icon-category Auto

Cara Merawat Helm Agar Selalu Bersih dan Tidak Mudah Rusak

  • 27 Jun 2023 WIB
Bagikan :

Uzone.id - Berkendara sepeda motor diwajibkan menggunakan helm untuk menunjang keselamatan. Helm menjadi perangkat keselamatan yang paling penting karena melindungi bagian kepala pengendara motor.

Namun helm bukan hanya sekedar digunakan saja, perawatannya pun harus diperhatikan agar nyaman dipakai saat berkendara. Perawatan yang tepat dan baik akan memastikan helm tetap dalam kondisi yang nyaman dipakai dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Kira-kira apa saja sih yang harus dirawat dari helm?

1. Bersihkan dengan kain micro fiber

Bagian luar helm termasuk kaca akan mudah terlihat kusam atau terkena kotoran dari debu dan hujan di perjalanan. Oleh karenanya, penggunaan kain serat halus atau biasa dikenal micro fiber dan sabun khusus sangat direkomendasikan.

Kain micro fiber dengan serat yang halus dapat mencegah lecet pada permukaan dan kaca helm saat proses pembersihan.

2. Hindari penggunaan pembersih kaca

Pembersih kaca sangat tidak disarankan untuk membersihkan visor helm, cairan ini mengandung amonia yang diyakini dapat merusak bahan polikarbonat pada visor. Jika dipaksakan, dampaknya dapat membuat kejernihan visor helm menjadi menurun.

3. Gunakan cutton bud

Cutton bud memang bukan alat yang biasa untuk dipakai untuk perangkat otomotif, namun bentuknya yang kecil dapat menjangkau celah-celah yang sulit dijangkau.

Cutton bud bisa dimanfaatkan untuk memberishkan ventilasi pada helm untuk menjaga sirkulasi udara tidak terhalang oleh kotoran.

alt-img

4. Jangan siram peredam helm

Bagian peredam helm yang ada di bagian tengah memiliki bahan sterofoam, sehignga disarankan untuk tidak disiram dengan air. Air diyakini dapat menurunkan kualitas daya redam dari komponen tersebut dan mengurangi kekuatan perekatnya.

Di sisi lain, jika peredam helm tidak kering, maka dapat menimbulkan jamur yang mengganggu kenyamanan helm.

5. Bersihkan busa

Lapisan dalam seperti busa yang dapat dilepas, bsia direndam dan dicuci dengan lembut menggunakan tangan. Hindari menggunakan sikat karena dapat merusak kain pelapisnya.

Setelah dibersihkan, bilas hingga bersih dan dikeringkan dengan cara dijemur, jangan gunakan pemanas karena dapat merusak kualitas busa helm.

6. Gunakan sampo khusus

Pada bagian dalam helm terdapat kain permanen yang biasanya tidak dapat dilepas dari helm. Untuk membersihkannya bisa menggunakan air hangat dan sampo khusus.

Caranya posisikan helm seperti saat digunakan, buka visor tanpa dilepas, dan gunakan jari untuk menggosok bagian dalamnya. Usahakan air tidak terkena sterofoam, kemudian bilas hingga tidak ada sisa sampo yang menempel.

7. Lumasi engsel helm

Engsel helm perlu diberikan pelumasan seperti pada tali dan rachet visor menggunakan pelumas khusus atau baby oil agar fungsinya tetap maksimal.

8. Berikan pelapis khusus

Setelah helm bersih, aplikasikan pelapis khusus seperti coating untuk membaut tampilannya tetap berkilau dan menjaga kualitas cat.

9. Gunakan balaclava

Untuk mengurangi jumlah keringat yang menempel di busa helm, pengendara bisa memakai helmet liner, helmet cup, dan balaclava. Sehingga keringat tidak terlalu banyak menempel di busa helm yang dapat menimbulkan jamur.

10. Hindari kelembaban

Setelah digunakan, usahakan helm tidak langsung dimasukan ke dalam tas. Kondisi helm tertutup dapat menimbulkan lembab dan bau tidak sedap yang dapat mengakibatkan jamur.

Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Head PT Daya Adicipta Motora menyebutkan perawatan tersebut dapat mencegah dampak negatif seperti jamur kulit, bau tidak sedap, dan menurunnya kualitas helm.

“Sebaiknya membersihkan helm dilakukan minimal 1 bulan sekali namun jika dipakai setiap hari pembersihannya dapat dilakukan 1 minggu sekali atau segera apabila terkena hujan agar helm tetap bersih dan nyaman dipakai,” ujar Ludhy dalam keterangan resmi.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini