam hitungan beberapa jam lagi, era kepemimpinan Tim Cook di Apple akan berakhir. Mulai 1 September besok, CEO Apple akan resmi dijabat oleh John Ternus, ‘orang teknik’ di balik inovasi iPhone, Mac, Apple Watch, hingga iPad dan AirPods.Pergantian ini mengakhiri masa kepemimpinan Tim Cook sebagai CEO Apple selama lebih dari 15 tahun. Ia diangkat pada 24 Agustus 2011, menggantikan Steve Jobs yang saat itu mengundurkan diri dan beralih menjadi Chairman of the Board Apple.
Meski lengser dari kursi CEO Apple, Cook tidak sepenuhnya meninggalkan Apple. Ia akan mengemban jabatan baru sebagai Executive Chairman Apple dan tetap terlibat dalam sejumlah urusan perusahaan.
Di jabatan barunya, Cook tetap akan terlibat dalam sejumlah aspek strategis, termasuk menjalin komunikasi dengan pembuat kebijakan di berbagai negara. Ia juga masih akan bekerja bersama Ternus selama proses transisi kepemimpinan.
“Merupakan suatu kehormatan besar dalam hidup saya untuk menjabat sebagai CEO Apple,” kata Cook, dikutip dari situs resmi Apple.
Ia melanjutkan, “saya mencintai Apple sepenuh hati, dan sangat bersyukur memiliki kesempatan bekerja dengan tim yang terdiri dari orang-orang cerdas, inovatif, kreatif, dan berdedikasi untuk memperkaya kehidupan para pengguna kami, serta menciptakan produk dan layanan terbaik di dunia.”
Cook juga memberikan dukungan penuh kepada Ternus. Ia menyebut, Ternus memiliki pikiran seorang insinyur sekaligus punya jiwa inovator. Kontribusinya di Apple selama lebih dari 25 tahun pun membuatnya menjadi sosok yang tepat untuk memimpin Apple ke depannya.
“John Ternus memiliki pikiran seorang teknisi, jiwa inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas dan kehormatan. Ia adalah sosok visioner yang kontribusinya di Apple selama 25 tahun sudah terlalu banyak untuk dihitung, dan tanpa diragukan lagi, orang yang tepat untuk memimpin Apple ke masa depan,” ujar Cook.
“Saya sangat yakin dengan kemampuan dan karakternya, dan saya harap dapat bekerja sama dengannya di masa transisi ini dan dalam peran baru saya sebagai Executive Chairman,” jelasnya.
Lebih dari 15 tahun memimpin Apple
Tim Cook bergabung dengan Apple pada 1998. Sebelum menjadi CEO, ia menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) dan bertanggung jawab terhadap penjualan serta operasional Apple secara global, termasuk pengelolaan rantai pasok perusahaan.
Tepat 24 Agustus 2011, ia pun ditunjuk sebagai CEO Apple kala itu. Penunjukannya dilakukan setelah Steve Jobs mengundurkan diri karena kondisi kesehatan yang terus menurun. Beberapa pekan kemudian, sang pendiri Apple meninggal dunia pada 5 Oktober 2011.
Di bawah kepemimpinannya, Apple melahirkan berbagai produk dan layanan penting, mulai dari Apple Watch, AirPods, hingga Apple Vision Pro, serta memperkuat ekosistem layanan seperti iCloud, Apple Music, dan Apple TV.
Malah, Apple di bawah Tim Cook juga berani mengambil langkah besar pada lini Mac. Apple meninggalkan prosesor Intel dan beralih menggunakan chip rancangan sendiri, Apple Silicon yang dimulai dengan chip M1 pada 2020.
Langkah ini memberikan Apple kendali lebih besar terhadap pengembangan software dan hardware, juga terbukti meningkatkan performa serta efisiensi daya pada Mac.
Selama masa kepemimpinannya, Apple juga berubah dari sekadar produsen gadget menjadi perusahaan jasa yang sangat kuat lewat sektor Services, mulai dari iCloud, Apple Pay, sampai Apple Music.
Unit bisnis ini sekarang menyumbang pendapatan tahunan sekitar USD100 miliar atau lebih dari Rp1.774 triliun, angka yang cukup untuk membuat sektor ini masuk dalam daftar perusahaan raksasa Fortune 40 jika berdiri sendiri.
Pertumbuhan Apple juga terlihat dari nilai perusahaannya. Ketika Cook mulai menjabat sebagai CEO, kapitalisasi pasar Apple berada di kisaran USD350 miliar. Nilainya kemudian tumbuh lebih dari 1.000 persen hingga mencapai USD4 triliun atau lebih dari Rp70.980 triliun!
Pendapatan tahunan Apple pun naik hampir empat kali lipat, dari USD108 miliar pada tahun fiskal 2011 menjadi lebih dari USD416 miliar pada tahun fiskal 2025.
Tak cuma soal angka, Cook juga memperluas jangkauan Apple secara global hingga hadir di lebih dari 200 negara dan wilayah, dengan lebih dari 500 Apple Store di seluruh dunia. Basis perangkat aktif Apple bahkan kini menembus 2,5 miliar unit.
1 September besok, ‘pucuknya’ Apple akan diisi John Ternus
“Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini untuk melanjutkan misi Apple. Setelah menghabiskan hampir seluruh karier saya di Apple, saya beruntung dapat bekerja di bawah Steve Jobs dan memiliki Tim Cook sebagai mentor saya,” kata Ternus.
Ya, Ternus memang menghabiskan hampir seluruh perjalanan kariernya di Apple. Ternus bergabung dengan tim desain produk Apple pada 2001, kemudian diangkat menjadi Vice President Hardware Engineering pada 2013, dan naik pangkat lagi menjadi Senior Vice President of Hardware Engineering 8 tahun setelahnya.
Dalam posisi tersebut, ia memimpin pengembangan perangkat keras untuk iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, AirPods, Apple Vision Pro, dan berbagai produk lainnya.
Ternus juga memimpin sejumlah upaya Apple dalam meningkatkan daya tahan, material, desain, dan kemudahan perbaikan produknya. Keterlibatannya juga terlihat pada pengembangan Mac berbasis Apple Silicon, MacBook Neo, jajaran iPhone 17 Series, iPhone Air, sampai Apple Watch Ultra 3 yang menggunakan material titanium cetak 3D.
“Merupakan suatu kehormatan untuk membantu membentuk produk dan pengalaman yang telah mengubah begitu banyak cara kita berinteraksi dengan dunia dan satu sama lain,” katanya.
“Saya optimis terhadap apa yang dapat kita capai di tahun-tahun mendatang, dan saya sangat senang mengetahui bahwa orang-orang paling berbakat di dunia ada di sini di Apple, bertekad untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari siapa pun di antara kita. Saya bersyukur mendapat kesempatan mengemban peran ini, dan berjanji akan memimpin dengan nilai dan visi yang telah menjadi fondasi tempat istimewa ini selama setengah abad,” tutup sang suksesor Tim Cook tersebut.
FAQ Artikel
Siapa yang akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple?
CEO Apple akan resmi dijabat oleh John Ternus mulai 1 September.
Kapan masa kepemimpinan Tim Cook sebagai CEO Apple berakhir?
Masa kepemimpinan Tim Cook sebagai CEO Apple berakhir pada 1 September, setelah menjabat selama lebih dari 15 tahun sejak 24 Agustus 2011.
Apa jabatan baru Tim Cook setelah tidak lagi menjadi CEO?
Tim Cook akan mengemban jabatan baru sebagai Executive Chairman Apple dan tetap terlibat dalam sejumlah urusan strategis perusahaan.
Apa saja pencapaian utama Tim Cook selama memimpin Apple?
Di bawah kepemimpinan Tim Cook, Apple melahirkan produk penting seperti Apple Watch, AirPods, Apple Vision Pro, beralih ke Apple Silicon untuk Mac, dan memperkuat sektor layanan yang menyumbang pendapatan besar.
Berapa lama John Ternus telah berkarier di Apple?
John Ternus telah menghabiskan hampir seluruh perjalanan kariernya di Apple, bergabung pada tahun 2001, sehingga telah lebih dari 25 tahun.


