Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Komdigi Mulai Lacak Sinyal dan Frekuensi
Komdigi melacak jaringan operator seluler dan memantau frekuensi untuk mencari delapan warga hilang pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.

Highlight Artikel
- Komdigi memperkuat jaringan operator seluler dan memantau frekuensi untuk mencari delapan warga yang hilang pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Wamen Komdigi Nezar Patria berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau jaringan BTS di sekitar Selat Sunda (Banten dan Lampung).
- Pemantauan juga dilakukan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung untuk mengecek sinyal komunikasi.
- Informasi dari operator seluler menunjukkan kontak terakhir delapan warga tersebut berada di Pulau Sebesi pada 7 September 2026.
Uzone.id — Setelah memperkuat
jaringan operator seluler untuk pencarian delapan warga yang hilang saat hendak
meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Kementerian Komunikasi dan Digital
(Komdigi) kembali melakukan pelacakan jaringan operator seluler dan monitoring
frekuensi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar
Patria mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler
untuk memantau jaringan base transceiver station (BTS) di sekitar Selat Sunda,
baih dari sisi Banten maupun Lampung.
“Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” ujar Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan dikutip Minggu, (13/09).
Selain jaringan operator, pemantauan juga dilakukan melalui
Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung. Infrastruktur
tersebut digunakan untuk mengecek kemungkinan adanya sinyal komunikasi yang
tertangkap dari wilayah pencarian.
“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan
Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang
tertangkap,” kata Nezar.
Informasi mengenai aktivitas jaringan dari operator seluler
ini nantinya akan diteruskan kepada tim SAR untuk diproses dan menjadi salah
satu bahan dalam menentukan lokasi terakhir keberadaan delapan warga tersebut.
Nezar mengatakan, data yang diterima menunjukkan kontak
terakhir pada 7 September 2026 berada di Pulau Sebesi, salah satu gugus pulau
yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan
informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak
terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Nezar.
Saat ini, pencarian rombongan lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan.
Pada Sabtu (12/9/2026), yang merupakan hari kelima
pencarian, proses pencarian terus diperluas. Berdasarkan pembaruan dari tim SAR
Banten yang didampingi TNI Angkatan Laut dan Polairud, sebanyak 14 kapal dan
satu helikopter dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi
lokasi keberadaan korban.
Komdigi pun akan terus mendukung proses pencarian melalui
infrastruktur dan kemampuan monitoring spektrum frekuensi yang dimiliki
kementerian. Koordinasi dengan operator seluler dan tim SAR juga terus
dilakukan.
Selain membantu proses pencarian, Komdigi juga memantau
informasi yang beredar di ruang digital khususnya media sosial terkait insiden
tersebut dan menghimbau masyarakat untuk memeriksa kembali informasi yang
beredar dan menjadikan informasi resmi dari tim yang terlibat langsung dalam
operasi pencarian sebagai rujukan utama.
FAQ Artikel
Apa yang dilakukan Komdigi untuk membantu pencarian warga hilang?
Komdigi melakukan pelacakan jaringan operator seluler dan monitoring frekuensi, serta berkoordinasi dengan tiga operator seluler dan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio.
Siapa saja yang dikoordinasikan oleh Komdigi?
Komdigi berkoordinasi dengan tiga operator seluler dan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung.
Kapan dan di mana kontak terakhir warga yang hilang terdeteksi?
Kontak terakhir delapan warga yang hilang terdeteksi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, salah satu gugus pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Berapa jumlah total warga yang sedang dicari?
Total ada delapan warga yang sedang dicari, terdiri dari lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Selain membantu pencarian, peran lain apa yang dilakukan Komdigi?
Komdigi juga memantau informasi di ruang digital dan media sosial terkait insiden tersebut, serta menghimbau masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi dari tim SAR.

