
Ilustrasi: Unsplash
Uzone.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia bersama dengan PT Environmental Intelligence Indonesia (EII) bekerja sama untuk mengembangkan teknologi prediksi cuaca berbasis AI untuk memprediksi cuaca dalam jangka pendek (nowcasting).
Dalam keterangan yang dikutip dari Tech in Asia, Selasa, (20/01), teknologi ini menggabungkan data dari radar BMKG dengan citra satelit global untuk kemudian menghasilkan prediksi cuaca yang diklaim beresolusi tinggi dengan tingkat ketelitian yang juga tinggi, yaitu mencapai 0,5 kilometer.Saat ini, sistem prediksi cuaca berbasis AI tersebut sudah diuji coba secara teknis di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Dari hasil uji coba tersebut, data cuaca yang dihasilkan dinilai lebih detail dan lebih sering diperbarui sehingga memiliki akurasi yang cukup tinggi.
Dengan informasi yang lebih akurat dan cepat ini, pihak BMKG, Basarnas hingga masyarakat akan mampu merespons cuaca ekstrem lebih cepat dan tepat, misalnya untuk mengantisipasi hujan lebat, banjir, atau angin kencang.
Saat ini uji coba berada di tahap studi kelayakan pemanfaatan teknologi kecerdasan untuk meningkatkan akurasi dan keandalan informasi cuaca nasional.
Uji coba ini juga bertujuan untuk meningkatkan prediksi hujan hingga tiga jam ke depan, terutama di daerah dengan pola cuaca yang beragam dan juga kompleks seperti perkotaan padat.
"Pengembangan layanan cuaca berbasis teknologi tersebut sejalan dengan upaya BMKG mendukung visi pembangunan nasional jangka panjang serta penguatan ketahanan iklim Indonesia," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dikutip dari Antaranews, Selasa, (20/01).
Adanya sistem prediksi cuaca berbasis AI ini dirancang untuk mendukung upaya peringatan dini di sektor-sektor seperti manajemen bencana, pertanian, penerbangan, maritim, dan energi.
Nantinya, sistem Tomorrow Indonesia ini akan diperluas ke beberapa wilayah seperti Sumatra dan Sulawesi, termasuk diterapkan ke pertanian berbasis cuaca, penerbangan, dan pengelolaan jaringan energi terbarukan.
Saat ini, proyek ini telah menyelesaikan integrasi data antara sistem cloud Tomorrow Indonesia dan infrastruktur BMKG dan tengah menuju implementasi secara nasional.