Telco

Harapan Industri Telekomunikasi di 2021: Adopsi 5G

  • 05 January 2021
  • Bagikan :

    Ilustrasi foto: Freepik

    Uzone.id -- Tahun baru tandanya muncul harapan baru dari berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali ragam industri yang ada di negeri ini. Tahun 2021 sudah tiba dan kira-kira akan seperti apa industri telekomunikasi di tahun ini?

    Dari penuturan pengamat Heru Sutadi, teknologi Internet of Things (IoT) di Indonesia semakin marak diaplikasikan di beberapa sektor di Indonesia. Selain itu, Executive Director Indonesia ICT Watch ini juga menekankan soal implementasi 5G.

    “Pemerintah berharap 5G dapat segera diadopsi. Tentu ini bagus, karena faktanya kita jadi negara tertinggal dalam adopsi 5G. Teknologi 5G dan internet kecepatan tinggi perlu didorong karena beberapa negara lain sudah menerapkan 100 Mbps sebagai target capaian kecepatan internetnya,” ungkap Heru saat dihubungi Uzone.id pada Senin (4/1).

    Baca juga: 2021, Banyak Ponsel Kelas Menengah Berteknologi 5G?

    Urusan jaringan internet kecepatan tinggi menurut Heru, akan terus berkaitan dengan proyeksi Indonesia yang digadang-gadang dapat menjadi negara ekonomi digital besar di Asia.

    “Dalam kalkulasi yang kami lakukan, Indonesia punya potensi menjadi negara dengan ekonomi digital mencapai USD200 miliar pada 2025. Hal ini karena beberapa perkembangan dari masa pandemi yang semakin memperlihatkan peningkatan ekonomi digital,” sambungnya.

    Dari penuturannya, pengguna ponsel pintar di Indonesia pada 2025 diprediksi mencapai 450 juta user, di mana rata-rata orang Indonesia akan memiliki dua ponsel, bahkan tiga ponsel sekaligus.

    “Pengguna internet akan berjumlah 250 juta user, di mana anak-anak SD sudah terhubung semua ke internet. Syaratnya, transformasi digital yang dicanangkan Jokowi dapat diselesaikan secara menyeluruh ke semua sektor dan ada percepatan,” kata Heru.

    Baca juga: Dapat Frekuensi 2,3GHz, Operator Mau Gaskeun 5G

    Percepatan yang kemudian dia soroti selain 5G adalah, pertama, percepatan infrastruktur broadband ke 12.500 desa yang masih terkendala internet cepat. Kedua, arah infrastruktur juga harus ada percepatan.

    Ia berharap, Indonesia dapat menyediakan kecepatan 100 Mbps ke seluruh penjuru Nusantara hingga akhir 2023. Lalu aspek ketiga, masyarakat dilibatkan dalam transformasi digital.

    “SDM Indonesia harus jadi SDM unggul dalam edukasi perkembangan terkini teknologi digital dan akselerasi industri 4.0. Masyarakat harus diberdayakan, bukan hanya objek tapi juga subjek ekonomi digital dengan pengembangan ekonomi kreatif, menghasilkan produk rumahan, dan digitalisasi UMKM. Ketersediaan koneksi internet yang semakin memadai, maka akan membantu percepatan keseluruhan transformasi digital,” tutup Heru.