
Uzone.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dengan operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta Shell sudah memasuki tahap akhir.
Hal ini dibocorkan oleh Laode selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM. Laode mengatakan Shell sedang memasuki tahap akhir negosiasi."Vivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terkini Shell memasuki tahap akhir," ujar Laode dikutip dari Antara.
Tahap akhir negosiasi Shell dan Pertamina Patra Niaga ini adalah tindak lanjut dari arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia untuk memenuhi pasokan BBM bagi operator SPBU swasta yang kehabisan kuota impor.
Beberapa pengelola SPBU swasta memang sudah menjalin kesepakatan dengan Pertamina seperti BP-AKR dan Vivo. Bahkan Pertamina sudah menyalurkan 100 ribu barel base fuel kepada BP-AKR beberapa bulan lalu.
Lebih lanjutnya, Pertamina juga sudah menyalurkan pasokan BBM kepada Vivo dengan volume serupa yakni 100 ribu barel base fuel.
Sementara untuk pasokan BBM base fuel ke Shell, Laode tidak bisa mengungkapkannya. Laode hanya mengatakan tunggu kabar terbaru dari Shell.
"Kita tunggu saja (volume Shell)," sebut Laode.
Shell dan BP sudah mengalami kelangkaan stok BBM sejak pertengahan Agustus 2025 karena habisnya kuota impor mereka. Sementara Vivo kehabisan stok BBM baru pada pertengahan Oktober 2025.
Sejauh ini, pasokan BBM di SPBU BP mulai berangsur pulih untuk pilihan RON 92. Sedangkan Vivo sudah mulai memiliki stok BBM pada Minggu (23/11) kemarin.
Artinya hanya Shell saja yang sejauh ini belum mencapai kesepakatan pembelian BBM base fuel dengan Pertamina Patra Niaga.
Sebelumnya, Ingrid Siburian selaku Presiden Direktur & Managing Director Mobility Shell Indonesia menyampaikan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan SPBU swasta.
Ingrid mengupayakan agar Shell memiliki pasokan BBM secara normal, sembari memastikan seluruh prosedur pengadaan dan standar mutu mereka tetap terjaga.
"Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini belum mencapai kesepakatan business-to-business (B2B) terkait aspek komersial untuk pasokan base fuel dari Pertamina Patra Niaga," ujar Ingrid dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.