Home
/
Telco

DTI-CX 2026 Resmi Dibuka, Soroti AI, 5G, dan Keamanan Siber

DTI-CX 2026 di Jakarta, 5-6 Agustus, mengangkat tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat". Fokusnya adalah infrastruktur, AI, dan talenta digital.

DTI-CX 2026 Resmi Dibuka, Soroti AI, 5G, dan Keamanan Siber

Foto: Ist

Bagikan :

Highlight Artikel

  • DTI-CX 2026 digelar 5-6 Agustus di Jakarta International Convention Center (JICC), mengusung tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat."
  • Acara ini menjadi forum kolaborasi pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu seperti infrastruktur digital, AI, keamanan siber, dan pengembangan SDM.
  • Pentingnya percepatan adopsi teknologi strategis seperti 5G, kriptografi kuantum, dan jaringan satelit non-terrestrial network (NTN) untuk bersaing global.
  • Pemerintah fokus pada enam strategi penguatan ekosistem digital, termasuk pemerataan konektivitas, pengembangan talenta digital lokal, dan peningkatan investasi, sembari menekankan keamanan siber.

Uzone.id - Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 resmi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 5-6 Agustus 2026.

Pameran dan konferensi ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 dengan mengusung tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat."

Acara ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri teknologi, asosiasi, dan various pemangku kepentingan untuk membahas arah transformasi digital Indonesia.

Sejumlah isu yang menjadi sorotan antara lain pengembangan infrastruktur digital, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, keamanan siber, pusat data, hingga transformasi sumber daya manusia.



DTI-CX 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), APJII, IDPRO, serta PMSM.

Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Wintoko, mengatakan DTI-CX diharapkan menjadi katalis pengembangan ekosistem digital nasional melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan industri.

"Event ini tidak hanya menjadi ajang konferensi dan pameran teknologi, tetapi juga ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, inovator, dan pemerintah. Peluang pengembangan industri telekomunikasi Indonesia masih sangat besar, apalagi dengan dukungan pemerintah terhadap ekosistem digital," ujar Theodorus.

Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menilai Indonesia perlu mempercepat adopsi teknologi strategis agar mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, pembangunan jaringan 5G, teknologi kriptografi kuantum, jaringan satelit non-terrestrial network (NTN), hingga kapasitas data center harus menjadi prioritas.

"Indonesia harus segera melompat ke 5G, kripto kuantum, jaringan satelit non-terrestrial network, serta memperbesar kapasitas data center agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun pemerintah," kata Sarwoto.

Ia menambahkan, DTI-CX 2026 diproyeksikan dihadiri lebih dari 13 ribu peserta, ratusan pembicara dari dalam dan luar negeri, serta menghadirkan ratusan booth teknologi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, memaparkan enam strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Strategi tersebut meliputi pemerataan konektivitas internet, pengembangan talenta digital, kolaborasi lintas sektor, peningkatan investasi, penyempurnaan regulasi, serta penciptaan pasar digital yang sehat.




"Kita membutuhkan investasi yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga pengetahuan dan teknologi yang inovatif, aman, serta bertanggung jawab. Tujuannya agar teknologi tidak hanya menghubungkan Indonesia, tetapi juga memperkuat masa depan bangsa," ujarnya.

Di sisi keamanan siber, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengingatkan bahwa ancaman digital masih banyak dipicu oleh kelemahan internal, seperti kebocoran kredensial, malware, hingga kesalahan manusia.

Karena itu, menurutnya, keamanan siber harus dibangun melalui kolaborasi, pertukaran informasi ancaman, serta penerapan prinsip security by design dan resilient by architecture.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penguatan ekosistem digital menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, ia menekankan bahwa pengembangan industri digital harus didukung oleh talenta lokal.

"Tanpa ekosistem talenta, industri semikonduktor maupun sektor digital lainnya tidak akan berkembang. Kita tidak ingin kebutuhan talenta digital terus bergantung pada tenaga kerja dari luar negeri," kata Airlangga.

FAQ Artikel

Kapan dan di mana Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 diselenggarakan?

DTI-CX 2026 resmi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 5-6 Agustus 2026.

Isu-isu apa saja yang menjadi fokus utama DTI-CX 2026?

Isu-isu yang menjadi sorotan meliputi pengembangan infrastruktur digital, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, keamanan siber, pusat data, hingga transformasi sumber daya manusia.

Mengapa pengembangan talenta lokal sangat penting untuk ekosistem digital Indonesia?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa tanpa ekosistem talenta lokal, industri semikonduktor maupun sektor digital lainnya tidak akan berkembang, sehingga Indonesia tidak ingin terus bergantung pada tenaga kerja dari luar negeri.

populerRelated Article