icon-category Health

Hubungan Asmara yang ‘Putus Nyambung’ Itu Merugikan Kesehatan Kamu

  • 24 Sep 2018 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Menjalin hubungan asmara memang menyenangkan. Namun bagaimana kalau kamu dan pasangan sering ‘putus nyambung’?

    Mengutip Time, jika sering terjebak dalam situasi seperti itu, sebuah studi baru menyarankan kamu mengakhiri hubungan tersebut untuk selamanya.

    “Hubungan yang ‘putus-nyambung’ dengan orang yang sama alias ‘relationship cycling’ berkaitan dengan peningkatan gejala depresi dan kecemasan,” kata Kale Monk, rekan penulis studi sekaligus assistant professor of human development and family science di University of Missouri.

    “Perpisahan dapat menimbulkan keresahan pada diri sendiri. Namun kondisi ini sering dianggap normal dan bertahan sementara,” ujar Kale.

    Baca: Ramalan Bintang Kamu Pekan Ini : 23-30 September 2018

    Jadi, dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Family Relations, peneliti melibatkan 545 orang yang berpacaran. Responden mendapatkan pertanyaan tentang tingkat kecemasan, depresi, serta apakah mereka pernah putus dan berpacaran kembali dengan orang yang sama.

    Sekitar sepertiga responden mengaku terlibat dalam ‘relationship cycling’. Para peneliti menemukan bahwa perilaku tersebut berkaitan dengan peningkatan tekanan psikologis.

    Bahkan ini terjadi setelah peneliti memperhitungkan faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti status perkawinan dan keluarga, orientasi seksual, dan stres.

    Baca: Studi: Orang-Orang di Dunia Cenderung Stres dan Sedih

    Kale mengatakan, semakin sering pola ‘putus nyambung’ terjadi, semakin besar peningkatan depresi dan kecemasan.

    Kale menekankan bahwa setiap pasangan harus berpikir dengan matang tentang alasan untuk menjalin kembali hubungan asmara dengan mantan.

    Sebuah perpisahan dapat menawarkan perspektif baru dan membantu masing-masing pasangan untuk saling menghargai.

    Namun bila terlalu sering, kamu bisa jatuh kembali ke dalam hubungan yang tidak sehat. Bahkan, pola seperti ini dapat menghambat kedewasaan.

    Baca: 5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    “Saya merekomendasikan masing-masing pasangan untuk memikirkan alasan mereka putus, ketika mereka mempertimbangkan untuk berpacaran lagi," ujar Kale.

    Lebih lanjut, Kale mengatakan, "Kemudian, jalin percakapan dengan baik tentang masalah yang menyebabkan mereka putus, terutama bila masalah itu kemungkinan akan terjadi lagi. Ini dapat membantu masing-masing orang untuk memperbaiki diri."

    Cek berita dan artikel yang lain di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini