Bukan untuk Manusia, Jepang Bikin Ambulans Khusus Robot
GMO Air memperkenalkan 'Ambulans Robot' di Tokyo untuk perawatan robot humanoid, mendukung target Jepang adopsi 10 juta robot pada 2040.

Highlight Artikel
- GMO Air meluncurkan "Ambulans Robot" pertama di Jepang untuk perbaikan dan perawatan robot humanoid di Tokyo.
- Layanan ini berfungsi sebagai bengkel berjalan, dilengkapi teknisi, suku cadang, dan robot pengganti untuk memastikan operasional tidak terganggu.
- Konsep layanan muncul dari kebutuhan internal perusahaan untuk mengatasi hambatan operasional akibat perbaikan robot yang memakan waktu.
- Jepang menargetkan adopsi 10 juta robot pada tahun 2040 di 18 sektor strategis, menegaskan pentingnya layanan pendukung seperti ini di masa depan.
Uzone.id - Jalanan Kota Tokyo akan segera diwarnai oleh kehadiran Ambulans jenis baru, yang diperuntukkan bukan untuk mengangkut manusia, tapi robot!
Raksasa teknologi asal Jepang, GMO Internet Group melalui anak usahanya GMO Air, memperkenalkan sebuah van khusus untuk melayani perbaikan dan perawatan robot humanoid.Ambulans ini diklaim sebagai sarana pemeliharaan robot humanoid pertama di Negeri Sakura yang berfungsi layaknya bengkel berjalan.
Meskipun tampilannya mengusung corak khas ambulans lengkap dengan lampu sirine warna ungu di bagian atap, van ini pada dasarnya adalah pusat perbaikan bergerak.
Bagian dalam kendaraan disiapkan area khusus untuk membawa robot pengganti, laptop, suku cadang, hingga berbagai peralatan pemeliharaan teknisi.
Ketika terjadi kerusakan robot di lokasi kerja, armada ini langsung meluncur membawa teknisi beserta robot cadangan.
Jika perbaikan tidak memungkinkan dilakukan di tempat, robot yang rusak akan diangkut ke pusat perbaikan utama, sementara robot pengganti langsung mengambil alih tugas agar operasional pengguna tidak terganggu.
Gagasan pembuatan layanan ini muncul dari pengalaman internal perusahaan yang sempat mengalami hambatan operasional akibat proses perbaikan robot yang memakan waktu saat harus dikirim ke tempat lain.
"Belajar dari pengalaman itu, kami mendapat ide untuk menyediakan robot humanoid pengganti," ujar CEO GMO Air, Tomohiro Uchida, dikutip dari Euro News.
Saat ini, GMO baru mengoperasikan satu unit armada yang berbasis di kantor pusat mereka di Tokyo, namun jumlah kendaraan dan basis operasional siap ditambah apabila permintaan pasar meningkat.
Insinyur GMO Air, Shota Takizawa, menegaskan cara kerja serta pentingnya keberadaan layanan ini di masa mendatang.
"Ambulans humanoid membawa robot pengganti ke lokasi dan menukarnya dengan robot yang rusak," kata Shota Takizawa.
Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan akan fasilitas penunjang seperti ini akan melonjak seiring semakin meluasnya adopsi teknologi robotik di masyarakat.
"Ketika robot humanoid menjadi semakin populer, layanan semacam ini akan sangat dibutuhkan," tuturnya.
Langkah inovatif dari Jepang ini hadir di tengah memanasnya persaingan global dalam pengembangan robot humanoid, khususnya antara China dan Amerika Serikat.
China saat ini memimpin dalam skala manufaktur berkat dukungan investasi pemerintah serta rantai pasok domestik yang kuat.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat unggul dalam penguasaan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotika tingkat lanjut.
Melihat besarnya potensi tersebut, Jepang yang selama ini dikenal sebagai produsen utama robot industri bertekad memperkuat posisinya di ranah robotika berbasis AI.
Pada Juni lalu, pemerintah Jepang secara resmi menetapkan target untuk mengadopsi sekitar 10 juta unit robot pada tahun 2040.
Pemanfaatan robot-robot tersebut akan diperluas secara masif ke dalam 18 sektor strategis, termasuk bidang pelayanan kesehatan, layanan makanan, hingga sektor manufaktur.
FAQ Artikel
Apa itu "Ambulans Robot" yang diperkenalkan di Tokyo?
Ambulans Robot adalah van khusus yang diperkenalkan oleh GMO Air, anak usaha GMO Internet Group, di Tokyo. Kendaraan ini dirancang untuk melayani perbaikan dan perawatan robot humanoid, berfungsi layaknya bengkel berjalan pertama di Jepang.
Bagaimana cara kerja Ambulans Robot ini?
Ketika robot mengalami kerusakan di lokasi kerja, Ambulans Robot akan meluncur membawa teknisi, suku cadang, dan robot cadangan. Jika perbaikan tidak memungkinkan di tempat, robot yang rusak akan diangkut ke pusat perbaikan utama, sementara robot pengganti langsung mengambil alih tugas agar operasional pengguna tidak terganggu.
Mengapa GMO Air memutuskan untuk membuat layanan Ambulans Robot?
Gagasan ini muncul dari pengalaman internal perusahaan yang sempat mengalami hambatan operasional karena proses perbaikan robot yang memakan waktu saat harus dikirim ke tempat lain. Layanan ini dibuat untuk menyediakan robot humanoid pengganti dan memastikan kelancaran operasional.
Apa rencana Jepang terkait adopsi robot di masa depan?
Pemerintah Jepang telah menetapkan target untuk mengadopsi sekitar 10 juta unit robot pada tahun 2040. Pemanfaatan robot-robot ini akan diperluas secara masif ke dalam 18 sektor strategis, termasuk bidang pelayanan kesehatan, layanan makanan, hingga sektor manufaktur.
Bagja Pratama
Jurnalis
.jpg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)
