Home
/
Digilife

Geger Sistem ATC Terganggu, Ratusan Pesawat di Inggris Gagal Terbang

Gangguan ini terjadi pada sistem yang digunakan untuk memproses rencana penerbangan dan informasi operasional bagi pengendali lalu lintas udara.

Geger Sistem ATC Terganggu, Ratusan Pesawat di Inggris Gagal Terbang

Ilustrasi foto: Chris Leipelt/Unsplash

Bagikan :

Uzone.id — Gangguan pada sistem pengendalian lalu lintas udara atau Air Traffic Control di Inggris membuat ratusan penerbangan dibatalkan dan puluhan ribu penumpang terdampak.

Melansir dari BBC, Rabu, (09/09), masalah ini bermula saat adanya gangguan pada sistem penyedia layanan pengendalian lalu lintas udara Inggris atau di National Air Traffic Services (NATS). 

Gangguan ini terjadi pada sistem yang digunakan untuk memproses rencana penerbangan dan informasi operasional bagi pengendali lalu lintas udara (air traffic controller).

Sistem ini normalnya akan terus memperbarui informasi penerbangan ketika pesawat bergerak melewati wilayah udara Inggris. Informasi ini pun membantu pengendali menjaga lalu lintas udara tetap aman dan teratur.

Tapi gara-gara gangguan tersebut, informasi jadi terhambat sehingga petugas kesulitan untuk mengatur arus pesawat secara normal gara-gara sistem yang error.



Flightradar24 melaporkan kalau gangguan ini berdampak ke 1.000 lebih penerbangan, ada yang dibatalkan ada juga yang hanya kena penundaan keberangkatan.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait gangguan tersebut begitupun dengan penyebabnya. Tapi, NATS menyatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi adanya "masalah teknis" pada sistem penerbangan mereka.

Para teknisi pun kini sedang dikerahkan untuk mencari solusi terkait gangguan ini dan per Selasa, 8 September 2026 waktu setempat, sistem pun berhasil dipulihkan.

"Masalah sistem kami kini telah teratasi dan kami pun sudah beroperasi seperti biasa. Kami bekerja sekeras mungkin untuk menyelesaikan penumpukan penerbangan," kata perwakilan NATS, dikutip dari BBC.

CEO NATS, Martin Rolfe juga menyampaikan permintaan maaf mereka kepada para penumpang dan mengatakan akan dilakukan investigasi penuh untuk mengetahui penyebab gangguan.




Gangguan sistem yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya tersebut berdampak luas ke hampir seluruh bandara di Eropa. Heathrow, salah satu bandara tersibuk di Eropa, menjadi salah satu lokasi yang paling terdampak. Keberangkatan penerbangan di bandara tersebut sempat dihentikan sementara.

Sejumlah maskapai pun ikut membatalkan ratusan penerbangan mereka, termasuk British Airways, EasyJet, KLM, dan Lufthansa. 

Bandara Stansted, dan City di London dan bandara-bandara di Manchester, Birmingham, Skotlandia, dan wilayah lain di Inggris juga menyatakan bahwa masalah teknis tersebut berdampak ke aktivitas penerbangan mereka.

Ryanair, maskapai terbesar di Eropa berdasarkan jumlah penumpang turut melaporkan lebih dari 65 ribu penumpangnya mengalami keterlambatan hingga delapan jam.

Meski masalah teknis telah diselesaikan, gangguan penerbangan diperkirakan belum akan langsung berakhir. Penumpukan penerbangan atau backlog membuat jadwal penerbangan membutuhkan waktu untuk kembali normal.




Gangguan ini membuat jumlah pesawat yang bisa lepas landas menjadi sangat terbatas. Akibatnya, pendaratan juga harus dibatasi sehingga sejumlah penerbangan yang sudah berada di bandara luar negeri tidak dapat berangkat menuju Inggris.

Gangguan pada sistem Nats bukan pertama kalinya menyebabkan masalah besar bagi penerbangan Inggris. Pada 2023 lalu, gangguan yang hampir sama juga dialami oleh NATS.

Kala itu, sistem pemrosesan flight plan NATS mengalami masalah teknis hingga mereka harus membatasi jumlah penerbangan di wilayah udara Inggris selama sekitar enam jam.

Sekitar 1.500 penerbangan dibatalkan dengan rata-rata keterlambatan sekitar dua jam untuk 579 penerbangan. Dampaknya bahkan berlanjut selama beberapa hari ke depan karena jadwal penerbangan yang harus dipulihkan dan diatur ulang.

 

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article