
Uzone.id — Pemerintah Indonesia dikabarkan akan mengintegrasikan AI ke beberapa program utama Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini tertuang dalam bocoran draft Peraturan Presiden atau Perpres AI yang dibagikan oleh Reuters, Senin, (22/06). Perpres ini kabarnya menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar 12 persen pada tahun 2030 nanti.Menurut draft tersebut, AI nantinya akan digunakan untuk beberapa aktivitas MBG, termasuk untuk merancang menu sehingga sesuai dengan wilayah pembagian, memantau kebersihan dapur, memprediksi permintaan makanan, dan mendeteksi adanya penyimpangan.
Teknologi ini juga disebut akan digunakan untuk mengintegrasikan data kesehatan sebagai peringatan dini terhadap keadaan darurat.
Integrasi AI ini diklaim bisa membantu melakukan efisiensi yang luar biasa sekaligus mengurangi biaya operasional, dimana isu ini menjadi sangat penting karena salah satu hal yang banyak dikritik soal MBG adalah karena dianggap tidak transparan dan tidak efisien.
Tak hanya untuk MBG, draft tersebut juga mencatat bahwa AI akan digunakan untuk menganalisis hasil pemeriksaan kesehatan dalam program skrining dan tes penyakit tuberkulosis gratis di Indonesia.
Peraturan Presiden ini sendiri masih menunggu persetujuan dan tanda tangan resmi dari Presiden Prabowo dan akan menjadi peta jalan bagi kementerian dan pemerintah daerah untuk mengadopsi kecerdasan buatan (AI) mulai tahun 2026 hingga 2029.
Kehadiran Perpres AI ini juga menjadi cara pemerintah Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari Singapura dan Malaysia yang saat ini sudah banyak mengadopsi AI.
Kedua negara ini sedang berupa memantapkan posisi mereka sebagai pusat pengembangan dan mengamankan miliaran dolar dari perusahaan.
Indonesia dikabarkan menggandeng beberapa perusahaan teknologi dunia seperti Meta, IBM dan juga Microsoft dalam penyusunan draft AI ini.