.jpg&w=3840&q=75)
Uzone.id — WhatsApp diminta
untuk menunda peluncuran fitur username yang baru-baru ini mereka perkenalkan
ke pengguna. Alih-alih melindungi data pengguna, fitur ini disebut bisa
menimbulkan risiko yang gak kalah berbahaya.
Fitur username ini dinilai berpotensi meningkatkan berbagai
bentuk kejahatan siber, mulai dari penipuan online (online fraud),
phishing, digital arrest scam, modus penipuan yang mengatasnamakan
aparat penegak hukum hingga penyamaran identitas (impersonation).
Username ini ditakutkan bisa dibuat mirip dengan tokoh-tokoh publik, instansi pemerintahan, atau orang lain sehingga mudah untuk melakukan penyamaran.
“Ada kemungkinan bahwa pelaku siber bisa mengklaim username
orang lain dan mengirim pesan kepada calon korbannya sambil berpura-pura
menjadi orang tersebut,” kata salah satu pejabat India, dikutip dari South
China Morning Post, Selasa, (07/07).
Ia melanjutkan, “Bagi mereka yang mungkin kurang paham
teknologi dan tidak bisa membedakan (mana pengguna palsu dan asli), hal ini
bisa menjadi tantangan besar.”
Dalam surat resmi yang disampaikan, mereka meminta WhatsApp
menunda peluncuran tersebut sampai pemerintah merasa yakin bahwa berbagai
risiko keamanannya sudah dapat diatasi.
Karena itu, India meminta WhatsApp untuk menjelaskan kalau
fitur username tersebut aman dan memberikan alasan kuat agar pemerintah tidak
perlu mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan.
Menanggapi permintaan tersebut, induk WhatsApp, Meta
mengatakan kalau fitur username ini sebenarnya belum sepenuhnya diluncurkan dan
baru akan tersedia secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Perusahaan menegaskan kalau pihaknya sudah menyiapkan sejumlah lapisan keamanan agar fitur tersebut tidak mudah disalahgunakan, termasuk masih meminta pengguna untuk memasukkan nomor ponsel mereka.
“Pengguna masih memerlukan nomor telepon untuk menggunakan
WhatsApp, dan kami telah menerapkan beberapa lapisan perlindungan terhadap
penipuan pada nama pengguna,” kata seorang juru bicara Meta.
Pencegahan lainnya adalah dengan mengunci username milik
tokoh publik, akun pemerintah, selebritas, hingga akun Meta yang telah
terverifikasi agar hanya bisa digunakan oleh pemilik resminya.
“Untuk mencegah penyalahgunaan identitas, kami telah
mengamankan nama-nama tokoh terkenal sehingga nama-nama tersebut hanya dapat
diklaim oleh pemilik sahnya,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Selain itu, WhatsApp mengklaim telah menyiapkan sistem untuk
mencegah penggunaan username yang menyerupai akun resmi.
Sama halnya ketika menggunakan nomor HP, WhatsApp juga akan
melindungi kontak pengguna agar tidak dichat oleh sembarang orang–termasuk
orang tak dikenal. Platform nantinya akan membatasi jumlah pengguna baru yang
dapat dihubungi oleh sebuah akun, memblokir upaya menebak username secara
berulang, serta menggunakan sistem otomatis untuk mendeteksi aktivitas yang
mengarah pada penyamaran identitas.