Digilife

BSM Entertainment: Acara Virtual di Indonesia Kurang Greget

  • 18 September 2021
  • Bagikan :

    Tomi Defantri, founder BSM Entertainment (kedua dari kiri) dan Lewi Siby, Co-founder BSM Entertainment (kiri) (Foto: Uzone.id)

    Uzone.id - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, telah mengubah semuanya. Tentunya, masyarakat Indonesia harus berjuang melakukan adaptasi menjaga jarak saat aturan protokol kesehatan wajib diterapkan sesuai arahan pemerintah,

    Pasalnya, masyarakat Indonesia sebagai bagian ‘orang timur’ lebih suka bertemu langsung sebagai bagian dari budaya silaturahmi.

    Sehingga, acara-acara virtual yang dijalankan selama pandemi masih kurang greget. Hal itu disampaikan oleh Tomi Defantri, founder BSM Entertainment, selama program Uzone Talks bertajuk “Menyulap Reality Menjadi Virtual” pada Kamis (16/9/2021).

    BACA JUGA: SnackVideo, Aplikasi Video Pendek yang Lagi Hits di Indonesia

    “Jadi, kayanya kalo acaranya virtual kaya daring sekarang itu kan kurang greget, sekarang aja ketika dua tahun pandemi berjalan ini. Ya, semua orang sudah gak mau lagi virtual, mereka rata-rata pengennya ayo lah kapan kita event offline lagi, event real lagi,” ungkap Tomi Defantri, yang didampingi Lewi Siby, Co-founder BSM Entertainment.

    Tomi menambahkan, sebetulnya teknologi sudah mumpuni dan ekosistemnya sudah terbentuk dengan bagus di Indonesia, seperti dukungan teknologi internet, dukungan peralatan (device) dan aplikasi pendukungnya.

    “Cuma acara online itu kurang berasa aja, kalo saya sih berasanya kurang hidup, garing gitu kan. ditonton berasa ga ditonton,” kata Tomi.

    Tomi juga menceritakan saat sebelum pandemi Covid-19, BSM Entertainment sudah berapa kali menjalankan acara virtual. Salah satunya ada beberapa peluncuran produk kendaraan bermotor dengan konsep live di 5 benua.

    BACA JUGA: Penampakan Duo Google Pixel 6 yang Siap Menantang iPhone 13

    “Jadi, sebelum-sebelumnya sudah kita lakukan, jadi ketika pandemi melanda Indonesia tiba-tiba kita yang dihadapkan dalam waktu cepat langsung semua dibatasi , even semua gak bisa, itu kan bener-benar kayak haduh kacau juga, kita berpikirnya wah ini harus cepet-cepet cari solusi, makanya kita selalu melihat perkembangan pemerintah, ternyata pemerintah ya udah semua dilarang tapi boleh pertemuan tapi virtual,” kata dia.

    Selanjutnya, BSM Entertainment ketika menghadapai pandemi sudah siap dalam menyajikan kegiatan-kegiatan virtual. Bahkan, kata Tomi, BSM sendiri yang paling siap secara infrastruktur untuk menjalankan acara virtual.

    “Ketika pandemi ini melanda, ya itulah kelebihan kita. Hampir boleh dibilang pasarnya virtual pandemi hampir ke BSM semua karena kita paling siap ketimbang beberapa EO lain,” ungkap Tomi.