Ikut Arahan Prabowo, Bahlil Bakal 'Sulap' Batu Bara jadi Bensin?
Kementerian ESDM akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo mengonversi batu bara menjadi bensin demi ketahanan energi nasional.

Highlight Artikel
- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengonversi batu bara menjadi bahan bakar bensin.
- Langkah ini didasari oleh kondisi geopolitik global yang tidak menentu dan pemanfaatan teknologi pencairan batu bara (coal to liquid) untuk mengolah batu bara berkalori rendah.
- Teknologi coal to liquid memiliki rekam jejak sejarah di negara seperti Jerman Timur dan Afrika Selatan, di mana perusahaan Sasol masih memproduksi sekitar 300 ribu barel minyak per hari.
- Kementerian ESDM sedang mengevaluasi potensi batu bara Indonesia serta skema kerja sama teknologi yang diperlukan untuk mendukung proyek kemandirian energi ini.
Uzone.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengonversi batu bara menjadi bahan bakar bensin.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya energi dalam negeri demi memperkuat ketahanan energi nasional.Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba di Jakarta pada hari Senin.
Langkah strategis ini didasari oleh pertimbangan kondisi geopolitik global yang tidak menentu, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang mampu mengolah batu bara berkalori rendah (low calorie) menjadi gas maupun minyak.
Pemanfaatan teknologi pencairan batu bara (coal to liquid) ini memiliki rekam jejak sejarah di beberapa negara.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa Jerman Timur pernah menerapkan teknologi tersebut untuk memproduksi minyak yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan tempur.
Selain itu, Afrika Selatan melalui perusahaan energi Sasol juga menerapkan pencairan batu bara sejak menghadapi sanksi politik Apartheid, dan fasilitas tersebut masih beroperasi hingga menghasilkan sekitar 300 ribu barel minyak per hari.
"Saat ini, Kementerian ESDM sedang mengevaluasi potensi batu bara Indonesia beserta skema kerja sama teknologi yang diperlukan untuk mendukung proyek tersebut," ujar Tri, mengutip dari Antara.
Komitmen terhadap kemandirian energi sebelumnya juga disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu (19/9).
Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi vital agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri tanpa bergantung pada bangsa lain.
Setelah berhasil mengembangkan produksi solar dan bensin dari kelapa sawit, pemerintah kini melangkah ke tahap berikutnya untuk memproduksi bensin bersumber dari batu bara.
FAQ Artikel
Apa arahan utama Presiden Prabowo terkait energi yang akan ditindaklanjuti oleh Kementerian ESDM?
Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk mengonversi batu bara menjadi bahan bakar bensin.
Mengapa pemerintah Indonesia berencana mengonversi batu bara menjadi bensin?
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, didasari oleh pertimbangan kondisi geopolitik global yang tidak menentu, serta memanfaatkan kemajuan teknologi pencairan batu bara.
Apakah teknologi konversi batu bara menjadi minyak atau gas sudah pernah diterapkan di negara lain?
Ya, teknologi pencairan batu bara (coal to liquid) memiliki rekam jejak. Jerman Timur pernah menggunakannya untuk bahan bakar kendaraan tempur, dan perusahaan energi Sasol di Afrika Selatan masih memproduksi sekitar 300 ribu barel minyak per hari menggunakan teknologi ini.
Apa langkah selanjutnya yang dilakukan Kementerian ESDM terkait proyek konversi batu bara ini?
Kementerian ESDM saat ini sedang mengevaluasi potensi batu bara Indonesia serta skema kerja sama teknologi yang diperlukan untuk mendukung proyek tersebut.

