icon-category Auto

Dampak Buruk Kekurangan atau Kelebihan Takaran Oli Mesin

  • 31 Oct 2022 WIB
Bagikan :
Foto: Auto2000

Uzone.id – Tren mengerjakan hal-hal tertentu sendiri atau bahasa kekiniannya DIY (do it yourself), sedang diminati banyak masyarakat, seperti salah satunya adalah melakukan pengisian oli mesin mobil.

Hanya saja, pastikan kalian menuangkan takaran oli yang sesuai dengan standar, jangan sampai kurang atau kelebihan, karena keduanya punya efek samping yang buruk.

Oli Mesin Melebihi Takaran

Risiko mengisi oli mesin lebih dari takaran seharusnya adalah dapat membuat performa mesin turun. Tarikan mesin, terutama pada putaran tinggi akan terasa berat karena oli bersirkulasi melebihi kapasitas.

Sehingga konsumsi bensin juga lebih boros karena mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak.

BACA JUGA: Suzuki S-Cross Pensiun, Grand Vitara Siap Gantikan

Masalah ini akan berimbas pada kemampuan oli dalam melumasi dan membebani kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas.

Potensi masalah lain yang dapat terjadi adalah timbulnya kebocoran yang sangat merugikan karena tekanan berlebih yang membebani mesin.

Kebocoran biasanya menyusup lewat seal yang kondisinya kurang baik dan dapat terlihat dari rembesan oli menetes keluar dari blok mesin.

Dalam jangka panjang, usia pakai pompa dan filter oli mesin akan cepat menurun karena bekerja ekstra keras.

Oli Mesin Kurang dari Takaran

Dampak buruk dari mengisi oli mesin kurang dari takaran bisa lebih besar karena risikonya mesin akan mudah panas mengingat debit oli yang bersirkulasi lebih sedikit dari seharusnya.

Tenaga mesin akan menurun dan konsumsi bensin menjadi boros karena mesin tidak bekerja pada kondisi ideal.

Selain itu, sistem pelumas pada komponen di dalam mesin menjadi tidak merata hingga komponen terkecil dan dapat menimbulkan keausan lebih cepat yang berakibat fatal kalau didiamkan.

Suara mesin akan terdengar kasar karena timbul gesekan akibat pelumas yang penyebarannya tidak merata.

BACA JUGA: Spesifikasi Mesin Chery Tiggo 8 Pro

Akibatnya, parts mesin berpotensi macet dan berujung rusak karena keausan yang terjadi. Apalagi kalau sampai mesin mengalami overheat dan tidak menyadarinya, risikonya bisa sampai turun mesin.

Itulah mengapa kita wajib mengukur volume oli mesin lewat dipstick secara berkala untuk memastikan takarannya sesuai standar yang ditentukan.

“Kita wajib mengisi oli mesin sesuai takaran dan memeriksa volumenya melalui dipstick setidaknya 1 minggu sekali untuk memastikannya tidak kurang atau tidak lebih dari batas normal. Karena jika kurang atau lebih dapat menciptakan masalah pada mesin mobil,” terang Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000, dalam siaran pers yang diterima Uzone.id

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini