Cara Pantau Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Real Time tanpa Aplikasi
Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda ini masih terus mengeluarkan abu vulkanik hingga ke berbagai daerah, bagaimana cara pantaunya?

Ilustrasi foto: Gary Saldana/Unsplash
Uzone.id — Aktivitas Gunung
Anak Krakatau terus dipantau setelah mengalami erupsi pada Jumat, 4 September
2026 lalu. Hingga Senin, (07/09), gunung yang terletak di Selat Sunda ini masih
terus mengeluarkan abu vulkanik yang dampaknya bisa terasa hingga ke berbagai
daerah.
Pemantauan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ini bisa
diakses lewat situs buatan salah satu pengguna di X dengan akun @Triprnmaji.
Dalam cuitannya, data yang ditampilkan merupakan data-data yang diambil dari
lembaga resmi yang memantau abu vulkanik untuk keselamatan dunia.
Berikut cara memantau sebaran abu vulkanik dari erupsi
Gunung Anak Krakatau secara real-time tanpa aplikasi:
- Buka
situs Abu Cikoytew
- Zoom
peta penyebaran abu vulkanik
Dalam situs ini, masyarakat tidak hanya bisa melihat sebaran abu vulkanik tapi juga mendapatkan informasi terkini mengenai status erupsi dan arah gerakan abu vulkanik karena angin.
Masyarakat juga bisa memantau setiap daerah yang terkena sebaran abu lengkap dengan informasi kecepatan angin dan juga suhu. Bagi daerah yang terkena abu akan ditandai dengan warna merah.
Adanya pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui arah
penyebarannya agar masyarakat tetap waspada dan menjaga diri saat bepergian
keluar rumah. Pasalnya, abu vulkanik mengandung Sulfur dioksida (SO2) yang
merupakan gas tak berwarna berbau tajam yang keluar dari magma.
Abu vulkanik ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi
masyarakat yang menghirupnya, antara lain iritasi mata, tenggorokan, &
saluran napas dan menimbulkan dampak lebih berbahaya buat penderita
asma/gangguan pernapasan.

