Google Kucurkan Rp1,3 T ke Studio A24, Mau Bikin Film Pakai AI?

Uzone.id — Penggunaan AI di
industri film jadi salah satu yang paling ditentang saat ini. Tapi, hal ini gak
menghalangi Google untuk terlibat dalam industri satu ini.
Melansir dari Variety, Jumat, (26/06), Studio A24 akan mendapatkan akses ke riset dan infrastruktur AI milik DeepMind. Sebaliknya, tim peneliti DeepMind akan bekerja langsung bersama A24 untuk merancang alur kerja baru yang memanfaatkan AI di balik layar produksi film.
Tapi, kerja sama ini memiliki batasan yang cukup jelas
dimana A24 tidak akan memberikan akses bagi Google terhadap katalog film maupun
data milik A24.
Scott Belsky, partner A24 yang memimpin divisi teknologi A24
Labs, mengatakan pendekatan perusahaannya berbeda dengan perusahaan AI lainnya.
Menurutnya, AI seharusnya tidak dipromosikan sebagai alat untuk membuat film
lebih murah atau lebih cepat.
Sebaliknya, Belsky menyebut kalau AI bisa digunakan untuk
mendukung kreativitas para pembuat film tanpa menghilangkan kreativitas mereka.
Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan adalah pembuatan storyboard
berbasis AI untuk membantu proses pra-produksi.
"Kami melihat ada banyak penggunaan AI yang tetap mempertahankan kontrol kreatif sekaligus mendorong para sineas agar bisa berani bereksperimen," kata Belsky.
Ia juga menegaskan kalau alat-alat baru tersebut sama sekali
tidak akan mirip dengan jenis AI berbasis perintah yang membuat orang merasa
tidak nyaman.
A24 sendiri dikenal sebagai studio di balik sejumlah film
yang cukup populer seperti Lady Bird, Moonlight, Everything
Everywhere All at Once, hingga yang terbaru ada Backrooms.
Kolaborasi A24 dengan DeepMind ini menjadi kolaborasi
kesekian antara studio film dengan platform AI.
Sebelumnya, Lionsgate juga sudah lebih dulu memperluas kerja
samanya dengan Runway AI untuk mengembangkan proyek baru berbasis AI. Netflix
juga mengakuisisi startup AI milik aktor Ben Affleck, InterPositive, yang
berfokus membangun alat bantu bagi para pembuat film.
Langkah A24 dan studio film ini dianggap cukup menarik
perhatian karena beberapa studio Hollywood justru memilih jalur hukum karena
khawatir teknologi AI melanggar hak cipta, sementara mereka justru mulai
menjalin kolaborasi dengan perusahaan AI.

