Gadget

Eropa Paksa iPhone Pakai Port USB-C

  • 24 September 2021
  • Bagikan :

     IPhone 12 Pro Max (Foto: Apple)

    Uzone.id - Komisi Uni Eropa telah mengumumkan sebuah rencana untuk memaksa semua smartphone dan produsen elektronik menggunakan port pengisian USB-C sebagai standar umum.

    Ini bukan masalah besar bagi Android, karena sebagian besar produsen smartphone yang beredar sudah menggunakan ini. Namun, tidak bagi iPhone.

    Seperti diketahui, semua iPhone masih menggunakan ekosistem sendiri, yakni port lightning. Sementara di beberapa produk Apple lainnya, beberapa versi iPad dan MacBook sudah menggunakan port USB-C.

    IPhone dengan port lightning (Foto: Unsplash)

    Artinya ada dua hal yang bakal terjadi agar Apple mengikuti aturan ini, iPhone di masa depan akan menggunakan USB-C atau iPhone tidak menggunakan port pengisian lagi.

    Sebab seperti diketahui, ada gosip yang menyebutkan bahwa iPhone mungkin akan full wireless charging tanpa port.

    Baca juga: Apple Diketahui Pernah Ingin Tendang Facebook dari App Store

    Proposal rencana dari UE hanya mencakup pengisian daya dengan kabel dan tidak berusaha untuk menegakkan aturan tentang pengisian daya nirkabel dulu.

    Seorang juru bicara Komisi telah mengkonfirmasi kepada The Verge, seperti dikutip Uzone.id, Jumat (24/9), bahwa jika perangkat hanya mengisi daya secara nirkabel, maka tidak ada persyaratan untuk mengintegrasikan port pengisian ke USB-C.

    Jika Parlemen Eropa menyetujui proposal ini, produsen akan memiliki waktu 24 bulan untuk mematuhi aturan baru tersebut. Itu memberi Apple banyak waktu untuk membuat iPhone tanpa port jika ingin menghindari USB-C sama sekali.

    Baca juga: Saingi Galaxy Z Fold, Apple Siapkan Dua iPhone Fold Sekaligus

    Hal ini sejalan dengan ucapan analis industri Ming-Chi Kuo. Dia bilang Apple tidak memiliki rencana untuk membuang port Lightning pada iPhone dalam "masa mendatang" dan dapat langsung beralih ke iPhone tanpa port yang secara eksklusif mengandalkan standar pengisian nirkabel MagSafe sebagai gantinya.

    “Jika iPhone‌ meninggalkan Lightning di masa depan, mungkin langsung mengadopsi desain tanpa port dengan dukungan MagSafe‌ daripada menggunakan port USB-C,” kata Kuo awal tahun ini.

    Port Lightning iPhone (Foto: Unsplash)

    Langkah seperti itu dapat didorong oleh keinginan Apple untuk melindungi bisnis lisensi MFi-nya alih-alih pindah ke USB-C. Apple menghasilkan uang dari setiap kabel dan aksesori Lightning yang dijual melalui biaya lisensi dari program aksesori MFi.

    Apple juga mengontrol standar MagSafe melalui program MFi-nya, memastikannya menangkap biaya lisensi pada beberapa aksesori pengisian daya nirkabel untuk iPhone.

    iPhone tanpa port pengisian daya pun bukan berarti masalahnya akan selesai, sebab Uni Eropa tidak melihat itu sebagai pengganti pengisian kabel karena tingkat efisiensinya.

    Nah loh, apa yang akan dilakukan oleh Apple nanti ya?