Home
/
Automotive

Imbas Banjir Thailand, Pabrik Honda Motor Terpaksa Setop Produksi

Pabrik Honda di Thailand menghentikan produksi motor pada akhir September karena banjir parah dan hujan ekstrem di Bangkok, menyoroti kerentanan industri.

Imbas  Banjir Thailand, Pabrik Honda Motor Terpaksa Setop Produksi

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Banjir parah di Thailand menyebabkan pabrik sepeda motor Honda menghentikan produksinya sementara waktu.
  • Penghentian produksi Honda terjadi pada 28 dan 29 September akibat gangguan operasional yang disebabkan luapan air.
  • Banjir dipicu curah hujan ekstrem di Bangkok (320 mm dalam 2-3 hari) yang melumpuhkan sistem drainase kota dan memaksa evakuasi ribuan warga.
  • Meskipun Honda terdampak, Federasi Industri Thailand menyatakan sebagian besar pabrik otomotif lain tidak terpengaruh, namun kejadian ini menyoroti kerentanan sektor manufaktur.

Uzone.id - Bencana banjir parah yang menerjang Thailand memberikan dampak besar bagi sektor industri. Salah satunya dialami oleh pabrik sepeda motor Honda yang terpaksa menghentikan kegiatan produksinya akibat luapan air.

Bencana ini bermula dari hujan deras pada akhir pekan yang memicu banjir di 41 provinsi sejak 16 September. Dampaknya merusak lebih dari 580.000 rumah dan merenggut sedikitnya delapan korban jiwa.

Di Bangkok sendiri, curah hujan ekstrem hingga 320 milimeter hanya dalam dua sampai tiga hari membuat sistem drainase kota kewalahan.

Memasuki Senin (28/9), beberapa wilayah di ibu kota masih tergenang air setinggi pinggang. Tercatat ada 5.901 warga yang dievakuasi ke 234 pusat pengungsian, sementara lebih dari 80.000 penduduk di lokasi terdampak masih terjebak di dalam rumah.



Melansir laporan Paultan, situasi darurat ini membuat Honda menghentikan sementara aktivitas perakitan sepeda motor di salah satu fasilitasnya. Penghentian produksi berlangsung pada 28 dan 29 September setelah banjir mengganggu operasional pabrik.

Pabrik tersebut dijadwalkan kembali beroperasi pada 30 September. Meski begitu, pihak Honda belum mengonfirmasi apakah penghentian sementara ini bakal berpengaruh pada target total produksi secara keseluruhan.

Gangguan operasional ini terjadi menyusul curah hujan yang menembus lebih dari 300 mm di Bangkok hanya dalam kurun waktu dua hingga tiga hari.

Angka ini terbilang sangat tinggi karena hampir menyamai rata-rata curah hujan bulanan di Bangkok sepanjang September.



Bagi Honda, dampak langsungnya terasa pada produksi sepeda motor, bukan pada sektor manufaktur otomotif Thailand secara keseluruhan.

Federasi Industri Thailand (FTI) menyatakan, sebagian besar pabrik kendaraan dan pengiriman suku cadang tetap beroperasi, dan target produksi kendaraan nasional sebanyak 1,45 juta unit untuk tahun 2026 tidak mengalami perubahan.

Jeda operasional Honda ini menjadi peringatan nyata akan rentannya sektor manufaktur Thailand saat banjir meluas dan melumpuhkan jalur transportasi serta industri.

Pemerintah setempat kini terus memantau perkembangan banjir di kawasan industri bagian timur, termasuk Prachin Buri dan Rayong, yang menjadi pusat penting industri otomotif negara tersebut.

FAQ Artikel

Apa penyebab banjir parah di Thailand?

Banjir dipicu oleh hujan deras ekstrem yang dimulai pada akhir pekan sebelum 16 September, menyebabkan luapan air di 41 provinsi, termasuk curah hujan 320 milimeter di Bangkok hanya dalam dua sampai tiga hari.

Industri apa yang paling terdampak langsung oleh banjir ini?

Industri sepeda motor, khususnya pabrik Honda di Thailand, yang terpaksa menghentikan kegiatan produksinya.

Kapan pabrik sepeda motor Honda menghentikan operasionalnya akibat banjir?

Pabrik Honda menghentikan aktivitas perakitan sepeda motornya pada 28 dan 29 September.

Apakah banjir ini mempengaruhi seluruh sektor manufaktur otomotif Thailand?

Tidak, Federasi Industri Thailand menyatakan sebagian besar pabrik kendaraan dan pengiriman suku cadang tetap beroperasi, serta target produksi kendaraan nasional untuk tahun 2026 tidak mengalami perubahan.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article