Home
/
Digilife

Email Asuransi Palsu hingga AI Ternyata Gampang Bikin Karyawan Terkecoh

Riset Kaspersky menunjukkan email phishing dengan topik trending seperti AI dan urusan internal sangat ampuh, membuat 92% karyawan lengah.

Email Asuransi Palsu hingga AI Ternyata Gampang Bikin Karyawan Terkecoh

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Penipuan email dengan topik trending seperti AI, teknologi populer, dan urusan internal perusahaan sangat efektif menjebak karyawan.
  • Email simulasi bertema teknologi dan AI mencatatkan tingkat klik sebesar 45 persen. Template laporan inspeksi sanitasi bahkan mencapai 92 persen.
  • Email yang dikaitkan dengan acara populer (misalnya FIFA) atau permintaan persetujuan juga memiliki tingkat klik tinggi, mencapai 66 persen dan 48 persen.
  • Kaspersky menyarankan perusahaan untuk menjalankan program kesadaran keamanan siber secara berkelanjutan guna mengatasi serangan phishing yang semakin personal.

Uzone.id — Riset terbaru dari Kaspersky Automated Security Awareness Platform (KASAP) mengungkap kalau penipuan email dengan topik-topik trending seperti AI masih jadi jebakan paling ampuh buat para karyawan.

Bahkan, email lainnya yang mengangkat topik seperti teknologi populer lainnya hingga urusan internal perusahaan bisa membuat penerimanya lengah dan mengeklik tautan berbahaya.

Temuan Kaspersky menunjukkan kalau email simulasi bertema teknologi dan AI memiliki tingkat klik sebesar 45 persen. Artinya, hampir setengah penerima dalam pengujian tersebut mengklik tautan di email penipuan tersebut.

Selain teknologi dan AI, ada sejumlah topik lain yang juga terbukti efektif mengecoh karyawan.

Email bertema layanan kesehatan dan asuransi, misalnya, memiliki rata-rata tingkat klik sebesar 28 persen. Selain itu, salah satu template yang membahas laporan inspeksi sanitasi di perusahaan mencatat tingkat klik hingga 92 persen.




Email soal kebijakan teknologi informasi dan juga kepatuhan perusahaan menjadi celah dimana sebanyak 26 persen karyawan mengeklik tautan dalam simulasi email bertema tersebut. 

Bahkan, templat yang meminta persetujuan berhasil mengecoh 48 persen penerima email.

Sementara itu, email berisi hadiah, promosi, dan tiket mencatatkan tingkat klik sebesar 24 persen saja. Ini artinya, mereka sudah paham soal modus penipuan seperti ini.

Sayangnya, ketika dikaitkan dengan acara populer seperti FIFA dengan ajakan untuk mengenakan seragam tim nasional dan memenangkan hadiah, template ini mencatatkan tingkat klik hingga 66 persen.

Email yang menyamar sebagai departemen sumber daya manusia (SDM) atau komunikasi perusahaan juga patut diwaspadai, dimana tingkat kliknya mencapai 22 persen.

Pesan yang mengangkat persoalan internal perusahaan, seperti survei operasional atau pemberitahuan aturan berpakaian dianggap menarik perhatian karyawan karena terasa relevan dengan aktivitas mereka sehari-hari.

Pakar Kesadaran Keamanan Kaspersky, Svetlana Kalashnikova pun menyebut kalau penjahat siber memanfaatkan kecenderungan manusia untuk merespons pesan yang sensitif dan sesuai dengan konteks kehidupan mereka.




“Memahami hal ini, penjahat siber membuat jebakan yang lebih personal, dan tren ini diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya kecerdasan buatan generatif,” ujarnya.

Melihat masih tingginya angka klik terhadap email-email penipuan di lingkungan perusahaan, Kaspersky menyarankan perusahaan menjalankan program kesadaran keamanan siber secara berkelanjutan, mengingat serangan phishing tidak hanya memanfaatkan kelemahan teknologi, tetapi juga kepercayaan dan kebiasaan manusia.

 

FAQ Artikel

Topik email penipuan apa yang paling efektif mengecoh karyawan?

Topik trending seperti AI, teknologi populer, layanan kesehatan, asuransi, urusan internal perusahaan (seperti laporan inspeksi sanitasi atau kebijakan IT), serta acara populer seperti FIFA.

Berapa tingkat klik untuk email penipuan bertema AI dan teknologi?

Email simulasi bertema teknologi dan AI memiliki tingkat klik sebesar 45 persen.

Bagaimana penjahat siber memanfaatkan kecenderungan manusia dalam serangan phishing?

Penjahat siber memanfaatkan kecenderungan manusia untuk merespons pesan yang sensitif dan sesuai dengan konteks kehidupan mereka, membuat jebakan yang lebih personal.

Apa rekomendasi Kaspersky untuk perusahaan terkait ancaman phishing?

Kaspersky menyarankan perusahaan menjalankan program kesadaran keamanan siber secara berkelanjutan, karena serangan phishing tidak hanya memanfaatkan kelemahan teknologi tetapi juga kepercayaan dan kebiasaan manusia.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article