Harga BBM Diprediksi Makin Mahal, Naik Sampai 11 Persen
Harga BBM nonsubsidi naik 5-11% di Oktober 2026 akibat lonjakan MOPS 14%; Pertamax biasa dan bersubsidi stabil akhir tahun.

Highlight Artikel
- Harga BBM nonsubsidi diproyeksikan naik 5-11% pada Oktober 2026.
- Kenaikan didasari lonjakan tren harga pasar bensin olahan di Singapura (MOPS) sebesar 14%.
- Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex berpotensi mengalami kenaikan harga signifikan.
- Harga Pertamax biasa kemungkinan ditahan pemerintah, sementara BBM bersubsidi dijamin tidak naik hingga akhir tahun sesuai arahan Presiden Prabowo.
Penyesuaian ini didasari oleh tren pergerakan pasar bensin olahan di Singapura (MOPS) periode 25 Agustus hingga 25 September 2026 yang melonjak sekitar 14 persen.
Analisis Kenaikan dan Proyeksi Harga BBM Nonsubsidi
Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, mencatat rata-rata harga MOPS naik dari 111,4 dolar AS menjadi sekitar 126,7 dolar AS per barel.
Meski nilai tukar rupiah sedikit menguat ke posisi Rp17.630 per dolar AS, tekanan terhadap harga bahan bakar tetap tinggi.
“Bila mengikuti formula, harga BBM nonsubsidi naik 5-11 persen. Pertamax kemungkinan besar ditahan lagi, tetapi harga aslinya kini sekitar Rp18.350 per liter," ujar Yayan, dikutip dari Antara.
Proyeksi Kenaikan Harga per Jenis BBM
Berdasarkan kalkulasi formula pasar, Pertamax Green 95 diperkirakan naik dari Rp19.150 menjadi Rp21.200 per liter, sedangkan Pertamax Turbo berpotensi menyentuh Rp21.450 per liter.
Pada lini diesel, Dexlite diperkirakan naik menjadi Rp25.000 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp26.600 per liter.
Khusus Pertamax biasa, harganya diprediksi akan kembali ditahan oleh pemerintah, meskipun nilai keekonomian riilnya saat ini sudah menyentuh Rp18.350 per liter.
Yayan menyarankan agar pemerintah mengumumkan penyesuaian harga beserta alasannya secara terbuka agar penyesuaian ini lebih mudah diterima publik.
Kebijakan Pemerintah Terkait Harga BBM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa BBM nonsubsidi secara otomatis bergerak mengikuti harga minyak mentah Indonesia (ICP).
Di sisi lain, Bahlil memastikan stok BBM nasional berada pada batas aman 18 hingga 21 hari, dan menegaskan harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun sesuai arahan Presiden Prabowo.
FAQ Artikel
Kapan harga BBM nonsubsidi diproyeksikan mengalami kenaikan?
Harga BBM nonsubsidi diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 5 hingga 11 persen pada Oktober 2026.
Apa penyebab utama proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi?
Penyebab utama adalah lonjakan tren pergerakan pasar bensin olahan di Singapura (MOPS) sebesar 14% pada periode 25 Agustus hingga 25 September 2026.
Jenis BBM nonsubsidi apa saja yang diprediksi akan naik?
Berdasarkan kalkulasi formula pasar, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex diperkirakan akan naik.
Bagaimana status harga Pertamax biasa dan BBM bersubsidi?
Harga Pertamax biasa diprediksi akan ditahan oleh pemerintah, sementara harga BBM bersubsidi dipastikan tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun sesuai arahan Presiden Prabowo.
Siapa peneliti yang memberikan proyeksi kenaikan harga BBM ini?
Proyeksi ini diberikan oleh Yayan Satyakti, seorang peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran.
Bagja Pratama
Jurnalis

