Home
/
Digilife

Data KTP hingga Password Email Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor

Analis siber menduga data Menkomdigi Meutya Hafid, termasuk password, bocor dan dijual Rp2.000, mendesak pemerintah serius mengatasi keamanan data.

Data KTP hingga Password Email Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencuat.
  • Data sensitif yang bocor meliputi foto KTP, informasi keluarga, serta password email dan LinkedIn, diklaim dijual dengan harga Rp2.000 hingga Rp10.000.
  • Analis keamanan siber Namsun Bertin mengungkapkan dugaan ini melalui Instagram sebagai upaya menarik perhatian pemerintah terhadap isu keamanan data.
  • Mr Bert mengaku telah berkali-kali melaporkan celah keamanan dan kebocoran data ke Komdigi, namun belum ada tindakan signifikan dari pemerintah.

Uzone.id — Dugaan kebocoran data pribadi kembali mencuat di Indonesia. Kali ini, data yang diduga milik Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid disebut ikut beredar dan bahkan diklaim bisa dibeli dengan harga hanya Rp2.000.

Dugaan tersebut diungkap oleh kreator konten yang juga merupakan analis keamanan siber Namsun Bertin lewat akun Instagram miliknya @realmrbert pada Jumat, (02/10).

Dalam video tersebut, Mr Bert memperlihatkan sejumlah informasi yang diklaim berkaitan dengan Meutya Hafid. Data yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari foto yang disebut pernah digunakan sebagai foto KTP hingga informasi anggota keluarga.

“Kepada Ibu Meutya Hafid yang terhormat, Menteri Komdigi Indonesia. Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah jadi foto KTP-mu. Benarkah, Ibu? Ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi Ibu,” kata Mr Bert dalam video tersebut.

Foto: Dugaan kebocoran data milik Menteri Komdigi (Sumber: Instagram @realmrbert)


Tak sampai situ, Mr Bet kemudian menunjukkan informasi lain yang diklaim sebagai password milik Menteri Komdigi, Meutya Hafid. Mulai dari password email hingga password LinkedIn.

“Ini adalah password Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca. Password seorang Menteri Komdigi,” ujarnya.

Mr Bert menyatakan bahwa informasi pribadi dan sensitif yang diduga berkaitan dengan Meutya tersebut dijual dengan bebas dan bisa diperoleh hanya dengan Rp2 ribu sampai Rp10 ribu.




“Baru-baru saja dijual data Rp10 ribu satu orang, kita bisa dapat seluruh wajahnya, lokasinya, semua itu bisa didapatkan, Ibu. Rp10 ribu. Tapi Rp10 ribu itu masih terlalu mahal karena saya pribadi bisa tahu sumbernya dimana bisa membeli data Ibu, itu cuma Rp2 ribu,” lanjutnya.

Dalam postingan tersebut, Mr Bert menjelaskan bahwa data tersebut menjadi salah satu gambaran betapa mudahnya informasi pribadi masyarakat Indonesia ditemukan dan diperjualbelikan.

Ia menyebut bahwa postingan yang ia unggah tersebut tidak bermaksud mempermalukan Meutya maupun melakukan doxing dengan memperlihatkan data tersebut ke publik. Ia menyampaikan bahwa video tersebut dibuat untuk menarik perhatian pemerintah terkait persoalan kebocoran data di Indonesia.

Mr Bert mengaku sudah beberapa kali mendatangi Komdigi untuk melaporkan temuan terkait dugaan kebocoran data maupun celah keamanan.

“Saya berkali-kali datang, saya berkali-kali datang ke Komdigi. Saya sampaikan ada kebocoran data ini, ada lubang keamanan ini,” ujarnya.

Sayangnya, Mr Bert menyatakan bahwa pemerintah belum melakukan tindakan signifikan terkait fenomena kebocoran data ini.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Komdigi belum menyampaikan respon mereka terkait dugaan kebocoran data yang menimpa Menteri Komdigi Meutya Hafid tersebut.

 

FAQ Artikel

Data pribadi siapa yang diduga bocor dalam artikel ini?

Data pribadi yang diduga bocor adalah milik Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

Siapa yang mengungkapkan dugaan kebocoran data ini?

Dugaan kebocoran data ini diungkap oleh kreator konten dan analis keamanan siber Namsun Bertin melalui akun Instagram-nya @realmrbert.

Apa saja jenis data yang diklaim bocor?

Jenis data yang diklaim bocor meliputi foto KTP, informasi anggota keluarga, serta password email dan LinkedIn milik Menteri Komdigi.

Mengapa Mr Bert mengungkapkan kasus kebocoran data ini?

Mr Bert mengungkapkan kasus ini untuk menarik perhatian pemerintah terkait mudahnya informasi pribadi masyarakat Indonesia ditemukan dan diperjualbelikan, bukan untuk mempermalukan atau melakukan doxing.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article