
Uzone.id — Situasi di Timur Tengah kembali memanas pasca serangan perdana yang dilancarkan Iran ke kawasan timur wilayah yang diduduki Israel pada Minggu, (07/06) di tengah kesepakatan gencatan senjata.
Serangan ini menyebabkan Iran begitupun dengan pihak Israel kembali ke mode siaga, bahkan langit Iran sudah mulai ‘bersih’ dari penerbangan pesawat komersil baik itu domestik maupun internasional.Hal ini terlihat dari pantauan Uzone.id di situs Flightradar24 yang khusus memantau lalu lintas langit dunia. Per Senin siang, (08/08), terpantau tidak ada pesawat yang melintas bahkan mendarat di langit Iran, Iraq, Lebanon, Syria dan juga Israel.
Pihak bandara internasional Tehran pun mengkonfirmasi bahwa tak lama setelah serangan dilakukan, pihaknya langsung menunda seluruh penerbangan dari landasan mereka.
“Otoritas penerbangan sipil mengumumkan penangguhan semua penerbangan menuju bandara tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata kantor berita Iran Mehr, dikutip dari berbagai sumber.
Tak hanya Iran, Iraq juga memutuskan untuk menutup langit mereka selama kurang lebih 72 jam sebagai langkah pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan regional.
Ini menyebabkan semua penerbangan komersial yang berangkat ke, dari, dan melintasi negara tersebut ditunda dan dialihkan rutenya.
“Keputusan tersebut diambil berdasarkan penilaian berkelanjutan terhadap situasi keamanan dalam negeri dan bertujuan untuk melindungi operasional penerbangan sipil, penumpang, serta layanan navigasi udara,” kata Otoritas Penerbangan Sipil Iraq, Senin, (08/06).
Tak hanya membatalkan seluruh penerbangan, Iran juga dilaporkan mulai membatasi kembali jaringan internet masyarakat mereka. Beberapa akun pemantau situasi geopolitik di berbagai negara juga mulai mengumumkan adanya pembatasan akses internet kembali di Iran, khususnya di wilayah yang menjadi sumber serangan.