icon-category Auto

Ford GT40, Si Penghancur Mimpi Ferrari di Sirkuit Le Mans

  • 21 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ford GT40 (Foto: Maxime Agnelli / Unsplash)

    Uzone.id - Kalau bicara mobil balap, Ford GT40 MK II punya sejarah yang mengagumkan ketika mobil rancangan Carroll Shelby dan Ken Miles ini menghancurkan mimpi Ferrari di Sirkuit Lemans, Paris, Prancis, di balapan tahun 1966.

    Tiga pembalap dari tim Ford - termasuk Ken Miles - yang mengendarai Ford GT40 berhasil masuk finish di Le Mans dengan posisi pertama, kedua dan ketiga, sementara tim Ferrary gagal mencapai finish.

    Itu adalah sejarah baru bagi pabrikan mobil Amerika karena bisa mengalahkan mobil balap paling tangguh saat itu, Ferrari.  

    GT40 MK II dipersenjatai mesin V8 7L dengan torsi 427 @4000 rpm dan tenaga 485 hp @6200 rpm, dan bisa meraih top speed 205 mph. Bobot mobil ini termasuk bensin penuh seberat 1,2 ton.

    Ford v Ferrari

    Ford GT40 (Foto: Ryan C / Unsplash)

    Pria bernama lengkap Kenneth Henry Miles (1 November 1918 - 17 Agustus 1966) merupakan insinyur dan pembalap mobil balap asal Inggris dan terkenal di AS. Dia juga mendapat penghargaan Motorsports Hall of Fame of America.

    Sedangkan Carroll Hall Shelby (11 Januari 1923 – 10 Mei 2012) adalah seorang insinyur otomotif, pembalap, dan pemilik perusahaan mobil dengan mesin performa tinggi, Shelby American.

    Shelby punya karir mentereng di dunia balap. Dia juga jadi co-driver dari pemenang balapan 24 jam di Sirkuit Le Mans tahun 1959. Namun, karena jantungnya kumat, dia memutuskan berhenti di dunia balap dan memilih jadi pengusaha yang memproduksi dan menjual mobil.

    Carroll Shelby jadi salah satu perancang mobil balap tersukses. Ford GT40 hasil rancangannya bersama Ken Miles, berhasil memenangkan balapan 24 jam di Sirkuit Le Mans dalam 4 tahun berturut-turut, yakni 1966, 1967, 1968 dan 1969.

    Ford jadi satu-satunya brand asal Amerika yang menangkan balapan Le Mans

    Kisah Ford mengalahkan Ferrari berdasarkan film 'Ford v Ferrari' yang diperankan Matt Damons (Carroll Shelby) dan Christian Bale (Ken Miles) cukup menyita perhatian industri otomotif.

    Film berdasarkan kisah nyata ini sempat tayang di bioskop Indonesia pada November 2019.  

    Dikisahkan dalam film yang melibatkan 15 ribu orang ini, Shelby jadi orang Amerika pertama yang pernah memenangkan balapan di Sirkuit Lemans yang digelar tahun 1959.

    BACA JUGA: Penasaran Hyundai Creta? Sekarang Bisa Test Drive di Rumah

    Namun, itu jadi balapan terakhir bagi Shelby setelah dia kena serangan jantung. Dia pun memilih jadi desainer mobil dan mendirikan perusahaan otomotif perusahaan bernama Shelby American.

    Di sisi lain, Ken Miles punya watak yang keras dan susah diatur dan dia punya pemikiran sendiri soal mobil.

    Diceritakan juga kalau Ken dan Shelby sering beradu argumen jika sudah bicarakan mobil. Namun, justru cuma soal mobil yang bisa menyatukan mereka.

    Ken Miles pernah jadi prajurit Inggris ketika negaranya ikut berperang melawan Nazi Jerman di Perang Dunia II.

    Setelah tugasnya selesai, Ken Miles menikahi perempuan bernama Mollie, yang juga hobi di dunia otomotif. Mereka dikaruniai seorang anak bernama Pieter.

    Enzo Ferrari bikin marah Henry Ford 2

    Ford GT40 (Foto: Markus Spiske / Unsplash)

    Di awal Ford Motor Company ingin mengembangkan perusahaannya, Henry Ford 2 diceritakan berkunjung ke salah satu pabrik mobil Ford.

    Di sana, pria yang juga dipanggil Henry Ford the Second ini bilang ke karyawannya bahwa Ford akan melakukan pengurangan pekerja secara besar-besaran dan mencari orang-orang yang kreatif untuk bisa bersaing dengan perusahaan besar.

    Lee Lacocca, Vice President Ford Motor Company, lalu menyarankan agar Henry Ford 2 membuat mobil balap untuk ikut kompetisi di setiap event balapan, salah satunya di Sirkuit Le Mans, agar mendongkrak penjualan Ford.

    Apalagi, balapan Le Mans selama 5 tahun berturut-turut selalu dimenangkan oleh Ferrari.

    Henry setuju, Lee kemudian terbang ke Italia untuk menemui Enzo Ferrari. Lee menyampaikan kepada Enzo bahwa Ford ingin menyelamatkan Ferrari dari krisis finansial dengan melakukan merger.

    Kalau Enzo Ferrari setuju, Ford akan mengontrol produksi mobil, sedangkan Ferrari akan memimpin divisi balapan.

    Enzo lalu bertanya jika suatu saat ada perbedaan antara mereka, di mana Ferrari ingin ikut balapan, tapi Ford menolaknya, maka keputusannya akan ikut balapan atau enggak?

    Lee menjawab baik itu Ferrari atau Ford tidak akan ikut balapan.

    Ford GT40 (Foto: Taton Moise / Unsplash)

    Proposal merger yang ditawarkan Lee akhirnya ditolak mentah-mentah. Enzo mengatakan, jati diri Ferrari justru ada di balapan. Jika sampai melarang Ferrari ikut balapan, maka itu sebuah penghinaan baginya.

    Bukan cuma itu, Enzo malah mengusir Lee untuk kembali ke Michigan dan menghina Henry Ford 2 dengan menyebut Ford cuma bisa membuat mobil yang jelek. Selain itu, kata Enzo, Henry Ford the Second bukanlah Henry Ford yang sesungguhnya.

    Lee pun menyampaikan apa yang diomongin Enzo Ferrari kepada Henry Ford 2. Henry yang marah besar langsung mengatakan: "Aku tak peduli berapapun biayanya, kita akan membuat mobil balap... aku ingin insinyur terbaik, pembalap terbaik. Dan kita akan mengalahkan mereka di Sirkuit Lemans. Dan aku akan berada di sana melihatnya."

    Setelah itu, Lee langsung menemui Carroll Shelby di markas Shelby American untuk mewujudkan keinginan bosnya.

    Shelby mengatakan kepada Lee bahwa membuat mobil balap tak cuma butuh dana besar, tapi mesin yang tangguh yang sanggup bertarung di sirkuit selama 24 jam non stop.

    Demi meluluhkan hati Shelby, Lee lalu menawarkan cek kosong meminta Shelby menulis angkanya sendiri. Asalkan Ford bisa mengalahkan Ferrari.

    Shelby temui Ken Miles

    Shelby tahu betul yang bisa mengalahkan Ferrari adalah dengan meilibatkan Ken Miles. Dia lalu melibatkan Ken di ajang balapan di Willow Springs dan berhasil menang.

    Shelby yang kagum dengan keahlian Ken mengendarai mobil. Dia lalu mengajak Ken untuk merancang mobil balap Ford yang turun di Sirkuit Le Mans nantinya. 

    Ken Miles sebetulnya sudah terikat janji dengan istrinya, Mollie, untuk tidak ikut balapan lagi. Namun, karena terlilit masalah keuangan setelah bengkel mereka bangkrut, Mollie akhirnya setuju Ken terlibat dalam proyek mobil balap Ford GT40. Apalagi, Ken mendapat bayaran USD200 per hari. Angka yang sangat besar untuk tahun itu.

    Shelby pun mengajak Ken untuk melihat langsung mobil balap Ford yang baru turun dari pesawat. Ken langsung kagum dengan mobil balap yang cikal bakal Ford GT40 lalu menjajal mobil tersebut dengan beberapa putaran.

    BACA JUGA: BMW 330e M Sport Jadi Safety Car MotoGP Mandalika

    Singkat cerita, setelah Shelby dan Ken Miles berhasil merancang Ford GT40, Ken malah dilarang oleh para petinggi Ford ikut balapan Le Mans dengan Ken punya etika yang keras kepala sehingga bisa merusak reputasi Ford.

    Di ajang balapan Le Mans pertama, Ford GT40 kalah telak sama Ferrari karena tak melibatkan Ken sebagai pembalap. Selama balapan Le Mans berlangsung, Ken cuma bisa memantau lewat radio di bengkel.

    Henry Ford 2 kecewa dengan kekalahan Ford, dia lalu mengajukan pertanyaan ke Shelby, apa alasan yang membuatnya tidak memecat Shelby.

    Shelby bilang ke Henry bahwa masalah bukan pada mobil, namun masalah di internal Ford itu sendiri. Menurut Shelby, Ford tidak akan menang balapan jika banyak kepala yang mengatur.

    Akhirnya, Henry percaya dengan omongan Shelby. Di balapan Le Mans berikutnya, Ken jadi salah satu pembalap untuk Ford GT40.

    Untuk membuktikan Ken bisa bersaing di Le Mans, Ken lebih dulu ikut balapan Daytona dengan Ford GT40 dan berhasil menang.

    Rekor di Le Mans

    Pesaing berat Ken Miles saat balapan di Le Mans adalah Lorenzo Bandini yang mengemudikan Ferrari 330 P3. 

    Di start awal, Ford GT40 yang dikemudikan Ken Miles sempat bermasalah. Pintunya tidak bisa ditutup, saat balapan, Ken harus nyambi pegang gagang pintu sehingga di lap pertama harus mampir ke paddock cuma buat membetulkan pintu.

    Di lap pertama, Ferrari sempat menang. Namun, lap berikutnya Ken Miles berhasil memecahkan rekor baru dengan catatan waktu 3 menit 4,3 detik. Ken bisa memacu Ford GT40 lebih dari 200 mil per jam.

    Rekor berikutnya pun dipecahkan Ken dengan menempuh 13,5 km dengan waktu 3 menit 31,9 detik. Balapan 24 jam di Sirkuit Le Mans berlangsung estafet. Saat masuk malam hari, Ken sempat hilang kendali dan alami kecelakaan kecil. Rem depannya pun bermasalah karena suhu terlalu panas.

    Dewi Fortuna lalu berpihak kepada Ford karena Ferrari 330 P3 yang dikemudikan Bandini alami kerusakan, sehingga Ken berhasil raih di posisi pertama.

    Selanjutnya, Ken lagi-lagi pecahkan rekor satu putaran dengan jarak 13,5 km dengan catatan waktu 3 menit 39 detik.

    Namun, menjelang finish, Ken Miles dipaksa untuk tidak finish di posisi pertama. Petinggi Ford ingin tiga Ford GT40 finish secara bersamaan.

    Justru, pembalap Ford GT40 bernama Bruce McLaren yang masuk finish di posisi pertama 

    Awalnya, Ken sempat heran, kenapa penonton dan Henry Ford 2 sendiri tidak menyambutnya, malah McLaren yang disambut mereka.

    Sayangnya, cuma beberapa bulan setelah Ford mengalahkan Ferrari di Sirkuit Le Mans pada tahun 1966, Ken Miles tewas dalam kecelakaan saat menguji mobil Ford terbaru (J-car) di Riverside International Raceway di California Selatan.

    Dalam kehidupan nyata, mobil yang dikemukan Ken Miles tiba-tiba terbalik, jatuh, dan terbakar karena alasan yang belum jelas betul.

    Itu terjadi tepat ketika Ken mendekati akhir lintasan usai menguji coba mobil tersebut sepanjang hari.

    Berbeda dengan kisah di film mobil Ken Miles mengalami kecelakaan akibat rem blong. Ken Miles adalah driver penguji kedua yang tewas saat menguji J-car dalam rentang waktu lima bulan.

    Pengemudi sebelumnya, Walt Hansgen, tewas saat menguji J-car. Setelah kematian Ken Miles, J-car itu berganti nama menjadi Ford Mk IV dan mendapat banyak dimodifikasi.

     

     

    Cek berita dan artikel yang lain di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini