Startup

Grup Modalku Dapat Dana Pinjaman Rp256 Miliar dari Investor Jepang dan Singapura

  • 07 October 2021
  • Bagikan :

    Foto: Unsplash

    Uzone.id - Platform pendanaan digital UMKM di Asia Tenggara, Modalku, berhasil mendapatkan dana pinjaman senilai USD18 juta atau setara Rp256 miliar atau lebih dari seperempat triliun rupiah. Dana itu berasal dari 3 institusi keuangan, termasuk Helicap Investments.

    Didirikan pada tahun 2015, Grup Modalku menyediakan pinjaman usaha bagi UMKM yang mayoritas didanai pendana individu dan institusional. Grup Modalku menggunakan teknologi untuk mendukung UMKM layak kredit namun tidak memiliki akses ke layanan keuangan melalui platform digitalnya.

    Baca juga: Cara Modalku Hadapi Peminjam yang Nunggak

    Lebih dari 50 persen PDB setiap negara anggota ASEAN adalah kontribusi dari UMKM, namun karena banyak UMKM yang tidak memiliki riwayat transaksi kredit atau jaminan pinjaman, seringkali mereka ditolak saat mengajukan pinjaman usaha ke institusi pinjaman tradisional. Grup Modalku mempermudah akses ke pendanaan menggunakan titik data alternatif, termasuk tetapi tidak terbatas ke arus kas UMKM (yang menunjukkan kemampuannya membayar kembali pinjaman), untuk menyetujui pinjaman.

    "Pandemi covid merupakan ujian penting bagi daya tahan Grup Modalku dan kami bersyukur telah sukses melewatinya, salah satu caranya dengan menggunakan model kredit yang berdasarkan Artificial Intelligence. Kami juga merasa bangga dan terhormat atas kepercayaan dari Helicap, Social Impact Debt Fund, dan grup layanan keuangan Jepang yang turut serta dalam pendanaan ini,” kata Reynold Wijaya, Co-Founder dan CEO Modalku, seperti dikutip dalam keterangan resminya, Kamis, 7 Oktober 2021.

    Dikatakan Reynold, pendanaan ini akan digunakan untuk terus mengembangkan dunia pinjaman digital bagi UKM. Pasalnya, Modalku percaya bahwa ini adalah awal mula dari hubungan jangka panjang dan akan menjadi motor evolusi perusahaan secara konsisten ke depannya.

    Baca juga: Modalku Merambah Bandung

    Fasilitas sindikasi sejumlah USD 18 juta ini diharapkan akan meningkatkan total ronde pendanaan, bersamaan dengan naiknya minat investor dari Asia dan juga Eropa.

    Diketahui, pendanaan ini dipimpin oleh tiga institusi keuangan, yaitu Helicap Investments, Social Impact Debt Fund yang belakangan ini diluncurkan, dan suatu grup layanan keuangan dari Jepang.