BGN Mau Sewa Ruang di Graha Merah Putih, Masih Tahap Negosiasi
Badan Gizi Nasional atau BGN berencana menyewa ruang di Gedung Graha Merah Putih. TelkomProperty menyebut prosesnya masih dalam tahap negosiasi.

Uzone.id - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana memanfaatkan dan menyewa ruang di Gedung Graha Merah Putih (GMP) milik TelkomGroup. Namun sampai sekarang, rencana tersebut masih dalam tahap negosiasi dan pembahasan lebih lanjut.
Disampaikan Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT), Suratman, proses tersebut turut dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.“Rencana pemanfaatan dan penyewaan ruang di Graha Merah Putih oleh Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih dalam proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut serta dikoordinasikan dengan pihak terkait,” kata Suratman, dalam keterangan resmi yang kami terima.
Di tengah proses negosiasi tersebut, Suratman memastikan operasional para penyewa atau tenant yang sudah berada di Gedung Graha Merah Putih tetap berjalan.
“Kami berkomitmen menjaga kepastian dan keberlangsungan operasional para tenant yang berada di gedung tersebut. Setiap proses juga akan dilakukan secara tertib dan terukur,” sambung Suratman.
TLT merupakan anak usaha PT Graha Sarana Duta atau TelkomProperty yang bertugas mengelola Gedung Graha Merah Putih. TLT, kata Suratman, turut mendorong optimalisasi aset dengan membuka peluang penyewaan gedung milik TelkomGroup kepada mitra eksternal.
Menurutnya, pemanfaatan aset menjadi bagian dari proses bisnis perusahaan untuk meningkatkan produktivitas properti yang dikelola. Aset tersebut bukan cuma digunakan untuk memenuhi kebutuhan TelkomGroup, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh mitra dan tenant dari luar perusahaan.
“Sebagai salah satu entitas pengelola aset proper di lingkungan TelkomGroup, optimalisasi aset merupakan bagian dari langkah leveraging asset yang sudah berjalan dalam proses bisnis kami,” jelasnya.
“Tentunya, kami akan selalu berupaya memastikan produktivitas aset untuk dapat melayani kebutuhan TelkomGroup maupun mitra dan tenan eksternal lainnya dengan maksimal,” lanjut Suratman.
TelkomProperty sendiri saat ini mengelola 3.010 aset milik Telkom yang tersebar di berbagai lokasi. Direktur Utama TelkomProperty, Didit Sulistyo, mengatakan sekitar 50 persen dari total aset tersebut sudah berhasil dioptimalkan.
Optimalisasi dan leveraging asset ini menjadi bagian dari transformasi TelkomGroup untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan efisiensi operasional, serta mendorong kontribusi yang lebih optimal dari masing-masing anak perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, TelkomProperty membuka peluang pemanfaatan aset oleh berbagai pihak, termasuk calon mitra eksternal. Kerja sama dilakukan menggunakan mekanisme bisnis antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B) yang wajar dan proporsional.
TelkomProperty menegaskan setiap proses pemanfaatan aset tetap mengedepankan prinsip tata kelola serta mengikuti peraturan yang berlaku.

