
Uzone.id — Perusahaan teknologi yang berfokus pada laptop hingga monitor Dell Technologies turut melakukan efisiensi karyawan selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Dalam laporan terbaru, Dell mencatat jumlah karyawannya turun sekitar 10 persen atau setara 11 ribu orang sepanjang tahun fiskal 2026.Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, total tenaga kerja Dell per 31 Januari 2026 tercatat sekitar 97 ribu orang, turun dari sekitar 108.000 karyawan pada tahun sebelumnya. Gak cuma di tahun ini saja, Dell mengungkap bahwa penurunan jumlah karyawan juga terjadi di periode sebelumnya dengan persentase yang hampir sama.
Efisiensi ini sejalan dengan strategi efisiensi perusahaan di tengah perubahan industri teknologi, termasuk meningkatnya peran kecerdasan buatan (AI).
Saat ini, Dell semakin memposisikan portofolio AI-optimised server mereka sebagai pendorong utama pertumbuhan perusahaan, seiring meningkatnya permintaan global akan kapasitas komputasi berperforma tinggi untuk melatih dan menjalankan model AI canggih.
Melansir dari Tech in Asia, Selasa, (17/03), perusahaan menyebut pendapatan dari server AI ini diproyeksikan akan melonjak dua kali lipat pada tahun fiskal 2027.
Hal ini menunjukkan bahwa Dell tengah mengalihkan fokus ke infrastruktur teknologi yang mendukung perkembangan AI yang saat ini menjadi salah satu pendorong utama industri.
Kekhawatiran terhadap dampak AI pada lapangan kerja semakin meningkat di kawasan Silicon Valley. Menurut data dari Layoffs.fyi, sekitar 60 perusahaan teknologi telah melakukan PHK terhadap lebih dari 38 ribu karyawan sepanjang tahun 2026 ini.
Sebelumnya, Reuters juga melaporkan bahwa Meta tengah merencanakan gelombang PHK besar yang berpotensi berdampak pada 20 persen atau lebih dari 15 ribu karyawan karena ingin berfokus pada AI.