Home
/
Digilife

Akun WhatsApp Kena Blokir Padahal Tak Pernah Kirim Spam? Ini Penyebabnya

Alfons Tanujaya menyarankan menghapus ekstensi jahat WA Web pemicu blokir WA oleh spam judi, bukannya mengganti PIN atau perangkat.

 Akun WhatsApp Kena Blokir Padahal Tak Pernah Kirim Spam? Ini Penyebabnya

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Pemblokiran WhatsApp massal di Indonesia, Malaysia, dan India terjadi akibat spam promosi judi online yang dikirim dari akun pengguna.
  • Penyebab utama adalah ekstensi peramban (browser extension) yang terpasang diam-diam dan menyalahgunakan sesi WhatsApp Web untuk mengirim pesan spam.
  • Pengguna sering salah kaprah mengira menghapus perangkat tertaut atau mengganti PIN verifikasi dua langkah dapat menyelesaikan masalah, padahal tidak efektif.
  • Solusi yang benar adalah memeriksa dan menghapus ekstensi peramban yang mencurigakan, terutama yang mengklaim sebagai tools CRM atau otomasi WhatsApp.

Uzone.id — Pemblokiran massal akun WhatsApp pengguna di Indonesia, Malaysia hingga India ternyata mengarah pada satu kegiatan, yaitu spam promosi judi online. Anehnya, pemilik akun mengaku bahwa mereka tidak menemukan jejak pesan-pesan tersebut dan hanya bisa dilihat melalui WA versi Web saja.

Modus Operasi Spam WhatsApp Via Ekstensi

Alfons Tanujaya, pakar siber dari Vaksincom mengungkap adanya celah lain yang digunakan oleh pelaku kejahatan untuk beraksi, yaitu menggunakan ekstensi di browser yang terpasang secara diam-diam.

“Kejadian ini pada awalnya terlihat seperti kasus pembajakan akun biasa. Namun penelusuran lebih lanjut mengarah ke penyebab yang berbeda dari dugaan umum selama ini. Bukan linked device asing melainkan ekstensi peramban (browser extension) yang terpasang di komputer korban sendiri,” kata Alfons dalam keterangan tertulis yang diterima Uzone.id, Kamis, (13/08).

Alfons kemudian mengungkap adanya operasi yang hampir mirip pada Oktober 2025 lalu, dimana perusahaan siber Socket.dev menemukan adanya 131 ekstensi di Chrome yang menyamar menjadi alat “CRM WhatsApp” atau “Otomasi WhatsApp” dalam kebutuhan bisnis seperti untuk mengirimkan pesan broadcast.




Ekstensi ini menyuntikkan skrip langsung ke halaman web.whatsapp.com untuk mengirim pesan (spam) secara massal melalui akun-akun korban.

“Ekstensi tetap berjalan normal untuk fungsi CRM yang dijanjikan, namun di balik layar turut memakai sesi WhatsApp Web milik pengguna untuk mengirim spam ke nomor acak,” ungkap Alfons.

Ia melanjutkan, “Secara teknis, ekstensi-ekstensi ini memanfaatkan fungsi internal yang dipakai WhatsApp Web untuk mengatur pengiriman pesan, dikombinasikan dengan Manifest V3 service worker agar pengiriman bisa tetap berjalan terjadwal di latar belakang.”

Kesalahpahaman Pengguna dan Solusi Efektif

Modus kejahatan siber ini sebenarnya terjadi di Brasil lalu dan hanya menyasar pada akun-akun bisnis dan pesan spam bisnis. Tapi, teknik yang sama kemungkinan dilakukan oleh penjahat siber untuk modus perjudian online di Indonesia.

“Teknik yang sama — ekstensi peramban yang menyusup ke sesi WhatsApp Web — sangat mungkin direplikasi oleh operator lain, termasuk untuk distribusi spam judi online di Indonesia, sebagaimana pola yang ditemukan pada kasus di atas,” ujar Alfons.

Ngerinya, pengguna seringkali salah kaprah dan mengira kalau dengan menghapus sesi pada Perangkat Tertaut maupun mengganti PIN verifikasi dua langkah bisa menghentikan tindakan ini, nyatanya dua langkah ini sama sekali tidak membantu.




“Karena akar masalahnya bukan pada autentikasi akun WhatsApp, melainkan pada ekstensi yang tetap terpasang di peramban. Begitu pengguna login ulang WhatsApp Web pada peramban yang sama, ekstensi tersebut dapat langsung menyusup ke sesi baru yang terbentuk,” tambah Alfons.

Untuk menghentikan penyalahgunaan ini, Alfons menghimbau pengguna untuk mengecek ekstensi di browser dan menghapus ekstensi yang dirasa tidak pernah terpasang.

“Pengguna WhatsApp disarankan untuk memeriksa daftar ekstensi yang terpasang di peramban secara berkala, terutama yang mengklaim sebagai tools CRM atau otomasi WhatsApp, serta menjaga agar ponsel tidak diakses maupun dipindai kode QR-nya oleh pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya,” saran Alfons.

 

FAQ Artikel

Mengapa akun WhatsApp saya memblokir orang lain karena spam judi online padahal saya tidak merasa mengirimkannya?

Pemblokiran terjadi karena ekstensi peramban (browser extension) yang terpasang diam-diam di komputer Anda menyalahgunakan sesi WhatsApp Web untuk mengirim spam massal tanpa sepengetahuan Anda, dan pesan-pesan ini hanya terlihat melalui WA Web, bukan aplikasi seluler.

Apa penyebab utama spam judi online melalui akun WhatsApp saya?

Penyebab utamanya adalah ekstensi peramban yang menyusup ke halaman web.whatsapp.com. Ekstensi ini, yang mungkin menyamar sebagai alat CRM atau otomatisasi WhatsApp, secara diam-diam menyuntikkan skrip untuk mengirim pesan spam massal menggunakan sesi WhatsApp Web Anda di latar belakang.

Apakah menghapus sesi Perangkat Tertaut atau mengganti PIN Verifikasi Dua Langkah dapat menghentikan spam ini?

Tidak, langkah-langkah tersebut tidak efektif. Akar masalahnya bukan pada autentikasi akun WhatsApp, melainkan pada ekstensi peramban yang tetap terpasang. Begitu Anda login ulang ke WhatsApp Web pada peramban yang sama, ekstensi tersebut akan kembali menyusup ke sesi baru.

Bagaimana cara menghentikan penyalahgunaan akun WhatsApp saya untuk spam judi online?

Anda harus memeriksa daftar ekstensi yang terpasang di peramban (browser) Anda secara berkala dan segera menghapus ekstensi yang mencurigakan, terutama yang mengklaim sebagai tools CRM atau otomatisasi WhatsApp yang tidak pernah Anda pasang atau tidak Anda kenali.

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article