home ×
Digilife

China Kloning Clubhouse, Hasilnya Fatal

24 February 2021 By
China Kloning Clubhouse, Hasilnya Fatal
Share
Share
Share
Share

Ilustrasi (Foto: Jose Rose / Unsplash)

Uzone.id - Masyarakat China sempat menikmati layanan obrolan audio Clubhouse. Meskipun berumur pendek di sana, namun mereka bisa merasakan kebebasan berbicara tanpa adanya sensor pemerintah.

Namun, diblokirnya Clubhouse di China jadi peluang bagi perusahaan teknologi di Negeri Tirai Bambu itu untuk mengembangkan aplikasi versi mereka sendiri.

Secara keseluruhan, ada lebih dari 100 team (tautan dalam bahasa China) di China yang mengeksplorasi produk di bidang media sosial berbasis audio, menurut CEO iiMedia Research, sebuah konsultan di China.

Meskipun pengguna harus punya akun Apple non-China untuk mengunduh Clubhouse, rasa tahu orang China begitu tinggi sehingga kode undangan Clubhouse pun sampai dijual dengan harga antara 150 yuan hingga 400 yuan di situs e-commerce China.

BACA JUGA: Amanda Manopo Diteror, Netizen Gaungkan #SejutaSayangUntukAmanda

Pada 8 Januari, pemerintah China memblokir Clubhouse setelah pengguna menggunakan aplikasi tersebut untuk mendengarkan diskusi tentang berbagai topik, termasuk perlakuan terhadap Uighur dan protes di Hong Kong.

Namun, upaya China menggantikan Clubhouse menemui rintangan. Misalnya, Duibhuaba atau Let's Talk yang dikembangkan oleh Inke, perusahaan yang terdaftar di Hong Kong, muncul di Android dan Apple selang dua hari setelah Clubhouse diblokir, menurut media teknologi China, 36Kr.

Pada 20 Februari, Duihuaba punya lebih dari 4 ribu pengguna terdaftar di antaranya sekitar 1.000 pengguna aktif setiap hari, menurut perusahaan.

Clubhouse sendiri belum mengungkap jumlah pengguna, namun unduhannya sudah mencapai 8 juta secara global.

Tapi, pada hari Senin (22/2/2021), pengguna menemukan bahwa aplikasi China telah dihapus dari toko aplikasi Android dan Apple.

Pengembang membuat alasan bahwa hal itu untuk "meningkatkan dan menyelesaikan" alat.

Lalu, ada fitur yang diluncurkan di WeChat dengan nama Clubhorse, yang terinspirasi oleh kartun Netflix BoJack Horseman.

Clubhorse diluncurkan pada akhir pekan dan segera ditangguhkan oleh Tencent dengan alasan program tersebut melanggar "hak hukum orang lain". Pengguna mengatakan bahwa antarmukanya hampir identik dengan Clubhouse.

Cacat terbesar dari Clubhouse kloningan adalah salah satunya yang akan mereka bagikan. Sementara, Clubhouse menjadi terkenal terutama karena komunitasnya yang beragam sehingga memungkinkan pengguna untuk berbicara dengan "ruangan yang penuh dengan orang-orang dengan latar belakang dan pengalaman berbeda".

Jadi, sangat tidak mungkin bagi versi bahasa Mandarin untuk menawarkan percakapan bebas tanpa sensor di bawah pengawasan pemerintah China.

Oleh karena itu, untuk versi China akan dibuat platform berbasis audio dan video, semacam Douyin (TikTok versi China) yang menawarkan konten menyenangkan, namun tidak mengancam pemerintah. (Quartz)

VIDEO Unboxing Redmi 9T Seharga Rp2,39 Juta

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article