icon-category Gadget

Heboh Bocah Tewas Gara-gara Ponsel Meledak, Apa Kata Pengamat?

  • 09 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi: PCMag

    Uzone.id – Belum lama ini, jagat internet di Indonesia dihebohkan dengan kabar seorang bocah asal Ciamis, Jawa Barat yang meninggal dunia karena ponsel meledak. Kejadian nahas ini juga menyita perhatian pengamat teknologi.

    Berinisial IHM, bocah kelas 3 SD ini ditemukan tewas di rumahnya dengan luka bakar di bagian dada pada 3 Agustus kemarin. Bocah 9 tahun itu kemudian dipercaya tewas karena ponsel yang ia gunakan meledak.

    Orang tua IHM menemukannya dalam posisi telungkup di lantai tanpa alas, sementara ponselnya sudah berantakan di sekitar area dadanya.

    Baca juga: Malware Penyedot Pulsa Intai Pengguna Android, Awas Ketipu!

    Pengamat dan praktisi cyber security Vaksincom, Alfons Tanujaya mengimbau agar pihak berwenang menyelidiki apa penyebab kematian sang anak.

    “Ada yang perlu diluruskan mengenai peristiwa ini. Bagian ponsel yang berpotensi melukai adalah baterai, dan saat ini jenis baterai yang banyak digunakan adalah lithium, lithium-ion, dan lithium polymer,” ungkap Alfons kepada Uzone.id.

    Ia melanjutkan, “baterai lithium jika tercolok, kembung, atau terjatuh, akan mengakibatkan reaksi internal. Jika terbakar akan menimbulkan api kimia berbahaya dan mengakibatkan luka bakar yang sangat serius. Tetapi apakah anak yang tertidur tidak akan bangun sekalipun badanya terbakar api, dan baterai lithium yang meledak itu menyebabkan kematian instan?”

    Menurutnya, ada beberapa kasus kematian karena baterai lithium yang meledak dan mengakibatkan kematian seperti baterai rokok elektrik yang meledak di mana serpihannya melukai pembuluh darah arteri. Namun hal ini, kata Alfons, tidak terjadi secara instan.

    Baca juga: Perhatian Apple Fanboy, Harga iPhone 14 Gak Jadi Naik Nih!

    Dari penuturan Alfons, baterai lithium yang meledak sebenarnya lebih tepat dikatakan terbakar – bukan meledak seperti bahan peledak atau tabung gas yang meledak karena kesannya sangat menakutkan.

    “Salah satu kemungkinan yang perlu diperhitungkan adalah charger ponsel yang bermasalah karena ponselnya dalam keadaan tercolok ke charger. Jika bocor atau korslet dapat mengalirkan arus listrik yang dapat melumpuhkan manusia sehingga tidak berdaya dan tetap diam meskipun dadanya terbakar,” tutur Alfons.

    Ia menyambung, “saya menyarankan pihak terkait seperti perwakilan merek ponsel yang terkait (Samsung), PLN dan pihak terkait lain turun tangan untuk memeriksa dan memastikan apa penyebab kematian bocah ini dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat supaya tidak mengalami ketakutan, namun tetap waspada dengan baterai dan arus listrik.”

    Sebagai penutup, Alfons juga mengatakan kalau penggunaan baterai lithium ion dan lithium polymer yang cukup luas patut mendapatkan perhatian. Selain ponsel, kedua jenis baterai ini juga digunakan pada rokok elektrik dan baterai skuter listrik yang ukurannya jauh lebih besar dan berbahaya dari baterai ponsel.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini