icon-category Auto

Hindari Kecelakaan Fatal di Jalan Tol, Driver Harus Lakukan Ini

  • 20 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :
    GT Tol Merak (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Uzone.id – Di media sosial maupun media online sudah banyak yang memperlihatkan foto sebuah MPV Toyota Kijang Innova hitam ringsek di bagian depan hingga atapnya usai kecelakaan di Tol Batang-Pemalang, Jawa Tengah.

    Innova tersebut membawa Achmad Hermanto Dardak, ayah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, dan akibat kecelakaan tersebut Achmad dilaporkan meninggal dunia di tempat.

    Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy telah mengonfirmasi bahwa kecelakaan yang menyebabkan ayah Emil Dardak meninggal dunia itu terjadi pada Sabtu (20/8) dini hari sekitar pukul 03.25 WIB saat menempuh perjalanan masuk dari GT Kalikangkung dengan tujuan Jakarta.

    BACA JUGA: First Impression Suzuki Spresso, Jagoan Kecil dan Murah

    "Terjadi kecelakaan 33K tabrak belakang di KM 341+400 B terjadi pada pagi hari saat cuaca cerah dengan kondisi arus lalu lintas landai alinyemen menikung kanan dan mendatar," tutur Iqbal dalam keterangannya.

    Sopir Innova bernama Angga Saputra (30) diduga mengantuk saat mengemudi hingga akhirnya menabrak pantat truk Hino bernopol K-1909-BH.

    Tentu saja, kecelakaan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada ketika mengendarai mobil.

    Lalu, apa yang harus kita perhatikan selama berkendara? Ini tips yang dirangkum Uzone.id dari Nissan: 

    1. Jaga Jarak Aman

    Tentu saja kamu harus menjaga jarak aman antara kendaraan kamu dengan kendaraan yang ada di depan. Jarak ideal antara kendaraan adalah sekitar 10-20 meter.

    Kamu bisa membuat patokan jaga jarak aman dengan metode ‘Jarak 3 Detik’.

    Metode ini bisa menggunakan selisih waktu antara mobil yang kamu kendarai dengan mobil yang ada di depan kamu sekitar tiga detik.

    Selain itu, kamu bisa manfaatkan patokan dari objek lain yang ada di pinggir jalan, misalnya saja sebuah pohon.

    Tunggu mobil tersebut melewati pohon selama tiga detik dan lalu kemudian giliran kamu yang jalan. Kamu juga bisa pakai cara lain seperti melihat ban belakang dari kendaraan yang ada di depan.

    Kalau kamu masih bisa melihat ban belakang mobil depan, berarti itulah jarak aman antara kedua mobil tersebut.

    BACA JUGA: GIIAS 2022: Besok Penutupan, Pesaing Honda CR-V Diskon Gede-gedean

    2. Rasa Kantuk dan Melamun

    Ketika menemukan jalan tol yang lurus dan didukung pula dengan kecepatan konstan yang harus dipenuhi, bisa bikin pengendara bosan sehingga mudah mengantuk atau melamun. Itu tentu saja akan sangat berbahaya bagi diri kamu dan pengendara lainnya.

    Kecelakaan yang terjadi di dalam tol akibat mengantuk dan melamun sudah banyak terjadi hingga menyebabkan mobil keluar jalur atau menabrak kendaraan lain yang ada di depannya.

    Kalau kamu merasa sudah mengantuk, segera dengarkan lagu dengan irama yang bersemangat dan berhenti sejenak untuk tidur ketika sudah menemukan rest area.

    3. Pakai Jalur Lambat

    Kalau kamu lebih nyaman membawa mobil dengan kecepatan yang lambat, pastikan kamu tidak menggunakan lajur kanan dalam tol.

    Pasalnya, lajur kanan merupakan jalur untuk kendaraan yang ingin mendahului kendaraan lain.

    Sekedar informasi, kecepatan ideal ketika berada di dalam jalan tol berkisar antara 60-80 km per jam jika kamu berada di jalur paling kiri atau jalur lambat.

    4. Jangan Panik

    Kamu bisa saja mengalami gangguan di jalan tol, dan usahakan jangan panik.

    Sebaiknya kamu langsung menyalakan lampu sen ke pinggir jalan dan tidak secara drastis menurunkan kecepatan mobil kamu.

    Jika pada awalnya kecepatan mobil Anda ada pada angka 60 km/jam, kamu sebaiknya menurunkan kecepatan mobil Anda perlahan hingga 30 km sebelum mobil benar-benar berhenti.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini