
Ilustrasi foto: Andrey Metelev/Unsplash
Uzone.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menjadi operator kedua yang mendukung teknologi eSIM setelah Smartfren. Ada beberapa hal penting yang layak kalian ketahui dari eSIM IOH maupun secara umum, hingga cara pakainya, nih.
Apa itu eSIM?Kalau sudah pakai eSIM, kita tidak memerlukan nano-SIM fisik lagi.
Apa beda eSIM dengan SIM card biasa?
Selama ini kita menggunakan SIM card fisik yang dapat menyimpan nomor ponsel di kontak penyimpanan kartu. Sedangkan eSIM menyimpan nomor kontak tersebut ke dalam sistem cloud yang disediakan tiap provider operator.
Kelebihan eSIM pun jelas, pengguna tidak perlu khawatir nomor kontak hilang, hingga kondisi SIM card yang rusak.
Baca juga: Susul Smartfren, Indosat Ooredoo Hutchison Adopsi eSIM di Indonesia
Bagaimana cara aktifkan eSIM?
Mengingat baru dua operator yang mengadopsi eSIM, yakni Smartfren dan IOH, keduanya memiliki metode yang berbeda.
Mari mulai dengan IOH terlebih dahulu.
Pihak IOH mengatakan, sebagai fase awal, aktivasi eSIM nomor baru ataupun nomor lama, baik prabayar maupun pascabayar, bisa dilakukan di Gerai KPPTI, Pondok Indah, Roxy, Kota Kasablanka, Mangga Dua, dan Mall Ambassador. Lalu, aktivasinya tinggal scan QR di ponsel.
Yup, untuk saat ini eSIM IOH baru tersedia di wilayah DKI Jakarta saja.
Sedangkan untuk eSIM Smartfren, pengguna bisa memesannya di situs resmi Smartfren atau aplikasi MySmartfren.
Setelah mendapat QR code melalui email, scan QR tersebut untuk aktivasi.
Baca juga: Strategi Telkomsel, XL Axiata dan Indosat Hadapi Ancaman Resesi 2023
Berikut detail aktivasi eSIM berdasarkan sistem operasi ponsel.
iOS:
Android:
Ponsel apa saja yang bisa eSIM?
Mengutip berbagai sumber, berikut smartphone di Indonesia yang sudah mendukung teknologi eSIM berdasarkan merknya.
Apple
Samsung
Huawei
Oppo