
Uzone.id - Ditengah agresifitasnya pabrikan China menggempur dunia dengan mobil-mobil listriknya, penjualan mobil listrik global malah mengalami penurunan. Ada peran China dan Amerika di baliknya.
Menurut laporan Reuters, hal tersebut terlihat pada periode Januari 2026 dimana registrasi electric vehicle (EV) secara global hanya mencapai 1,2 juta unit di bulan lalu.Bila dilihat secara rinci, angka di atas mengalami penurunan hingga tiga persen dibandingkan Januari 2025.
Kemudian merosot 44 persen bila dibandingkan Desember 2025. Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak.
Penuruna penjualan EV global tersebut disebut-sebut terjadi karena sejumlah hambatan, mulai dari situasi ekonomi dan geopolitik, sampai perubahan arah dan kebijakan elektrifikasi kendaraan di sejumlah negara.
“Pemberlakuan pajak pembelian dan subsidi mobil listrik yang lebih rendah di China serta perubahan kebijakan di Amerika Serikat menghambat penjualan,” tulis Reuters.
Memang jika dilihat, pemerintah China merombak sejumlah kebijakan. Terutama yang terkait dengan pemberian bantuan pembelian EV.
Insentif yang diberikan pada tahun ini tidak lagi sebesar di 2025. Sehingga membuat masyarakat enggan memboyong mobil listrik.
Perang dengan Cina akibat ulah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat juga turut membuat situasi semakin buruk. Negeri Paman Sam terus mempersulit akselerasi EV asal Tiongkok.
Membuat mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu kehilangan peminat di Amerika Serikat, sehingga penjualan BYD, Geely hingga Great Wall Motor harus terkoreksi.
Dalam sebuah laporan yang dibuat oleh EnergyLiveNews, penjualan mobil listrik Cina bulan lalu disebut merosot 0,60 juta unit atau turun sekitar 20 persen dibandingkan Januari 2025.
“Sebagian besar sebagai konsekuensi dari pasar EV Cina yang menyusut,” ungkap Charles Lester, Manajer Data Benchmark.
Sebagai informasi, pabrik kendaraan roda empat di China diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif China akan meningkat hingga 25 persen, bahkan berpotensi memecahkan rekor karena menyentuh tujuh juta unit.
Menurut data, mobil listrik China bakal membanjiri sejumlah negara, seperti Meksiko, Timur Tengah, Rusia dan sebagian Eropa.
Akan tetapi penjualan mobil listrik di China diprediksi melambat pada periode tahun ini.
Beberapa rintangan siap menghadang. Seperti ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.
Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.
Bahkan disebutkan bahwa puluhan produsen mobil listrik di China berada dalam ancaman serius pada 2026.