
Uzone.id - Eranya Chromebook sepertinya segera berakhir. Google baru saja mengumumkan jenis laptop baru, namanya Googlebook yang dirancang khusus untuk ‘Gemini Intelligence’.
Ya, rasanya seperti mendengar Apple mengumumkan MacBook dengan kemampuan AI mereka yang bernama Apple Intelligence. Yang jadi pertanyaannya sekarang, apa yang ditawarkan oleh Googlebook? Apa bedanya dengan Chromebook?nbsp;Jadi, Googlebook pada dasarnya mengombinasikan dua kekuatan milik Google, yakni fleksibilitas aplikasi Android dari Play Store dan kelancaran akses web dari Chrome OS. Dan bukan sekadar OS biasa, Google menyebut inovasinya ini sebagai transisi menuju intelligence system.
Lantaran kelebihan utamanya adalah AI, cara pengguna dalam berinteraksi dengan laptop ini juga dibuat berbeda. Dijelaskan Alex Kuscher, Senior Director Laptops & Tablets di Google, Googlebook menghadirkan Magic Pointer, kursor yang dibuat canggih berbekal AI dari Gemini.
“Sebuah fitur yang kami bangun bersama tim Google DeepMind, yang menghadirkan kemanfaatan Gemini langsung ke ujung jari Anda, secara harfiah,” katanya.
Cara kerjanya terbilang sangat praktis. Pengguna, kata Alex, hanya perlu menggoyangkan kursor di layar, dan Gemini akan otomatis aktif untuk memberikan saran kontekstual sesuai objek yang sedang disorot.
“Arahkan kursor ke tanggal dalam email untuk mengatur pertemuan, atau pilih dua gambar—seperti ruang tamu Anda dan sofa baru—untuk langsung memvisualisasikannya bersama. Fitur ini memungkinkan Anda beralih dari ide ke penyelesaian hanya dalam beberapa klik,” tambahnya.
Kustomisasi antarmukanya juga dibuat lebih personal melalui fitur Create your Widget. Pengguna bisa meracik widget sendiri di layar utama hanya bermodal perintah teks. AI ini bisa menarik data dari layanan Google seperti Gmail dan Calendar, sekaligus mencomot informasi dari internet.
Misalnya, seperti dijelaskan Alex, pengguna sedang menyusun rencana reuni keluarga di luar kota. Maka Google bisa membuatkan satu dasbor ringkas yang berisi jadwal penerbangan, reservasi hotel, restoran, hingga hitung mundur keberangkatan dalam satu tempat.
Sinkronisasi mulus antar perangkat
Karena dibangun dengan memanfaatkan kelebihan Android, maka Googlebook disebut mampu menawarkan integrasi lintas perangkat yang lebih superior. Google merancang ekosistem ini agar pengguna tidak perlu repot memecah fokus antara layar laptop dan smartphone.
Nantinya, seluruh aplikasi dan notifikasi dari ponsel Android dapat diakses secara langsung melalui antarmuka Googlebook.
Misalnya lagi, saat sedang sibuk bekerja di laptop, pengguna dapat langsung memesan makanan dari aplikasi ojek online atau menyelesaikan target harian Duolingo melalui jendela pop-up di layar laptop. Pengguna bisa langsung menindaklanjuti notifikasi tersebut tanpa harus menyentuh ponsel sama sekali.
Pengalaman yang seamless ini juga meluas ke urusan manajemen file. Melalui fitur Quick Access, pengguna dimungkinkan untuk melihat, mencari, hingga menggunakan dokumen dan foto dari memori ponsel pintar langsung melalui file browser bawaan di Googlebook.
Asus dkk siap memproduksi Googlebook
Google sendiri memastikan bahwa mereka telah menggandeng lima produsen PC, seperti Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, untuk memproduksi perangkat Googlebook generasi pertama.
Setiap unit laptop dipastikan akan dirancang menggunakan material kelas premium dan hadir dalam berbagai varian bentuk serta ukuran layar.
Menariknya, Google juga menyematkan satu identitas visual baru yang menjadi ciri khas dari lini laptop ini, yaitu fitur Glowbar. Elemen pencahayaan ini diklaim bukan sekadar penegas estetika saja, melainkan juga memiliki fungsi khusus yang terintegrasi dengan kapabilitas kecerdasan buatannya.
Meski antusiasme mulai terbangun, konsumen tampaknya masih harus sedikit bersabar. Saat ini Google baru sekadar memberikan cuplikan awal dari antarmuka OS terbarunya dan berjanji akan mengungkap detail lebih jelas pada akhir tahun ini.